
Udara dingin begitu terasa dipagi itu..Ling mulai terbangun dari tidurnya,perlahan menggerakkan tubuhnya yang seakan remuk karena pertempuran malam tadi.
Ling menyadari ada tangan kekar yang masih memeluk tubuhnya.Ling membuka mata melihat Bin masih tertidur dengan wajah tenangnya.beberapa saat Ling memandang wajah tampan suaminya itu,seyum terukir diwajah cantiknya.
Perlahan ling memindahkan tangan itu,agar Bin tak bangun.Ling sedikit kesusahan saat ingin berjalan.tangannya berpegangan erat ditiang tepi ranjangnya,terasa begitu sakit di sekujur badannya.Dengan cepat Bin menggendong Ling menuju kamar mandi membuar Ling sedikit terkejut.
"kau sudah bangun sayang....?"
"hemmm,,tentu aku akan bangun saat merasa istriku ini kesulitan untuk berjalan..."
"ini karena ulahmu,,,yang terlalu nakal..."
"maafkan aku ya sayang....ya sudah kita mandi dulu..." bin dengan mudahnya menggendong Ling.
"iya tapi jangan nakal lagi ya...kita mandi saja jangan itu lagi...."
''iya, aku mengerti sayang."keduanya pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka.
Tiga puluh menit berlalu,mereka sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian.
Bin mengajak istrinya sarapan didalam kamar saja,ia meminta pelayan untuk mengantarkan makanan kekamarnya.Keduanya pun terlihat sedang menikmati sarapan dibalkon kamar mereka.pemandangan yang begitu indah yang tersaji didepan mereka membuat kebersamaan sepasang sejoli ini semakin lengkap.
Tak lama terdengar bunyi dering dari ponsel Bin.bin dengan cepat mengangkat panggilan yang ternyata dari tuan Hae.
**selamat pagi tuan Bin,,,maaf kalau saya mengganggu waktu anda...ada hal yang ingin saya sampaikan tuan..!"**
**selamat pagi juga tuan hae ,,ada hal apa katakanlah..."**
**konferensii pers sekaligus peresmian medical center itu akan dilakukan pukul sebelas siang ini tuan,,ada sedikit kendala tuan jadi jamnya agak sedikit maju..."**
**begitu rupanya,,hemm baiklah aku akan menyiapkan diri dan memberi tahu istriku.."**
**baik kalau begitu tuan pukul stengah sebelas saya akan menjemput anda diResort..itu saja yang ingin saya sampaikan tuan,,saya tutup dulu telponnya**
**trima kasih tuan Hae,,sampai jumpa nanti..**
**sama sama tuan**
Bin pun menutup sambungan telponnya.putri yang duduk disamping Bin sambil perlahan mengunyah makanannya merasa penasaran.
"ada apa sayang??"
"peresmian digedung itu dimajukan sayang menjadi pukul sebelas siang ini...bagaimana kau sudah siap kan dengan kata sambutanmu nnti,,"
"iya,,,aku sudah memikirkannya..asal kau selalu berdiri disampingku aku akan merasa tenang dan tidak nervest..."
"tentu kita akan bersama sama maju kedepan altar...lalu setelah sarapan ini kau mau kemana sayang...ini kan masih ada waktu tiga jam sebelum acara itu dimulai"
"aku hanya ingin beristirahat dikamar saja,,badanku masih terasa sakit semua..."
__ADS_1
"skali lagi maafkan aku ya sayang...."
ling hanya terseyum menerima permintaan maaf dari suaminya itu.setelah keduanya selesai makan ling hanya berbaring disofa kamarnya sambil membaca majalah.sedangkan Bin fokus meneliti beberapa file yang dikirim tuan Hae lewat laptopnya.Bin melihat segala laporan mengenai pembangunan medical center itu.
Pukul stengah sebelas tuan Hae sudah datang menjemput Bin dan Ling bersama nona MinHa.Bin keluar kamar bersama Ling.mereka terlihat begitu serasi.Bin yang mengenakan kemeja warna putih dengan setelan jas dan celana senada yang berwarna biru muda disertai kaca mata hitamnya membuatnya terlihat lebih muda.
sedangkan putri mengenakan stelan atasan blus warna biru muda dan rok span berwana putih yang panjangnya selutut.rambut panjangnya yang sengaja ia ikat tinggi membuat penampilan Ling terlihat fres.
mereka pun sudah masuk kedalam mobil manuju gedung baru itu.
Tak lama mereka sampai ditempat tujuan.kedatangan mereka menjadi pusat perhatian banyak orang...para wartawan yang sudah menunggu mereka pun bergegas mendekati Bin dan Ling..suasana begitu sangat ramai.para pengawal mencoba menjaga jarak mereka dengan para wartawan yang semakin berdesakan.selain wartawan ada beberapa pejabat daerah yang hadir juga banyak rakyat yang datang hanya untuk bisa melihat putri dan Bin yang baru saja menikah.semua orang terpukau dengan ketampanan Bin dan kecantikan khas putri kerajaan yg ada apa diri Ling saat mereka berdua naik keatas panggung kecil.Ling pun langsung memberi kata sambutannya ditemani Bin yang berdiri dibelakangnya.kedua selalu menebar seyum saat berada diatas panggung selama ling berpidato..sampai saatnya Ling dan Bin memotong pita panjang merah tanda sudah diresmikannya gedung medical center itu.semua orang bertepuk tangan.sebelum Ling dan Bin turun dari panggung,mereka mengucapkkan terima kasih pada semua rakyat yang sudah mendukung,merekapun berpamitan pada semua orang yang sudah hadir.
