Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Terungkap


__ADS_3

**Makasihya yang udah setia menunggu......


Hapy reading**..


Bin dan Yuan berjalan cepat menyusuri sebuah lorong menuju penjara bawah tanah yang berada dibelakang istana utama.


Tak lama mereka sudah sampai ditempat yang sudah penuh dengan penjagaan pengawal istana.


Bin dan Yuan masuk setelah penjaga membukakan pintu penjara itu.


Mereka berjalan menuju satu ruangan khusus isolasi.Dari luar dinding kaca terlihat pengawal Kyun sedang duduk berhadapan dengan seorang pria yang sudah duduk dengan tubuh terikat dikursi.Pria itu terlihat hanya menunduk,tanpa menatap pengawal Kyun yang ada didepannya.


Pengawal Khun bergeges keluar dari ruangan itu setelah mengetahui keberadaan pangeran Yuan dan Bin dibalik dinding kaca.


"Selamat Siang pangeran,tuan Bin..." sapa pengawal Kyun sambil mununduk pada dua orang dihadapannya.


"Bagaimana hasilnya?apa dia sudah buka mulut?''tanya Yuan dengan tegas.


" Maaf pangeran selama dua jam saya mengintrogasinya,dia hanya diam membisu.tapi ada sesuatu yang harus saya tunjukkan pada anda berdua"


Yuan dan Bin menyerngitkan dahinya merasa penasaran dengan ucapan pengawal Khun.


Pengawal Kyun segera mengambil sebuah Laptop dan menunjukkan sebuah rekaman pada Yuan dan Bin.


Setelah beberapa saat mengamati rekaman video itu,mata kedua pria itu melebar karena merasa terkejut.


"Baemin....????" ucap Bin mengambang sambil melihat kearah pengawal Kyun.


"iya tuan Bin,anak buah saya menemukan rekaman CCTV didepan kamar pengawal Kwok ini sehari sebelum kejadian itu.Dilihat dari rekaman ini sepertinya mereka terlihat sangat dekat,Nona Baemin juga terlihat memasukkan sesuatu kekamar pengawal Kwok saat itu." ucap pengawal Kyun menjelaskan.


"Apa ini artinya gadis itu ada hubungannya dengan kejahatan ini?" ucap Yuan yang menerka.


"Saya juga berfikir seperti itu pangeran.Tapi sepertinya pengawal Kwok menyembunyikan fakta ini."

__ADS_1


"Serahkan padaku,aku akan menemuinya.!" ucap Bin yang sudah mulai emosi lagi.


"aku temani..ayo Bin.." ucap Yuan.


Mereka berdua pun masuk diruang gelap dan pengap itu.hanya ada sebuah lampu kecil yang bergelantung di atas kursi mereka.


Yuan langsung duduk sambil melipat kedua tangannya didadanya.sedangkan Bin dengan spontan mendekati dan langsung menarik kerah baju pria itu.Pengawal Kwok yang sedari tadi hanya menunduk langsung mengangkat wajahnya menatap langsung kearah wajah Bin yang sudah begitu dekat dengannya.


Sorot mata Bin begitu tajam seakan emosinya sudah berada dipuncak.


"Dasar pria Brengsek....Dulu kita adalah teman tapi kenapa kau menyakiti istriku haaaa......" Teriak Bin tepat didepan wajah pria itu dengan sorot mata yang begitu tajam.


Pengawal Kwok hanya diam dan memandang kearah Bin dengan tatapan datar.


"Tenanglah Bin...dan Duduklah....!" ucap Yuan dengan santai.


Bin pun segera melepas cengkraman tangannya dikerah baju pengawal Kwok lalu duduk dikursi samping Yuan.


"Cepat katakan apa motifmu melakukan kejahatan ini?" ucap Yuan dengan nada datar serta wajah dinginnnya.


"Jika kau tetap diam,maka aku tidak akan melepaskan orang tuamu...!"


"Tolong pangeran lepaskan orangtua saya,mereka sudah tua,kasihanilah mereka pangeran.!" ucap Pria itu dengan nada memohon.


"kalau begitu cepat katakan apa motif dan tujuanmu?" ucap Yuan lantang.


Untuk beberapa saat suasana menjadi hening.


