Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Terasa


__ADS_3

 


Yurin dan pangeran berjalan menuruni anak tangga dari balkon ke lantai bwah dengan pelan.yurin berada didepan.


 


Entah karena gugup atau kurang hati"tiba tiba yurin terpelesat,dengan cepat pangeran yang ada dibelakangnya menarik lengan tangannya hingga tubuh mereka begitu dekat.


Deggg.....


jantung Yurin berdegup kencang saat pangeran ada di dekatnya,tangan pangeran menahan tubuh mungilnya.tak beda jauh dengan pangeran yang merasakan hal yang sama.dia baru sadar ada yang aneh dengan dirinya.Pandangan mereka saling beradu.untuk beberapa saat mereka saling terdiam dengan posisi sperti itu.


Keduanyapun tersadar.pangeran melepaskab tubuh Yurin dengan pelan,yurin merasa sangat malu.keduanya terlihat canggung dan salah tingkah.


"trima kasih pangeran...." ucap yurin sambil melihat kearah pangeran yang hanya terseyum memandangnya.


Keduapun lanjut berjalan ke dalam rumah.


Ternyata semua sudah tidur.hanya tinggal bin yang masih terjaga.Yurin pun meminta ijin untuk pulang kerumahnya yang hanya berselisih dua rumah dari rumah nenek Bin.


Setelah kepulangan Yurin.pangeran bergegas tidur diruang tengah bersama dr.chen.Namun saat pangeran sudah menarik selimutnya dia tiba"teringat kejadian tadi.hatinya sedikit bergetar dan terasa sudah ada seyum simpul diwajahnya.sama seperti yurin saat itu yang berada dikamarnya,mengingat hal tadi membuatnya sedikit malu tapi merasa bahagia...


 


Keesokkan harinya.


 


Putri ling sudah bisa berdiri dan berjalan pelan keluar kamar.Bin selalu menemaninya.dia melihat kakaknya sedang bersiap siap untuk kembali keistana dengan dr.chen.Terlihat juga nenek dan Byul didapur sedang menyiapkan hidangan untuk sarapan.tak lama Yurin yang sudah mandi dan mengenakan dres biru selutut,masuk rumah dan lgsg menuju dapur,melewati pangeran yang sedang merapikan baju dan file"nya.lagi lagi tatapan mereka beradu sekilas.pangeran menghentikan sejenak aktivitasnya.Dari kejauhan putri Ling melihat itu.dia merasa ada yang aneh dengan kedua orang itu.


Sarapan pun sudah siap,semua berada dimeja makan tak terkecuali.Bin duduk berhadapan dengan putri.pangeran Yuan berada disamping putri.Yurin berada disamping Bin berhadapan dengan pangeran.sementara dikursi lain ada nenek byul dan dr.chen..mereka pun menyantap hidangan yang ada dimeja.sesekali pangeran menyuapi putri ling dengan pelan.membuat semua orang yang ada disitu melihat begitu besarnya kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.suasana hening terasa.tak lama semua sudah selesai makan.


Putri mengikuti kakaknya diruang tengah bersama dr.chen dan Bin.sedangkan yurin nenek dan Byul membereskan meja makan tadi.


"apa kakak sudah selesai beres"?


tanya putri pada pangeran sambil duduk disamping kakaknya.


" *iya q sudah selesai ling...bagaimana kau sudah merasa baik kan,,kuharap dalam beberapa hari kedepan kau sudah bisa kembali keistana,pasti ayah sangat merindukanmu....."


 

__ADS_1


"iya kak aku juga sangat merindukan ayah,semoga ayah benar" tak tahu tentang sakitku ini..."


 


"tenanglah...q sudah menyuruh paman Ji untuk merahasiakan hal ini didepan ayah*..."'


Lalu nampak satu pengawal istana masuk menghadap Pangeran Yuan sambil memberi hormat.memberi kabar bahwa Hellycopter yang menjemput pangeran sudah tiba.


" pangeran helly nya sudah siap......''


Pangeran pun beranjak dari duduknya sambil memeluk adik kesayangannya.


"jaga dirimu baik baik ling,,,,jangan keras kepala.....oke....aku kembali dulu."


melepaskan pelukannya pada putri ling,pangeran mendekati Bin.


"*q titip adikku padamu pengawal Bin,jaga dia baik",, jangan sampai kau lengah lagi...."


