
Dibandara
Bin melihat kearah jam ditangannya.terlihat sudah Pukul 07.00 .waktunya dia naik kepesawatnya.setelah menunggu setengah jam dibandara.Dengan perasaan kalut dan hati yang sedih Bin melangkahkan kakinya menuju pesawatnya.Dia pun sudah siap dengan kepergiannya.
Sementara itu putri Ling dikamarnya duduk didepan meja riasnya baru selesai mandi.Byul lalu menghampirinya.
"Apa putri sudah mengetauinya?"
Putri melihat byul dari kaca dengan penasaran.
"*Apa pelayan Byul aku tidak mengerti maksutmu."
"*Jadi putri belum tahu?pagi ini pengawal Bin berangkat ke Hanggul putri,mungkin pengawal Bin disana ckup lama.kabarnya dia sendiri yang mengajukan diri pada Raja untuk menyelesaikan proyek disana**."
Raut wajah putri berubar drastis menjadi sangat murung,tubuhnya terasa kaku.pikirannya kacau.
Byul melihat perubahan sikap putri lewat kaca.
Sambil mengalihkan kesedihannya putri terus menyisir rambutnya.dan mencoba mencari jepit rambut berbentuk angsa kesukaannya tapi tidak menemukannya.
"*pelayan Byul dimana jepit rambut kesanyangannku,kenapa tidak ada?"
"benarkah putri ,kemarin saya menata dan meletakkannya disini kenapa tiba tiba hilang...saya akan mencarinya lagi putri*...!"
__ADS_1
Dengan gugup byul masih membantu mencari jepit itu.tapi putri menghentikannya.
"Keluarlah dulu pelayan Byul,aku ingin sendiri dulu."
"Baik putri,jika anda butuh sesuatu saya
ada diluar."
Byul meninggalkan putri dikamarnya.
Putri beranjak dari kursinya berdiri disamping jendela kamarnya memandangi kolam ikan yang jernih.
**kenapa kau tidak berpamitan padaku pengawal Bin...apa aku sudah tidak berarti bagimu....kenapa terasa begitu sakit saat kau pergi.maaf kan aku karena tidak bisa jujur padamu.**
**Apa itu kau pengawal Bin,kenapa kau tidaj membangunkanku??...apa kau juga yang sudah mengambil jepit rambutku??**
Pikiran putri semakin kacau dan terus menangis hingga membuatnya jatuh bersandar pada dinding.dia menyembunyikan wajahnya du lipatan tangannya.
Byul yang mendengar tangisan putri dari luar kamar merasa khawatir dan masuk menemui putri.dilihatnya putri sudah jongkok disudut kamarnya,menangis sambil menyembunyikan wajahnya dikedua lipatan tangannya.
Byul pun mendekati putri.
"Putri ada apa denganmu,kenapa putri seperti ini,tlong putri jangan menyiksa diri sendiri seperti ini....saya mohon...."
__ADS_1
Putri pun sudah tak bisa menyembunyikan semuanya dari Byul.karena dari dulu Byul sudah seperti sahabatnya.
Putri memeluk Byul erat dan masih menangis.
"jangan putri sembunyikan lagi perasaan yang ada dihati putri selama ini.lihatlah sekarang putri merasa begitu sakit bukan,,,saya tau kalau putri juga mencintai pengawal Bin bukan?sekarang keluarkan semua kesedihan putri agar putri merasa lega"
Putri melepaskan pelukannya pada Byul.
"Terima kasih pelayan Byul kau membuatku lebih tenang.tapi aku mohon padamu tlong jangan katakan ini pada orang lain,kau mengerti?"
Byul hanya mengangguk dan mengelus pundak putri.
Putri blum bisa berangkat ke rumah sakit dia masih mengurung diri dikamar.dia memegang ponselnya.dilihatnya no Bin.
ingin sekali dia menghubungi Bin.tapi begitu berat melakukannya.
Pikirannya terus memikirkan Bin.
**apa Bin sudah sampai?apa dia baik baik saja?....Tuhan tlong lindungi dia,aku begitu khawatir,Hanggul bukan tempat yang aman.apa aku bisa menjalani hari hariku disini.**
Sampai malam putri masih terus ada dikamarnya.selera makannya pun hilang.
Byul hanya bisa memahami keadaan putri sekarang.dia pun tak berani menganggu putri.berharap hari segera berlalu.
__ADS_1