
Ling masih teratur mengecek keadaan pasien anak"dilantai dua.dia sendiri yang turun tangan untuk menangani keadaan anak"yang sedang sakit itu.ling merasa bahagia saat bersama anak anak itu.ditemani dua perawat yang selalu ada dibelakangnya.
Jam makan siang tiba ling terlihat berjalan pelan sambil memegang perutnya menuju lantai bawah.dia baru selesai melakukan tugasnya diruang perawatan anak.
Sementara diluar Bin sedang berjalan masuk kedalam rumah sakit sambil membawa makan siang untuk ia dan istrinya.
Dari kejauhan Baemin sangat senang bisa melihat Bin,ia pun segera menghampiri Bin yang sedang berjalan.
"selamat siang tuan Bin...senang bisa berjumpa dengan anda...!"
Bin sedikit merasa malas berjumpa dengan Bae min,dia hanya sedikit terseyum melihat kearah Baemin,Dia masih merasa berhutang budi pada gadis didepannya itu.
"apa saya boleh mengajak anda untuk makan siang bersama tuan?''ajak gadis itu secara berani sambil memegang lengan bin.
Bin merasa semakin tidak nyaman berada didekay gadis itu.Bin mencoba menolak halus ajakan bae min.
" maaf nona baemin..aku ingin makan diang bersama istriku...."bin berlalu begitu saja meninggalkan baemin yang masih berdiri,
Tapi Bae min tak hilang akal,tiba"dia berpura pura merasa kesakitan sambil memegang perutnya.membuat Bin yang sudah melewatinya beberapa langkah langsung berbalik mendengar rintihan gadis muda itu.
Bin lalu mendekati Baemin dan menahan tubuh baemin yang seolah ingin roboh.
"kau kenapa nona?" tanya bin dengan wajah cemasnya.
__ADS_1
"sepertinya magh ku kumat tuan,,,bisa antar aku keruang istirahat"pinta Baemin dengan pikiran liciknya.
Tanpa pikir panjang Bin langsung menuntun gadis itu keruang yang dimaksud,jarak mereka begitu dekat.Baemin bisa mencium aroma tubuh bin dan merasakan nafas bin yang cepat.baemin merasa puas bisa sedekat ini dengan Bin.
Tanpa disadari Ling dari tadi memperhatikan keduanya disudut ruangan.ia hanya terdiam mencoba mencerna apa yang barusan dilihatnya.dia mencoba berfikir jernih.sambil terus memandang mereka berlalu.ling lalu kembali keruang kerjanya.
Di ruang istirahat bin merebahkan tubuh gadis itu diranjang.lalu memberi segelas air putih untuk diminum Baemin.
" maaf aku tinggal dulu nona....."bin bergegas berjalan keluar ruangannya,tapi dengan cepat Baemin menarik tangan Bin.membuat pria tampan itu terkejut sambil melepas genggaman kuat baemin.
"*aku mohon jangan pergi tuan....temani aku disini....."
"*maaf nona aku tak bisa,tak baik jika kita berdua seperti ini disini....aku harus menemui istriku**...." Bin melangkahkan kakinya dengan cepat.
"apa tuan sangat mencintainya...atau karena dia seorang putri?"
Bin menoleh dan terseyum simpul
"iya nona baemin aku sangat mencintainya...bukan karena statusnya tapi karena hatinya....aku mohon jaga sikapmu nona...ini tak baik untuk mu..."
Bin membuka pintu dan segera keluar dari ruang itu.
Baemin hanya bisa mengepalkan kedua tangannya,hatinya benar"merasa marah.
Bin segera berjalan menuju ruang kerja istrinya masih dengan membawa makanab untuk mereka berdua.saat masuk dia melihat Ling berdiri dibalkon sambil termenung melihat langit siang yang ckup cerah.Bin langsung memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus perut buncitnya dengan halus.
__ADS_1
"sayang.....kau sedang memikirkan apa???ayo kita makan siang,aku sudah membawa makanan untuk kita" Bin mencium kepala Ling dengan kasih sayang.sementara ling masih terdiam.dia lalu berbalik dan terseyum simpul menatap bin.mencium pipi Bin lembut sambil memeluk erat suaminya itu,membuat bun sedikiit heran dengan sikap manja istrinya ini.
"apa kau begitu merindukanku??"ledek bin dengan terkekeh pelan.
" Hu'um....sangat.....aku tak bisa membayangkan jika aku kehilangan diriimu sayang......"Ling masih memeluk erat bin.
"hee aku juga merindukkanmu sayang....jangan berfikiran macam" oke..."
Bin lansung menuntun ling untuk duduk disofa,membuka makanan yang sudah mulai dingin.mengambil satu suapan lalu diarahkan kemulut istrinya.
Ling masih diam,dia menatap lekat bin begitu sayangnya dia pada Bin,mencoba mendekatkan tubuhnya pada suaminya itu.Bin merasa ling ingin bermanja manja dengannya.sampai satu pertanyaan ling membuatnnya tersedak..
"sayang....apa ada yang kau sembunyikan dariku.....apa ada wanita lain dihatimu selain aku??" ling menatap lekat kedua manik Bin.
Bin segera mengambil air minum untuk melegakan tenggorokannya.ia tak habis pikir kenapa ling bisa bertanya sepeerti itu.apa ling sudah merasa aneh dengan sikap baemin padanya akhir"ini.tapi Bin mencoba menutupi semuanya.ia tak ingin membuat ling cemburu atau berfikiran yang macam"
"kau ini bilang apa sayang....tidak ada yang aku sembunyikan darimu...dan camkan kata" ku...sampai kapanpun dihatiku hanya ada dirimu...oke...apa kau tidak percaya padaku.."
jawaban Bin membuat ling sedikit lega.meskipun dihatinya masih ada rasa kekhawatiran.ling juga heran kenapa suaminya tidak menceritakan soal sikap baemin.tp ling mencoba menepis semua pikiran"buruk itu.dia mencoba percaya sepenuhnya pada Bin.
Mereka melanjutkan makan siang dengan suasana hening.karena ling masih banyak diam.setelah selesai bin mencium kening ling dan berpamitan untuk kembali keistana.
"aku kembali keistana dulu ya sayang...nanti aku jemput..."
Ling hanya mengangguk dan terseyum meliihat suaminya pergi beranjak dari ruangannya.
__ADS_1
Ling masih terdiam,sambil menatap kosong laptop yang ada dihadapannya.mengelus perut besarnya untuk beberapa saat.menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk menenangkan pikirannya