Saat Putri ingin selesai berbicara di atas panggung.Bin yang dari tadi bersikap siaga dengan selalu mengamati para hadirin,melihat ada beberapa orang yang menurutnya mencurigakan.mereka seakan ingin melakukan hal buruk pada istrinya.
Bin memberi tahu semua anak buahnya untuk lebih waspada melalui aerphone yang sudah terpasang ditelinga dan jasnya.
Putri pun turun dari mimbar itu ditemani Bin.suasana menjadi sangat ramai,semua orang berdesakan saling berebut ingin menyalami Ling.saling dorong mendorong.Dengan cekatan Bin selalu melindungi Ling dengan tubuh besarnya sampai mereka bisa berhasil masuk kedalam mobil.dengan cepat mobil itu meninggalkan lokasi peresmian tadi.
"kau tak apa" sayang?tanya Bin yang terlihat cemas pada Ling.sambil mengelus kepala istrinya.
"aku tak apa" sayang...aku hanya sedikit terkejut kenapa suasananya bisa menjadi sangat ramai...trima kasih ya sayang kau selalu melindungiku.."
"itu sudah kewajibanku sayang..."
Baru selesai bin berbicara terlihat ada dua mobil sedan hitam melaju dengan sangat cepat seakan mengejar mobil mereka.Bin yang mengetahui hal itu menyuruh semuanya untuk tetap tenang.
Kedua mobil itu terus memepet mobil bin.
"sayang tenanglah...tetap didalam mobil okey,,dan ini peganglah,,,kau ingat yang aku ajarkan dulu kan...gunakan pistol ini jika kau merasa terdesak..aku keluar dulu...." bin memberi sepucuk senjata api yang ia simpan pada ling untuk menjaga dirinya.Bin langsung keluar mobil menemui orang"itu.
Beberapa pengawal Bin sudah bersiap mengarahkan senjata apinya.
sementara Tuan Hae yang berada dimobil belakang langsung menghubungi polisi untuk segera datang ketempat mereka.
"siapa kalian,,apa mau kalian....?" ucap Bin tanpa merasa takut dengan gerombolan orang yang jumlahnya lebih banyak dari rombongannya.
"ternyata ini ya pengawal Tangguh itu...Haalo Tuan Bin....kau tak perlu tau siapa diriku...aku hanya ingin kau serahkan Istri cantikmu itu padaku,,,," jawab seorang pria muda berkaca mata dengan perawakan tinggi dan sedikit kurus yang terlihat seperti pemimpin mereka.
"jangan harap......aku tak akan membiarkan kalian menyentuhnya meski seujung kukupun..."
"hahahaha.benarkah... bagaimana rasanya menikah dengan seorang putri yang begitu cantik...aku juga mau seperti itu....." pria itu tertawa keras sambil berjalan beberapa langkah kedepan.
"kurang ajar...beraninya kau berbicara lancang...kau akan tau akibatnya..."
"kita lihat seberapa tanggung dirimu....Seranggggggg...!!!!!!"
Pria itu memberi aba aba pada anak buahnya untuk menyerang Bin dan para pengawalnya.
Adu tembak pun terjadi...Para pengawal bin yang merupakan pengawal pilihan sangat terlatih dalam hal menembak.sedangkan Bin kemampuannya sudah tak dihiraukan lagi.
Suasana benar"menjadi tegang.baru beberapa menit beberapa orang jahat itu terkapar tak berdaya.sementara yang lainnya semakin membabi buta menembakan senjata api kesegala arah.hingga ada satu pengawal Bin terluka.Putri yang berada didalam mobil merasa sangat ketakutan.
__ADS_1
Pertempuran terus terjadi hingga menyisakan Bin dan ketua gerombolan itu.Bin pun menyuruh ank buah nya yang sudah terluka mundur sambil melindungi istrinya didalam mobil.sementara dia sendiri yang menghadapi pria bengis itu.
"sekarang kita hanya berdua Bin...ayo kita berduel saja..siapa yang menang akan memilikii putri..."
" baik kalau itu maumu...."bin membuka jasnya dan meletakkan diatas mobil.
"majulah pengawal sombong..." ucap pria itu dengan nada merendahkan Bin.
Pertarungan keduanyapun terjadi.Bin yang merupakan lulusan militer dan sangat lihai dalam hal bela diri sangat siap melawan musuhnya ini.tak kalah dengan Bin pria jahat itu juga sangat lihai bela diri sehingga bisa mengimbangi Bin.beberapa pukulan mengenai tubuh Pria itu.ia langsung mendaratkan pukulan ke wajah Bin,membuat ujung bibir Bin berdarah.Bin dengan cepat membalasnya.Keduanya benar"petarung yang hebat,saling memukul,meninju dan menendang.Bin merasa pria ini ckup hebat untuk melawan dirinya.dia merasa perlu lebih hati hati lagi dengan pukulan"nya.