"Aku melakukannya karena aku merasa iri denganmu Bin,begitu mudahnya kau merebut hati Yang mulia Raja Kim dan menjadi Kepala Pengawal Istana,sementara aku yang sudah bekerja keras tak pernah dipandang Beliau.aku semakin membencimu saat kau juga bisa menikah dengan putri Ling,aku merasa hidup tidak adil,kau bisa mendapatkan banyak keberuntungan dan kebahagiaan.Maka aku berniat untuk menghancurkan kebahagianmu itu,,,yah istrimu adalah kelemahanmu bukan.....!!!" ucap Kwok dengan santainya.


"Apa....kenapa pikiranmu bisa sejahat itu..Jadi karena itu kau melakukan kejahatan pada istriku kenapa kau tak menghadapiku saja Haaaaa.....!!!" ucap Bin dengan nada tinggi.


"Apa hanya itu alasannya.......??Hanya karena rasa iri dan dengkimu kau berani mengambil langkah senekad ini?.bagaimana soal Baemin?" tanya Yuan yang belum percaya sepenuhnya dengan ucapan Pria itu.

__ADS_1


"Akuu sudah mempunyai bukti bahwa kau cukup dekat dengan wanita itu,cepat katakan apa dia yang menyuruhmu??Jika kau mau berkata yang sebenarnya maka aku akan segera melepaskan orangtuamu.!" ujar Yuan lagi dengan nada penuh penekanan.


Pengawal Kwok tak bisa berkutik dengan pertanyaan pangeran yang menyudutkannya.Kwok hanya diam karena sebenarnya dia sangat mencintai wanita licik itu.dan ingin melindunginya.


"Aku anggap diam mu ini adalah jawaban iya mu.....jadi benar ternyata wanita itu yang berada dibalik otak kejahatan ini....kenapa kau begitu bodoh mau bersekongkol dengannya?Apa imbalan untukmu sepadan?" ucap Bin dengan lantang.


"Aku mencintainya.......dan dia memberikan imbalan yang besar untuk kejahatan ini!'ucap Kwok dengan suara yang mulai pelan dengan sorot mata yang mulai sendu.


" Apa kau.........."ucap Bin terpotong.


"Iya ,,dia Rela menyerahkan mahkotanya untuk tidur bersamaku satu malam...." ucap Kwok masih dengan sorot mata yang sendu.


Yuan dan Bin seketika terkejut dan saling berpandangan.mereka tak menyangka gadis itu sangat licik dan gila.


"......Aku tak mengira gadis itu bisa seberani ini..Apa smua rencana dirumah sakit juga dia yang menyusunnya?" ucap Yuan .


"Benar Dia yang mengatur semuanya.Dia yang merencanakan saat jam istirahat itu Dia sengaja membawa makanan yang banyak dan menyuruh semua perawat dilantai dua untuk turun kebawah." ujar Kwok yang sudah berkata biasa menatap Yuan dan Bin.


"Benar benar Pintar gadis itu,dia membuat Alibinya kuat dan mencari celah untuk memberikan waktu pengawal Kwok melancarkan aksinya...." ucap Yuan menatap Bin.


"Lalu sekarang bagaimana kak? kita harus secepatnya menangkap Baemin, kita tidak bisa langsung menangkapnya karena dia mungkin saja bisa mengelak.." tanya Bin pada Yuan yang mulai memikirkan sesuatu.


"Gadis Licik itu harus dipancing Bin.....begini saja,apa Gadis itu tahu kau menyerahkan diri?" tanya Yuan pada Kwok.


Pria itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagus,kalau begitu hubungi dia dan ajaklah dia bertemu denganmu diluar istana.Bilang padanya kau membutuhkan uang lagi untuk bisa kabur..Kami akan mengawasi pertemuanmu.Dan saat dia menberimu uang dan berbicara soal kejahatan ini maka kami akan langsung menangkapnya.apa kau mengerti ucapanku?" ucap Yuan dengan Tegas pada pengawal Kwok.


Pria itu mengangguk lagi menjawab pertanyaan Yuan.


"Dan rencana penjebakan ini harus dilakukan nanti malam,begaimana kak?" ucap Bin.


"Benar,secepatnya gadis itu harus tertangkap.kita bicarakan ini dulu dengan kepala pengawal Kyun.ayo kita keluar dulu!"ajak Yuan pada Bin dan meninggalkan pengawal Kwok.

__ADS_1


Mereka pun keluar sementara meninggalkan pria itu.mendiskusikan jebakan yang akan dilakukam nanti malam bersama pengawal Kyun.


Sementara pengawal Kwok mulai menyesali perbuatannya.ternyata rasa cinta membutakan hati dan pikirannya.


__ADS_2