
Dikamarnya putri sedang berias setelah selesai mandi.bersiap untuk pergi kerumah sakit.Tak lama pelayab byul masuk dengan muka cemaz.
"*Ada apa pelayan byul,kenapa kau terlihat cemas begitu*?".
Byul berdiri didekat putri yang masih duduk didepan kaca.
" Apa putri sudah tau kalo Yang Mulia sedang sakit?"
Ucapan byul membuat putri Ling terkejut dan spontan berdiri.
"Ayah sakit?,, sejak kapan...aku segera kesana."
Belum sempat mendengar jawaban pelayan Byul putri bergegas keluar kamarnya berjalan cepat melewati lorong istana yang panjang menuju kamar ayahnya.
Sampai didepan kamar Raja Kim,putri langsung masuk,terlihat ayahnya yang sedang tidur terbaring lemah,wajahnya begitu pucat.
Putri terkejut melihat kondisi ayahnya.dia pun duduk dan menggenggam tangan ayahnya.
Putri tak sadar kalau ada kakaknya yang sedang duduk membaca buku.Dan juga ada Pengawal Bin yang berdiri disudut ruangan yang sejak dari tadi memperhatikan putri.
"Ayah bagaimana keadaanmu?"
Mendengar suara putrinya,Raja kim terbangun.
"Ohh putriku kau sudah disini...ayah tidak apa''...jangan terlalu mencemaskan ayah.
raja terseyum sambil mengelus pipi putri.
" Maafkan aku ayah,beberapa hari ini tugasku dirumah sakit lumayan banyak.sampai bertemu ayahpun aku jarang"
__ADS_1
"Ayah paham nak,itukan Rumah sakitmu kau harus mengurusnya dengan baik."
"Ayah sebenarnya sakit apa?apa yang dikatakan tabib?"
Pangeran Yuan yang dari tadi hanya diam.tiba tiba bangun dan mendekati adiknya.
"Ayah hanya kelelahan adikku sayang,,karena beberapa hari ini ayah sangat sibuk mendatangi beberapa acara diluar
istana.''
Suara kakaknya membuat putri baru sadar kalau ada kakaknya dari tadi.Putri juga tertegun mengetahu pengawal Bin juga ada dikamar ayahnya.
" Kakak......kau disini.....!"
Sambil menoleh kearaah pangeran Yuan,dan sekilas putri melihat pengawal Bin.
"Aku juga akan menemani ayah disini...aku sudah minta tolong pada dr.Chen mengurus beberapa pekerjaanku hari ini.Ayah cepat sembuh ya...beberapa hari lagi kan ulang tahun ayah...ngomong" ayah ingin hadiah apa dariku.....?"
Sambil menatap kearah Raja putri berbicara.
Raja Kim hanya terseyum memandang putrinya.
"Ayah tak ingin hadiah nak....kau tau apa keinginan ayah saat ini??''
Putri merasa penasaran dan menaikkan satu alisnya....
''Umur ayah semakin tua nak,,ayah ingin melihat kalian menikah...kalian kan sudah ckup dewasa,apalagi kau putri usiamu sudah 23 thn sudah pantas untuk memiliki pendamping.sebagai seorang wanita pantang untuk menikah terlalu tua.kau paham?"
Wajah putri berubah pucat saat Raja memintanya untuk segera menikah.begitu juga dengan pangeran Yuan.Tak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
"Ayah kau ini bilang apa...aku kan masih muda,apalagi aku ingin fokus membuat rumah sakitku berkembang dan tambah besar.itu cita citaku dari kecil.bukannya kakak dulu ya yang harus menikah,umur kakak kan sudah 30 thn.dia yang lebih pantas menikah dulu ayah."
Sambil melirik kearah pangeran Yuan,putri menjawab permintaan ayahnya.
"*Kau tau putri,kakakmu ingin melihat dirimu menikah dulu baru kakakmu yang menikah.itu permintaannya pada ayah"
"harusnya yang lebih tua dulu yang menikah*.."
Putri dengan nada sebal melihat kearah pangeran Yuan yang hanya terseyum padanya.
"Oya nak bagaimana hubunganmu dengan pangeran Lee?
Pertanyaan Raja kali membuat putri benar" bingung.dan merasa canggung harus menjawab apa.saat itu juga expresi wajah Bin berubah saat putri memandangnya.
"Smua baik baik saja ayah...aku kan sudah berteman dengannya dari kecil..aku mohon ayah jangan berpikiran macam macam dulu.agar ayah cepat pulih,oke..!
Jawaban putri ini mengalihkan pembicaraan Raja.membuat suasana canggung dikamar itu sedikit berkurang.
*kenapa ayah tiba tiba menanyakan hubunganku dengan Lee,apa mungkin ayah berusaha menjodohkan aku dengan Lee?aku harus bagaimana sekarang?*
Putri bergumam dalam hatinya,membuat dia melamun didepan ayahnya.
Pangeran Yuan melihat sikap adikknya ini.
Dan sesekali memandang kearah Bin yang dari tadi melihat adikknya.Dia tau apa yang sedang dirasakan oleh adiknya itu.
Bin pun merasa tidak enak dan bergegas keluar kamar meninggalkan mereka.Bin tidak ingin putri semakin merasa canggung didepannya.untuk beberapa saat putri sudah sadar dari lamunannya.melihat sudah tidak ada Bin dikamar itu.hatinya semakin merasa bimbang.putri pun melanjutkan perbincangannya bersama ayah dan kakaknya.
kebersamaan yang jarang mereka lewati karena kesibukan masing masing.
__ADS_1