Satu pukulan keras tepat mengenai perut pria itu membuatnya tersungkur keaspal jalanan itu.dengan cepat ia bangun.Tak disangka pria itu sudah membawa pisau kecil ditangannya saat ingin membalas pukulan Bin mengarahkan pisau itu kedada Bin.dengan cepat bin bisa menghindar,tapi pisau itu terlanjur mengenai lengan kanannya.membuat darah segar keluar dari tubuhnya dan membasahi kemeja putihnya.
Putri yang melihat itu sangat cemas dan spontan dia keluar dari mobil.memberi peringatan pada suaminya untuk lebih berhati hati.
Meskipun tangan Bin terluka tapi dengan daya tahan tubuhnya yang begitu kuat dia masih sanggup bertarung lagi dengan pria itu.Sampai akhirnya Bin bisa melumpuhkan pria itu dengan beberapa pukulan dikepalanya.pria itu tersungkur tak berdaya,sampai akhirnya dua buah mobil polisi datang.memang jarak pos polisi dengan tempat mereka saat ini lumayan jauh jadi polisi terlambat datang.untungnya bin sudah berhasil mengalahkan pria itu.
polisi langsung membawa pria jahat itu dan semua anak buahnya yang langsung masuk kedalam beberapa mobil ambulance yang ikut datang bersama polisi tadi.
Putri langsung mendekati Bin yang terduduk diatas dasbor mobil karena merasa ckup kelelahan.
"sayang bagaimana keadaanmu"? ayo cepat ikut kerumah sakit kita obati lukamu...", ucap Ling dengan nada cemasnya.
" tidak perlu...ayo kita kembali ke Resort saja.biar para pengawal ku saja yang kerumah sakit,mereka terluka lebih parah dariku..dan biarkan Tuan Hae saja yang memberi laporan kekantor polisi."
"tapi..,...." belum sempat putri melanjutkan perkataannya,Bin sudah berdiri dan masuk kedalam mobil sambil menahan sakit disekujur badannya.
Tak lama mereka sampai diResort.Ling membantu suaminya berjalan dan langsung masuk kekamarnya.Ling membaringkan tubuh Bin diranjang besar kamarnya.Dengan cekatan Ling membuka kemeja Bin yang sudah berlumur darah.Dengan jelas terlihat luka yang cukup dalam menganga dilengan kanan suaminya itu.Ling cepat mengambil peralatan kesehatan yang sengaja ia bawa untuk berjaga jaga.Ling yang seorang dokter sudah sangat terampil merawat berbagai macam luka.
Ling dengan sangat hati"membersihkan luka itu.memberinya obat dan sedikit menjahit luka itu.bin sedikit menahan sakit.Tanpa Ling sadari air matanya sudah jatuh membasahi tangan Bin...Bin yang dari tadi sedang menahan sakit terkejut melihat istrinya itu menangis.
"sayang kenapa kau menangis?" sambil mengusap airmata Ling dengan tangan kirinya.
"sudah berapa kali kau menyelamatkan hidupku....membuatmu terluka begini...pasti begitu sakit...maaf aku selalu menyusahkanmu...."sambil terus memasangkan perban diluka Bin.
" sayanggg apa yang kau katakan....ini hanya luka kecil...kau jangan merasa bersalah...okey...beberapa hari pasti aku sudah pulih....dan sudah menjadi kewajibanku untuk sekalu melindungi istri cantikku ini....sudah jangan menangis ya..itu membuatku merasa sedih...."
"kau bilang luka kecil....kau ini hampir celaka karena orang tadi.....aku tak bisa membanyangkan jika sesuatu terjadi padamu..."
"sudah jangan berpikiran macam", okey....sekarang kau mau kan mengelap badanku ,,aku merasa sangat gerah..."
putri hanya mengangguk dan pergi menyiapkan air hangat untuk mengelap tubuh suaminya yang terkena darah.tak lupa mengompres luka lebam diwajah bin.
setelah selesai putri mengganti baju dan celana yang bin pakai dengan baju santai.
putri menyuruh Bin tiidur agar tenaganya cepat puliih kembali.Putri menggenggam kuat tangan Bin,hingga bin terlelap tidur karena obat tidur yang sudah Ling suntikkan dilengan Bin tadi.putri menatap lekat wajah suaminya itu.dia merasa begitu bahagia mempunyai suami yang begitu melindungi serta menyanyanginya.Ciuman mendarat dikening bin yang sudah tenang tertidur pulas.
"tidurlah sayangku...penjagaku,serta belahan jiwaku.....agar kau cepat pulih..aku akan selalu setia disampingmu...." setelah mencium kening suaminya.putri juga membaringkan tubuhnya disisi sebelah kiri Bin.memeluk tubuh Bin dengan sangat hati".
putripun memejamkan matanya perlahan.
menemani suaminya tercinta tidur untuk beberapa saat....
__ADS_1