
**maaf ya author udah lama gak up**
hapy reading....
Matahari sudah muncul dengan sinarnya yang menghangatkan seluruh sudut tempat.
Udara begitu sejuk terasa.
Ling sudah bangun lebih awal ia ingin berjalan jalan disekitaran kamarnya.
Usia kehamilan yang sudah tua mengharuskan Ling untuk sering berjalan kaki agar saat persalinan nanti lebih mudah.
Setelah merasa lelah Ling kembali kekamarnya.
Melihat suaminya tercinta masih tertidur pulas.Ling mencium kening Bin pelan.
Perlahan bin membuka matanya.seyum terukir diwajah tampannya saat melihat istri tercintanya.
"kau sudah bangun dari tadi ya sayang" tanya Bin sambil mengusap lembut pipi ling yang duduk disampingnya.
"iya,aku sudah berjalan jalan tadi lumayan lama." jawab Ling.
"kenapa tak membangunkan aku sayang....aku bisa menemanimu..." Bin bangun dan langsung mencium perut istrinya yang buncit itu.
"aku lihat tidurmu sangat pulas,pasti kau sangat kecapek'an...mana mungkin aku tega membangunkanmu....yasudah cepat bangun dan mandi..."
"aku ingin berolah raga sebentar sayang..." ucap Bin langsung berdiri dan berjalan kebalkon kamarnya.tempat dimana ia sering melakukan olah raga.
"baiklah aku mandi dulu..." ucap Ling sambil menuju kamar mandinya.
Tak lama Ling sudah selesai mandi dan sudah mengenakan dres ungu selutut yang bawahnya mengembang.
Dia duduk dibalkon menemani suamiya yang masih mengangkat barble ditangan kanannya.keringat sudah bercucuran didahi dan seluruh tubuh Bin.membuatnya telihat lebih sexi.
Ling mendekati Bin sambil mengelap keringat diwajah Bin dengan handuk yang ia bawa.Bin pun menghentikan aktivitasnya.
"kenapa kau memandangku seperti itu sayang." tanya bin saat melihat Ling memandangnya lekat.
"kau sexy sayang dengan keringat mu ini..." ucap spontan Ling yang membuat bin terseyum lebar.
"apa kau ingin menggodaku hee???" ucap bin langsung menatik pinggang ling dan akan mencium bibir Ling yang sudah memakai lipstik itu.
"mandi dulu sayang" ucap Ling cepat dan menutup bibirnya dengan satu tangannya.
"hemmm iya iya,awasnya nanti...." ucap bin yang merasa kesal karena keinginnannya ditolak Ling.ia segera melepaskan pelukannya dan bergegas mandi.
Bin pun sudah keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan stelan jas yang sudah disiapkan Ling.
Kemeja hitam dengan setelan jas dan celana yang senada warna biru tua.membuat penampilan bin terlihat cool dan berwibawa.
Ling yang sudah memakai jas putih kebesarannya membantu bin mengenakan jasnya.
"Hati hati ya sayang saat dirumah sakit,jangan naik turun tangga okey dan ingat kau disana hanya sampai jam makan siang,nanti aku jemput." ucap bin tegas pada istrinya.
"iya aku mengerti sayang" jawab ling.
"tapi berikan aku kecupan manis dulu..." pinta bin yang mulai bersikap manja.
__ADS_1
Ling hanya terseyum simpul dan langsung mencium bibir manis bin.
Bin menarik pinggang dan tengkuk ling.ciuman itu ckup lama dan hampir berubah menjadi ciuman panas klo saja ling tak melepaskan bibirnya.
"sudah,,,ayo sarapan dulu" ucap ling sambil memegang tangan Bin.
Mereka pun bersama sarapan terlebih dahulu.
Setelah selasai sarapan Bin mengantar Ling sampai diRumah sakit.
Hanya sampai diloby Rumah sakit Bin mengantar Ling.
"masuklah dan hati hati ya sayang,aku akan menjemputmu nanti" ucap bin sambil mengelus perut Ling."
Ling pun bergegas masuk masuk kedalam gedung Rumah sakit berlantai dua itu.
melihat istrinya sudah masuk kedalamBin segera melangkah kembali keIstana.meskipun hatinya terasa berat membiarkan istrinya masih bekerja.entah kenapa hati bin tidak tenang.tapi disisi lain banyak tugas yang sudah menantinya.
Dari sudut luar gedung Baemin melihat kedekatan sepasang suami istri itu.ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan segala emosi dihatinya.
Ling sudah sampai diruang kerjanya.ia membuka beberapa berkas untuk ia tandatangani..
Baemin mulai merencanakan sesuatu,dia sudah gelap mata karena rasa kekecewaannya.
Ling masih berada di ruangannya,sampai drChen menghampirinya.
"Selamat pagi putri Ling,,saya sudah mendapat telfon dari tuan Bin kalau hari ini hari terakhir anda kerumah sakit.."
"iya dok,maaff lagi lagi aku merepotkanmu...sebenarnya aku masih ingin kesini,tapi Bin melarangku." ucap Ling dengan sendu.
"jangan bersedih putri,ini untuk kebaikan anda,sebentar lagi anda akan melahirkan jadi anda memang harus banyak istirahat.Dan soal Rumah sakit serahkan semuanya pada saya putri.anda tak perlu khawatir.dengan sepenuh hati saya akan menjaga rumah sakit ini." ujar dr.chen panjang lebar menjelaskan pada Ling.
