
Bin berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat istrinya.namun baru masuk kekamar Ling,Yurin segera menarik tangan Bin untuk keluar lagi.
"Istrimu baru saja tertidur Bin karena obat yang disuntikkan Dr,Chen tadi,sebaiknya kau jangan menganggunya dulu..!" ucap Pelan Yurin setelah mereka berdiri diluar agak jauh dari dari kamar Ling.
"iya aku mengerti,,"
"Bagaimana Bin,apa pengawal itu sudah mengakui kejahatannya.?"
"Sudah Yurin dan ada pelaku lain.....!!"
Yurin menyerngitkan dahinya.
"Pelaku lain?"
"iya,Baemin...!" ucap Bin dengan jelas kearah Yurin.
Seketika Yurin mengepalkan tangannya.
"Sudah kuduga.....lalu apa rencana selanjutkanya?"
Bin pun menceritakan semua tentang alasan kenapa pengawal Kwok bisa melakukan itu dan Alasan mereka bisa bersekongkol.Bin juga menceritakan pada Yurin tentang perangkap yang sudah mereka susun nanti malam.
"Aku ikut...." tegas Yurin.
"tapi bagaimana dengan Ling,aku tidak ingin dia sendirian.lagi pula kakak bisa marah kalau kau ikut nanti malam.!" ujar Bin dengan wajah yang terlihat khawatir.
"Aku akan menyuruh Pelayan Byul menjaga Ling dan memperketat penjagaan disini.Soal suamiku itu urusanku kau tenang saja.!" ucap Yurin yang menyakinkan Bin.
"Baiklah,kita berangkat sekarang.tapi aku ingin lihat istriku sebentar."
Mereka pun segera berangkat menuju penjara bawah tanah Istana.
Beberapa saat yang lalu.
Sesuai dengan perintah Pangeran Yuan,Pengawal Kwok sudah menghubungi Baemin dan mengajak wanita jahat itu untuk bertemu disuatu tempat yang cukup jauh dari Istana dengan alasan Kwok ingin meminta uang lagi pada wanita itu.
Tanpa ada rasa curiga wanita itu menuruti permintaan pengawal Kwok.
Saat Bin dan Yurin sampai dipenjara,Yuan sedikit terkejut dengan sikap keras kepala istrinya itu.tapi Yuan tak bisa melarang istrinya untuk ikut.
__ADS_1
Malam sudah cukup larut.
Rombongan Bin dan yang lain sudah lebih dulu tiba.mereka berada ditempat yang tidak jauh dari tempat Kwok dan Baemin sepakat bertemu.Bersembunyi ditempat yang aman agar wanita jahat itu tidak merasa curiga.
Yuan juga menyuruh beberapa pengawal Istana untuk bersembunyi dibeberapa titik yang akan dilewati Baemin dan disekitar tempat itu.berjaga jika seandainya wanita itu kabur.
Pengawal Kwok sudah berdiri diposisinya menunggu kedatangan Baemin dengan pakaian serba hitam dengan topi dan masker yang menutup kepala serta wajahnya.
Suasana cukup sepi dijalanan kecil dipinggir kota Seoul.
Tak lama terdengar suara langkah seseorang mendekat kearah Kwok.
Seorang Wanita dengan memakai setelan baju panjang dengan mantel yang panjangnya selutut.Ia juga memakai selendang yang menutupi kepalanya dan kaca mata hitam.
"Kau datang juga.....!!" ucap Kwok memandang tajam kearah wanita yang sudah berdiri dihadapannya.
"Beraninya kau meminta uang lagi padaku...!ini yang terakhir kalinya untukmu dan cepat pergi jauh dari sini.jangan pernah kau menghubungi ku lagi..!ucap Wanita itu dengan melempar sebuah amplop besar ketubuh pengawal Kwok dan langsung berbalik hendak pergi dari tempat itu.
" Tunggu Baemin.......,Apa Kau puas sekarang?"ucap Kwok dengan maksud memancing ucapan Baemin.
Seketika Baemin menoleh.
"Aku belum puas sebelum Ling benar benar mati....!!" ucap Baemin sarkas.