"tentu pangeran itu sudah menjadi tugas saya*" sambil menundukkan kepala bin menjawab tegas perkataan pangeran didepannya.


Pangeran pun berpamitan pada nenek dan menyalamainya sambil sedikit membungkuk.


"*jangan sungkan pangeran,suatu kehormatan bagi saya,pangeran bisa tinggal dirumah saya yang sederhana ini.saya justru merasa senang,lain waktu pangeran bisa kesini lagi....."


"tentu nek,kalau begitu saya pamit nek*"


Pangeranpun memandangi Yurin yang sudah berdiri dibelakang nenek dan mendekatinya.


''aku pamit dulu nona yurin,terima kasih sudah menemaniku.....sampai berjumpa lagi.''


mereka bersalaman,tatapan mereka beradu cukup lama.tergurat kesedihan dimata yurin.


Tak lama mereka menyadari byak orang melihat mereka.


Pangeran pun bergegas berjalan keluar rumah dengan Dr.chen yang juga sudah berpamitan dengan semuanya.


Semua mengantar sampai luar rumah.pangeran sempat menoleh kebelakang memandang sekilas kearah putri Ling dan juga Yurin.entah kenapa hati pangeran juga sangat berat pergi dari tempat itu,dia merasa sedih,tapi tanggung jawab yang begitu besar sudah menunggunya.


Yurin tak sanggup melihat tubuh pangeran berlalu dihadapannya.tanpa disadarinya air mata sudah membasahi pipinya.dia dengan cepat menyembunyikan hal itu dari semus orang dan berlari menuju halaman belakang.


melanjutkan tangisannya.

__ADS_1


"kenapa hati ini terasa sakit melihat dia pergi......kenapa aku begitu takut tak bisa bertemu dengannya lagi....perasaan apa ini...aku sadar aku hanya seorang wanita desa.dan dia seorang pangeran yang sempurna..tentu ada banyak wanita yang menyukainya.....tuhan tolong jangan siksa aku dengan perasaan ini....." yurin berucap sendiri sambil memandang langit yang cerah pagi itu.tapi tak secerah hatinya saat ini.


Dia pun mengusap air matanya dan kembali masuk kerumah.Yurin berubah menjadi murung dan pendiam didepan semua orang.


Bin merasakan hal itu karena dia sudah paham betul sifat sepupunya itu dari kecil.


Bin mendekati yurin yang sedang duduk diruang tengah.


"apa kau baik" saja yurin?"


Yurin memandang lekat Bin yang sudah duduk disebelahnya.


"memangnya aku kenapa bin,aku baik baik saja....."yurin terseyum simpul seakan menutupi perasaannya didepan Bin.


" kau jangan berbohong padaku yurin...aku sudah sangat mengenalmu......ayo ceritalah padaku. mungkin bisa membuatmu lega...."


sambil menggenggam tangan yurin.


sedangkan yurin hanya bisa terdiam menahan air matanya agar tak terjatuh didepan Bin.dia merasa malu kalau harus mengakui perasaan yang aneh ini.


"baiklah aku tinggal dulu ,aku harus menemani putri ,,ingat Yurin jika kau ada sesuatu ceritalah padaku."


Bin pun beranjak pergi menuju kamar.ternyata dari tadi putri sudah berdiri mengamati bin dan Yurin yang sedang berbicara.putri juga merasakan ada yang aneh dari Yurin.


Tak lama Yurin berpamitan pulang.


Dikamar bin dan putri sedang bersama.


putri berbaring lagi diranjangnya karena masih merasa lemas....


"apa kau sudah baikan sayang....?"


Dengan seyum simpulnya putri mengangguk pada Bin.


"*aku berharap aku bisa cepat pulih...aku sudah sangat merindukan ayah."


"kau pasti akan segera pulih....lalu kita akan langsung kembali keistana....istirahatlah...aku kebelakang sebentar*.....''


Bin mencium kening putri sambil berlalu berjalan keluar kamar.


Malam hari tiba. Bin masih selalu menemani putri.duduk sambil mengamati wajah cantik putri.sampi bin tertidur disamping ranjang putri.tapi putri menyadarinya.dan langsung duduk mengamati bin.mengusap lembut wajah pria yang sangat dia cintai ini.memberi kecupan hangat dipipi Bin.putripun kembali tidur.

__ADS_1


__ADS_2