Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Pernikahan.


__ADS_3

Hari berganti Sang surya sudah memancarkan sinarnya menyapa seluruh penghuni istana.sudah terlihat kesibukan diberbagai sudut tempat itu menandakan kalau hari ini adalah hari besar.hari dimana putra mahkota akan menikah.


Dikamar bin dan ling sudah selesai mandi.mereka bersiap siap untuk acara sakral pagi ini.Ling sudah terlihat anggun menggunakan pakaian adat korea berwarna biru muda.Bin juga terlihat begitu tampan dan berwibawa dengan setelan jas hitam yang beraksen garis warna merah di beberapa bagian.saat mereka sudah siap ling langsung berjalan menuju kamar Yurin yang sudah penuh dengan beberapa pelayan yang meriasnya.sementara bin pergi menemui kepala pengwal memastikan semua keamanan istana dalam pantauannya.


"yurin kau begitu cantik hari ini,,,pasti kakakku akan terpukau melihatmu...." bisik Ling didekat yurin yang masih duduk didepan meja riasnya.yurin merasa tidak percaya melihat dirinya sendiri dipantulan kaca didepannya.sangat berbeda,,pipi yurin menjadi merah mendengar ucapan calon adik iparnya itu.benar saja selain riasan wajah dan tatanan rambut yang membuat dirinya sangat cantik,baju pengantin yang dipakai yurin adalah baju yang sangat indah dan mewah sama seperti yng dikenakan ling dulu.


Tak lama protokol istana masuk dan memberi tahu kalau upacara pernikahan akan dimulai 15 menit lagi karena ini sudah pukul 09.15 pagi.Hati yurin semakin gugup tapi Ling berusaha menenangkan.sampai akhinya Ling menuntun yurin keluar kamar menuju koridor istana.kali ini ling yang akan mendampingi Yurin sampai dialtar pernikahan.mereka berjalan pelan ke halaman istana yang sudah disulap menjadi tempat yang indah.Sudah terlihat banyak tamu undangan dari kalangan pejabat,keluarga dan juga begitu bnyak reporter ingin meliput acara besar ini.


Pangeran merasa sangat gugup dia sudah berdiri dari tadi.tatapannya tertuju pada seorang gadis cantik yang terlihat begitu mempesona hari ini yang sedang dituntun oleh adiknya sendiri berjalan mendekatinya.


Tak beda dengan Yurin,merasa sangat terpukau dengan ketampanan calon suaminya yang mengenakan jubah kebesaran berwarna emas.semua prosesi susah dilalui sampai akhirnya semua hadirin memberi tepuk tangan.Ling yang duduk disamping Bin begitu terharu sampai menitikan air mata.baginya kakaknya adalah panutan dihidupnya.kebahagiaan kakaknya adalah hal penting untuknya.


Raja Kim dan Bibi han merasa sangat lega.melihat calon pewaria tahta itu sekarang sudah memiliki pendamping.Nenek juga merasa sangat bahagia,beliau tak menyangka dua cucunya menikah dengan anggota kerajaan..


Kedua mempelai pun memberi hormat untuk semua anggota keluarga.dan bergegas untuk diarak keliling kota sampai menjelang sore mereka baru kembali.baru saat malam harinya diakan acara resepsi pernikahan untuk undangan umum.


menjelang malam yurin sudah siap dengan gaun putihnya yang terlihat mewah sementara pangeran mengenakan stelan jas Tuxedo berwarna putih.menambah kesan berkelasnya...


mereka menemui para tamu undangan dari berbagai kalangan profesi di aula istana.dari pejabat,sahabat hingga selebriti.

__ADS_1


Acara malam itu berjalan lancar.sampai akhirnya yurin terduduk dikursi tamu,merasa sangat lelah.kakinya serasa mau putus karena sangat pegal.pangeran yang masih terlihat berbincang dengan beberapa teman selebritinya pun menyadari keberadaan yurin yang sudah terlihat lelah.pangeran pun minta ijin pada teman"nya untuk undur diri mendekati istri imutnya itu .


"kau pasti sudah sangat lelah ya sayang....sabar ya sebentar lagi para tamu undangan akan berangsur pulang.." Ucap Yuan sambil memegang tangan yurin.


"iya pangeran...aku tidak apa" kok hanya sedikit pegal saja...."jawan yurin dengan seyum manisnya,berusaha tetap kuat meski tubuhnya sudah sangat lelah.


30 menit kemudian para undang sudah berangsur berpamitan untuk pulang.tempat itu sudah terlihat sepi tinggal anggota keluarga kerajaan saya yang masih ada disitu.Ling mendekati kakaknya yang masih berdiri melambaikan tangan pada semua teman"nya yang akan pulang.


"kak...ayo cepat gendong istrimu kekamar...dia sudah sangat lelah..."Ling berusaha menggoda kakaknya itu.