Bin sudah benar benar merasa emosi ingin segera mendekati wanita jahat itu tapi Yurin menahannya.
"Kau benar benar Wanita Licik Baemin...Aku menyesal pernah mencintaimu...!!" ucap Pengawal Kwok dengan nada tinggi.
Seyum menyeringai dibibir wanita licik itu.
"Aku tak perduli...bagiku Bin adalah segalanya,siapa yang berani menghalangiku akan aku singkirkan...kau dengar itu...!!" Baemin pun segera berjalan cepat meninggalkan Pria yang sudah terpengaruh olehnya itu.
Namun tiba tiba Bin muncul didepannya dengan sorot mata yang begitu tajam dan penuh amarah.
Seketika mata baemin membulat melihat siapa pria yang ada didepannya.
"Bin....Kau disini??"ucap Baemin dengan suara bergetar.
" Mau kemana nona Baemin yang licik?"tanya Bin dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
Bersamaan dengan Yurin dan Yuan yang kaluar dari tempat persembunyian mereka.
Yurin yang juga sudah menahan amarahnya dari tadi langsung mendekat kearah Baemin,menarik selendang dan kacamata baemin hingga jatuh terlepas.
Tanpa aba aba Satu tamparan keras dari Yurin jatuh tepat mengenai pipi Baemin.seketika wanita itu jatuh tersungkur ketanah.
Yuan sempat tertegun dengan sikap istrinya.
Yurin yang belum puas, langsung membungkukkan tubuhnya dan mencengkeram kuat rahang pipi baemin dengan satu tangannya.
"Dasar Wanita licik,kejam dan tak tahu diri...Beraninya kau melukai adik iparku..Kau akan menerima akibat dari kejahatanmu..!!" ucap Yurin dengan sorot mata yang begitu menakutkan.
Baemin hanya bisa pasrah dan terdiam tanpa bisa melawan ucapan Calon permaysuri itu dan sesekali meringis merasakan kesakitan dipipinya.
Tak lama setelah Yurin melepas cengraman tangannya.Yuan segera menyuruh para pengawal istana membawa Baemin menuju penjara Istana.Tak lupa Pengawa Kwok juga ikut dibawa kembali.
Bin dan yang rombongan segera kembali menuju Istana.mereka kini sudah merasa lega.
Dimobil Limosin panjang itu,Yuan duduk disamping Istrinya bersama Bin yang berhadapan dengan mereka.
Yuan memandangi Yurin dengan wajah yang sulit diartikan.
Yurin pun merasa risi dengan tatapan suaminya.sedangkan Bin hanya berwajah datar.
"Kenapa memandangiku seperti itu?"tanya Yurin dengan wajah bingung.
" Aku tak menyangka saja Istriku yang mungil ini bisa ganas seperti singa kalau sedang marah...!"ucap Yuan dengan santainya.
Sontak membuat Yurin membulatkan matanya lebar.
"Apa,, Singa........?Baik kalau aku Singa,malam ini tidak usah tidur denganku?" ucap Yurin yang membuang mukanya karena merasa sebal dengan ucapan suaminya.
Wajah Yuan berubah menjadi pucat pasi.
"Apa Sayang aku tidak mau tidur sendiri....Maaf aku minta Maaf dengan ucapanku,aku tadi hanya merasa terkejut saja dengan sikapmu yang sangat berani dan menakutkan...itu saja..Ayolah sayang jangan marah....!!,Ucap Yuan sambil membalikkan tubuh Yurin yang membelakanginya.
Bin yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.ia baru tahu kalau kakak iparnya yang merupakan calon Raja itu sangat tunduk pada istrinya yang tak lain adalah sepupunya.
''Bisakah kalian bertengkar dikamar saja....?!" ucap Bin spontan,seketika Yuan dan Yurin menatap tajam kearah Bin.
__ADS_1
Bin pun hanya menghembuskan nafasnya kasar,Berharap mobil yang ia tumpangi bisa sampai keIstana dengan cepat.karena dia tak ingin berlama lama berhadapan dengan dua orang yang sedang bertengkar.
.