
Putri semakin betah dirumah Bin.tak terasa sudah 2 mingguan dia meninggalkan istana.
saat putri bersantai duduk dengan bin dihalaman belakang terdengar suara ponsel milik putri.dia segera mengangkatnya.ternyata dari kakaknya pangeran Yuan.
"hallo adikku sayang...bagaimana kabarmu disana?kelihatannya kau betah ya....?
" kabarku baik kak..iya benar kak aku merasa nyaman disini.....bagaimana kabar ayah dan bibi Han?"
"Ayah dan Bibi baik" saja.....tapi ayah sudah merindukanmu Ling....apa kau masih lama disitu? apa pengawal Bin menjagamu dengan baik disana?
"Dia sangat baik kak menjagaku,,tenanglah....
aku juga merindukan ayah kak....karena nenek sudah sehat.mungkin beberapa hari lagi aku akan kembali kak...sampaikan salam sayangku untuk Ayah dan Bibi ya.....kakak juga jaga kesehatan ya....."
"baik lah kalau begitu....kakak menunggumu ling.....kakak akan sampaikan pada ayah...sampai jumpa adikku sayang..jaga dirimu baik" ya disana....."
Putri menutup pembicaraannya....
__ADS_1
Tak lama Bin berpamitan dia ingin keluar sebentar untuk membeli beberapa kebutuhan makanan.meninggalkan putri bersama nenek yang sedang tertidur.
Setelah beberapa saat bin keluar rumah.
soojin datang kerumah,kakinya sudah sembuh.dia sengaja ingin menemui putri saat bin tak ada dirumah.Putri mengajak soojin berbicara di halaman belakang.agae tak menganggu istirahat nenek.
"Soojin kau sudah sembuh rupanya....apa ada yang bisa kubantu?"
Terlihat wajah siniz dimuka soojin.menjawab pertanyaan putri.
"harusnya aku yang bertanya padamu putri Ling...kenapa kau betah sekali disini,,padahal Bin hanya pengawalmu....harusnya kau cepat kembali keistana setelah nenek sembuh..."
"*Apa aku tidak boleh lama disini?aku sudah menganggap nenek seperti keluarga sendiri...aku juga tidak merasa mengganggu siapapun disini...."
"tentu tidak boleh...apa kau tidak merasa menjadi penghalangku mendekati bin,aku sudah lama menunggunya dan aku tidak suja dia berada dekat denganmu....apa kau merasa seenaknya karena kau seorang putri...."
"*jaga ucapanmu soojin...walau aku seorang putri,aku tidak pernah memanfaatkan posisiku untuk hal hal yang tidak baik.aku tidak ada niatan menghalangimu disini ,jika memang begitu aku minta maaf padamu**.
__ADS_1
Emosi sojin meledak.tiba tiba dengan sekuat tenaga dia mendorong putri hingga putri terjatuh.kepalanya terbentur batu.putripun tak sadarkan diri.
Soojin merasa gugup dan dengan cepat ia meninggalkan rumah Bin.ia tak mau orang lain tau dia yang melukai putri.sementara nenek tak tau kejadian itu.karena nenek sedang tidur dikamarnya dengan pintu tertutup.
Bin pun kembali kerumah.dia mencari keberadaan putri.betapa terkejutnya ia mendapati putri tak sadarkan diri di halaman belakang.dengan darah yang keluar dari kepalanya.Bin benar" gugup dan takut.segera dia menggendong putri ke kamarnya.lalu dia menemui nenek yang sudah terbangun dikamarnya.nenek tak mengetahui apa yang menjadi penyebab putri seperti itu.Dengan cepat Bin dan nenek mengobati luka dikepala putri dengan alarmt seadanya.Bin juga memanggil bibi san untuk membantunya.
Bin juga memanggil tabib didesanya.
Tak lama tabib sudah memeriksa dan melingkarkan perban dikepala putri.
"sepertinya luka dikepala putri cukup serius tuan Bin.kepalanya terbentur cukup keras.aku sudah memberinya ramuan.mungkin dia akan tak sadarkan diri untuk beberapa hari.jika dalam tiga hari putri masih belum sadar kita harus segera membawanya ke rumah sakit dikota." ujar tabib pada Bin.Tabib pun berpamitan untuk pergi.
Bin terkulai lemas melihat wanita yang dia cintai seperti itu keadaannya.dia menyalahkan dirinya sendiri.kenapa meninggalkan putri dirumah.
"jangan menyalahkan dirimu sendiri nak..ini semua musibah.kita harus slalu berdoa agar putri bisa cepat kembali sadar" ucap nenek sambil mengelus bahu bin yang duduk disamping putri.Bibi san pun merasa sedih juga melihat keadaan putri.karena putri sudah sangat baik padanya.kemarin saat putranya sakit.putri dengan senang hati mengobatinya.
Hari sudah malan.Bin terus menunggu putri sambil menggenggam tangan putri.wajahnya begitu sedih.dia begitu khawatir dengan keadaan putri.dia mencium kening putri dengan lembut.tak terasa air matanya keluar begitu saja.
__ADS_1
"bangunlah sayang....kumohon jangan seperti ini....aku sangat mrncintaimu sayang..." sambil mengelus pipi putri.wajah putri yang terlihat sudah sangat pucat.Bin terus menjaga putri.berharap putri segera membuka matanya.