" iya iya adikku sayang...,aku pasti akan menggendongnya....."sambil mencubit pipi mulus adinya itu kemudian berjalan menuju Yurin.


"ayo sayang kita kekamar,,acaranya udah selesai...." tanpa mendengar jawaban dari yurin,pangeran langsung menggendongnya ala bridel menuju kamar pengantin mereka yang sudah dihias begitu indah.sesampainya dikamar yuan meletakkan tubuh istrinya diranjang besarnya.Yurin masih terdiam dan merasa sangat gugup.


"luruskan kakimu dulu ya sayang disini...aku akan mandi dulu,aku sudah sangat gerah...." ucap pangeran dan langsung berjalan menuju toilet kamarnya.sementara yurin juga sudah tak tahan dengan make up tebal yang menempel diwajahnya,ia berjalan dan duduk didepan kaca,mencoba membersihkan riasan diwajahnya dan menggeraikan rambutnya.Tak lama pangeran sudah keluar dari toilet hanya menggunakan lilitan handuk dipinggangnya.berjalan mendekati yurin.


Yurin begitu shok melihat tubuh kekar suaminya itu,begitu sempurna menurutnya.dada yang begitu bidang dan kulit yang begitu putih.Yurin benar"ingin pingsan karena rasa gugupnya.tanpa ia sadari dua tangan kekar itu sudah memeluknya dari belakang...


"kau ingin mandi atau makan dulu sayang??" ucap pangeran penuh penekanan.yurin reflek langsung berdiri dan menuju toilet tanpa menghiraukan ucapan suaminya itu karena merasa sangat gugup.Yuan yang melihat tingkah imut istrinya itu hanya terseyum.yuan pun duduk didepan meja untuk makan sedikit makanan yang sudah disiapkan.

__ADS_1


Yurin pun keluar toilet memakai gain tidur sutra berwarna merah yang sudah disiapkan didalam toilet tadi..sangat malu dan berjalan pelan mendekati suaminya yang terduduk disamping ranjang sambil mengamati ponselnya.Tatapan mata Yuan teralihkan dengan keberadaan yurin disisinya.ia begitu terpana dengan keanggunan dan keseksian istrinya itu.ia dengan cepat menarik tangan yurin hingga terduduk dipangkuannya.memandang lekat dua bola mata yurin yang indah.


"apa kau ingin makan sayang...dimeja ada makanan kalau kau mau..." sambil mengelus pipi mulus yurin.


"aku tidak lapar pangeran......" jawab yurin sambil meremas kedua tangannya karena merasa sangat gugup.mendengar jawaban yurin,seyum simpul tersirat diwajah tampan pangeran.


"sayang....apa aku boleh melakukannya sekarang...?aku ingin memakanmu...." bisik yuan pelan didepan telinga yurin.merasa sangat terintimidasi oleh tatapan suaminya itu yurin hanya bisa mengangguk.


Dengan cepat Yuan menyambar bibir mungil yurin,melumatnya dengan penuh hasrat sambil merebahkan tubuh mungil istrinya itu diranjang.tangannya mulai melucuti semua baju yurin hingga mereka sudah benar"polos.sejengkal demi sejengkal pangeran begitu menikmati tubuh yurin apalagi dua gundukan kembar itu yang menurutnya lumayan besar dan sintal membuatnya mabuk kepayang.selalu ingin memainkannya,apalagi mengulum dan menghisapnya,lagi dan lagi....sungguh kenikmatan yang luar biasa.yurin menggigit bibir bawahnya menikmati sentuhan"hangat dari suaminya yang sudah sangat berhasrat padanya.sampai desahan yang ckup keras keluar dari mulutnya.membuat pangeran sangat puas.keduanya larut dalam kegitan panas itu selama beberapa jam,hingga keduanya terkulai lemas karena merasa lelah.pangeran memeluk erat tubuh mungil yurin.


"trima kasih sayang....apa kau bahagia..?" tanya Yuan ditelingan yurin yang sudah berada didekapannya..


"iya. aku sangat bahagia....harusnya aku yang berterima kasih pangeran karena sudah mau menjadikan aku pendampingmu...."


"sudah jangan berfikir macam"... cepat tidur atau kau mau aku minta lagi....." ucap pangeran yang menggoda yurin.rona pipi yurin memerah,,


"jangan nakal pangeran apa kau ingin membuat aku besok tak bisa bangun dari ranjang ini....aku mau tidur ah...." jawab yurin yang menutup wajahnya dengan bantal.sementara pangeran menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos,terseyum sambil mencium lekuk leher yurin dari belakang.semakin menguatkan dekapannya.serasa mimpi karena sudah ada wanita yang ia cintai menemaninya tidur.


Malam begitu indah dengan cahaya bulan yang begitu terang.menghiasi langit yang cerah.semakin menambah suasana romantis kedua penganti itu.

__ADS_1


__ADS_2