
Bin sudah mulai pulih dan mulai beraktivitas lagi..
Sudah berhari hari pangeran Yuan tak nampak diIstana teryata dia mendapat tugas untuk menyelidiki orang orang yang terlibat dalam menyerangan raja Kim Dua minggu yang lalu.
Putri tiba tiba merindukan kakaknya.
dia berjalan melewati halaman istana menuju Ruang kerja ayahnya.tapi dari kejauhan putri melihat Bin berjalan keluar dari ruangan ayahnya.putri pun bersembunyi di balik
dinding.ia tak ingin bertemu Bin dlu.sementara Bin sudah mengetahui sikap aneh putri padanya,membuatnya semakin tidak enak.
Saat Bin sudah berlalu putri kembali berjalan masuk keruang kerja ayahnya.
''Selamat sore ayah,apa aku menganggumu?dilihatnya raja sedang duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
"Sore putriku,tumben kau kesini ada apa??kau sudah pulang dari rumah sakit?"
raja kim berdiri menghampiri putrinya dan mengajak duduk disofa.
"Aku pulang lebih awal ayah,aku merasa sedikit lelah.oya ayah, kakak kemana,kenapa beberapa hari ini aku tidak melihatnya??''
putri bertanya pelan pada ayahnya yg terlihat nampak letih karena seharian mengurusi urusan negara.
" Ayah lupa memberi tahumu nak,kakakmu sedang ayah beri tugas menyelidiki orang"yang terlibat dalam penyerangan ayah kemarin."Ujar Raja sambil menepuk bahu putrinya.
__ADS_1
"hemmm pantas beberapa hari ini aku tidak melihat kakak .smg smuanya bisa cepat terungkap ya ayah dan kakak secepatnya bisa kembali keistana.sekarang lbih baik ayah mandi dan istirahat,aku tidak ingin ayah sakit...pinta putri pada ayahnya.
Setelah selesai berbicara beberapa saat dengan ayahnya putri kembali ke kamarnya.Saat melewati kolam terdengar suara dari arah belakang memanggil putri.
saat putri menoleh nampak Bin yang sudah ckup pulih keadaannya berjalan mendekatinya.putri masih berdiam berdiri ditempatnya.Dia membuang pandangannya kearah kolam.
" Ada apa pengawal Bin memanggilku?"
ucap putri dengan nada datar dan masih memandang kolam.
"Maaf putri sudah menganggu anda..saya ingin meminta maaf pada anda atas sikap saya yang lancang tempo hari.." sambil menunduk tak berani memandang putri.
"klo begitu saya pamit dulu.semoga putri mau memaafkan saya.."
Bin berlalu dengan hati yang kacau karena putri tak menghiraukannya.sikap putri berubah menjadi dingin tanpa mau memandang kearahnya ..
Dari sudut pafiliun ternyata Bibi han dari tadi melihat sikap keduanya yang aneh.
Entah apa yang ada dipikiran putri Ling.beberapa hari ini dia tak ingin bertemu Bin.hatinya mempunyai ketakutan yg besar,dia bingung harus menceritakan kepada siapa smua ini.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.putri membuka pintu kamarnya,ternyata Bibi han.
''Bibi han...."
__ADS_1
"Apa aku menganggumu nak?" ucap bibi han melihat kearah putri yang sedikit heran dengan kedatangannya.
"Tidak bik....ayo masuk bi..tumben bibi kekamarku apa ada sesuatu yang ingin bibi katakan?" tanya putri penasaran.
"Apa kau baik" saja nak?jika ada sesuatu critakan saja pada bibi,agar hatimu merasa lega''.
Mendengar ucapan bibi han yang seakan tahu isi hatinya,putri sedikit merasa gugup.
Dia tahu klo semenjak ibunya meninggal,bibi Han lah yang pling mengerti dirinya.sedikitpun tak bisa menyembunyikan kebohongan darinya.
Putri masih terdiam...
"Apa tentang pengawal Bin yg membuatmu gelisah putri??
Pertanyaan bibiHan membuat putri terkejut,tak bisa berkata apa apa.dia bingung harus menjawab apa.dia hanya heran kenapa bibi Han bisa menebak hal itu?
Putri kemudian berdiri disamping jendela kamarnya.
" Kenapa bibi bisa berkata seperti itu?aku tidak mengerti maksud bibi....."
Merasa membongingi bibinya,Putri tak berani menatap mata bibi Han.
Bibi han hanya terseyum dan mendekati putri.
__ADS_1
"Sampai kapan kau akan menutupi ini nak,aku bibimu sudah kenal sifatmu dari kecil.bibi juga pernah muda,,jadi jangan coba untuk membohongi bibi mu ini.baiklah klo kau belum mau cerita,,tapi bibi mau beri saran padamu,jangan membohongi perasaanmu sendiri nak,tanyakan hati kecilmu sendiri..."
Dengan menyentuh pipi putri dan terseyum,Bibi Han meninggalkan putri yg masih termenung melihat kearah langit malam.Semakin malam dia tak bisa memejamkan matanya trus memikirkan perkataan bibinya tadi...