"saya paham putri."
"dan satu lagi nanti aku ingin menemui semua pasien dan perawat disini dokter,aku ingin meminta doa mereka agar persalinanku lancar...".
" tapi putri sesuai pesan tuan Bin anda tidak boleh turun..."dr.chen memperingatkan Ling.
"tenanglah dokter,aku akan pelan pelan".
" baik kalau begitu saya permisi dulu putri."
dr.Chen pun segera keluar dari ruangan Ling.
Ternyata dari tadi Baemin berdiri didepan pintu ruangan Ling baemin sengaja menguping pembicaraan Ling dan Dr.Chen.
gadis licik itu segera pergi saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang ingin keluar dari ruangan itu.
Tak terasa sudah hampir jam makan siang.
Ling menghembuskan nafasnya kasar.
**sepertinya aku akan merindukan ruangan ini....kenapa jam berlalu dengan cepat,,sebaiknya aku menemui pasien anak anak dulu baru kebawah.**gumah Ling sendiri.
Disisi lain,Bin sedang berada diruang kerja mertuanya Raja Kim bersama pangeran Yuan.mereka bertiga sedah membahas proyek yang dikunjungi bin dan Yuan kemarin.
"bagaimana putra putra ku,apa semua sudah beres dan bagaimana lokasinya?" tanya Raja Kim pada Yuan dan Bin yang sedang duduk didepannya.
__ADS_1
"semua lancar ayah,lokasinya juga bagus tak ada masalah." ucap yuan.
"benar ayah lokasinya sesuai dengan permintaan ayah,keamanan disana juga sangat terkendali,," ujat Bin menambahkan.
"bagus segera mulai proyek itu." pinta Raja Kim pada kedua putranya.
"baik ayah" ucap mereka kompak.
Dirumah sakit Ling sedang berada dibangsal anak.Ling memang senang bercanda dengan beberapa pasien anak.baginya itu suatu kebahagian tersendiri.
Setelah cukup lama diruangan itu,Ling pun keluar,saat itu suasana dilantai dua cukup sepi karena para perawat sebagian sudah pergi untuk makan siang.hanya ada beberapa perawat dilantai bawah.
Ling pun berniat menuju kelantai satu.dia ingin menunggu Bin dibawah saja.
Dengan pelan Ling menuruni tangga dengan memegang perutnya yang buncit ditangan kanannya sementara tangan kirinya berpegang kuat ditangga.
Tanpa dia sadari ada seorang yang sudah berdiri dibelakanya.dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya.orang itu dengan sengaja dan keras mendorong tubuh Ling hingga membuat keseimbangan Ling hilang.
Ling benar benar terkejut dan secara spontan pegangan tangan nya lepas begitu saja.
Tubuh Ling melayang dan berguling diatas tangga sampai lantai bawah.
Aaakkrrrrr.....dan buggggg......suara jeritan ling disusul suara hempasan tubuh ling dilantai.dengan posisi yang terlentang ling merasakan kesakitan yang luar biasa.Ling sempat melihat sekilas orang yang sudah mendorongnya sebelum orang itu pergi begitu saja.
"tolong...tolong.." suara ling mulai pelan dan ling kehilangan kesadaran.
Salah satu perawat yang kebetulan lewat berteriak mendapati tubuh atasannya itu terkapar tak berdaya.
Dr chen yang baru saja kembali dari luar segera berlari menolong ling.dipanggilnya securyty dan beberapa perawat pria untuk mengangkat tubuh Ling kedalam ruang IGD yang tak jauh dari tempat Ling.
Dengan keadaan panik dr.Chen menghubungu Bin yang masih bersama mertua dan kakak iparnya.
Mendengar bunyi ponsel disaku jasnya,Bin langsung mengambil dan menjawab panggilan itu.
"Hallo dr.Chen,,ada apa tumben menghubungiku?" saut Bin yang masih santai.
"tuan Bin segera kerumah sakit...putri Ling jatuh......"ucap dr itu diujung sambungan. expresi wajah Bin berubah pucat pasi dan tanpa sadar melepas ponsel digenggaman tangannya.
Raja Kim dan Yuan saling menatap merasa ada yang tidak beres.
" ada apa Bin....?ucap Raja kim.
tapi bin masih diam tertegun.tatapan matanya kosong.
Yuan yang merasa khawatir langsung mengambil ponsel bin yang terjatuh,ternyata sambungan telpon dr.chen masih hidup.
"katakan dr.Chen ada apa??"ucap Yuan cepat.
Matanya terbelalak mendengar ucapan dr.chen.
" ayo bin jangan buang waktumu,kita harus segera kesana."
ucap yuan menyadarkan lamunan Bin.
Yuan segera mengandeng tangan Raja kim yang belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. mereka segera berlari menuju Rumah sakit istana mengikuti Bin yang sudah berlari cepat didepan mereka.
Tak lupa yuan memberi perintah pelayan untuk mengabari Yurin istrinya.
__ADS_1
Keadaan istana menjadi sangat riuh.para pelayan dan seisi istana menjadi khawatir setelah mendengar kabar putri jatuh.
semua sangat terkejut dengan kabar buruk ini.mereka pun berharap putri dan kandungannya baik baik saja.