
**maaf ya author kelamaan nulisnya.....makasih ya yang sudah mau nunggu**
Didapur
Bin terlihat sedang memasak mie ramen dengan tungku tradisional.dia terlihat terampil memasak karena dulu saat diasrama militer dia terbiasa mandiri.
"apa ada yang bisa kubantu?"
Putri sudah ada didapur setelah selesai menganti pakaiannya.
Bin hanya tersenyum melihatnya.
"kau duduk disitu saja putri,sebentar lagi makanan ini matang.."
Mendengar jawaban bin,putri memasang muka cemberut.
Tak lama mie yang sudah matang dihidangkan dimeja.mereka makan bersama.
memang putri agak malu tapi dia sudah sangat lapar,jadi dia langsung memakan habiz mie yang dibuat Bin.
sedangkan Bin hanya bisa melirik kearah putri yang sedang makan.
setelah keduanya selesai makan.putri membantu Bin membereskan meja.
"*apa kau sudah kenyang putri?maaf aku hanya bisa memasakkanmu mie...bsok aku akan membeli bahan makanan dipasar."
"aku sudah kenyang pengawal Bin.trima kasih kau sudah memasakkanku.aku tidak masalah kalau makan mie....itu justru favoritku...."
"apa kau sudah lelah??jika belum,aku akan menujukkanmu suatu tempat yang indah.."
"aku memang lelah tapi aku ingin kau menunjukkan tempat itu!"
"baik ayo ikut aku*..."
Mereka pun beranjak dari ruang tengah.menuju balkon belakang rumah bin yang sederhana.ternyata dari atas balkon pemandangannya begitu indah,,bukit"terlihat jelas,dan suasananya begitu nyaman.
"ini tempat favoritku dari kecil putri.setiap aku merasa sedih aku selalu kesini.itu akan membuatku sedikit lebih tenang.
__ADS_1
mereka berduapun duduk dilantai balkon sambil menikmati suasana malam yang sangat dingin.
Putri sangat menikmati pemandangan yang ada didepan matanya.suasana malam ini begitu indah baginya.apalagi bersama orang yang dia cintai.
" sekarang kau sudah tau kan putri keadaanku dan keluargaku....aku hanya pria biasa tidak seperti pangeran Lee.."
Mereka saling bertatapan.
"*apa maksudmu pengawal Bin,,kenapa kau mengungkit nama lee...aku tidak pernah melihat orang dari status atau materi..."
"maaf aku tidak bermaksud menyinggungmu....tapi jujur aku senang putri ikut denganku kesini....triima kasih.dan satu hal lagi panggil aku Bin saja...meskipun umur kita sekisih 7 thn.tapi aku ingin agar kita tidak merasa canggung .
" baik......hemmmm tapi apa aku boleh bertanya,,kenapa orang tuamu meninggal?pasti kau sangat kesepian*....!"
Raut muka Bin berubah murung mendengar pertanyaan putri.
"mereka meninggal karena kecelakaan saat aku berumur 7 thn.saat itu nenek yang membesarkanku sampai menyekolahkanku hingga masuk ke sekolah militer.memang aku sangat merindukan mereka,tapi nenek selalu menghiburku.dan sekarang aku tidak merasa kesepian lagi karena ada kau putri dihatiku....!"
Putri tertegun mendengar ucapan bin.dia menjadi salah tingkah.dan langsung berdiri disudut balkon.dia merasa sedikit canggung dan berusaha mengalihkan pandangannya.
Dengan cepat Bin memeluk putri dari belakang.membuat Putri terkejut.
''Bin....apa yang kau lakukan......bagaimana jika ada yang melihat kita...?
"tidak ada yang akan melihat kita .ini rumahku....aku ingin menikmati malan ini dengan memelukmu.....trima kasih kau mau menemaniku sayang......semoga kau betah disini."
"tlong jangan panggil aku seperti itu...aku ....."
"apa kau merasa malu.....''
Putri tak bisa menjawab pertanyaan bin.dia semakin lama menikmati pelukan yang Bin berikan padanya.sementara Bin semakin berani dengan menciumi lengkuh lehernya.membuat putri ling sedikit tak bisa lepas dari Bin.mereka berpelukan cukup lama sambil menikmati suasana malam yang indah."
"aku sudah mengantuk...tlong lepaskan aku..."
bin pun melepaskan pelukannya.merekapun turun dari balkon sambil menggenggam tangan putri.sesampainya didepan pintu kamar.Bin melepaskan pegangannya.
"tidurlah dikamar sayang ....aku akan tidur diruang tengah....kau berani kan tidur sendiri?"
sambil melirik kearah putri Bin.sementara putri merasa bingung,memang dia penakut dan belum terbiasa tidur ditempat asing.tapi tidak mungkin dia memberi tau bin.
wajah putri menjadi terlihat gugup.membuat bin ingin menggodanya.
__ADS_1
''apa kau ingin aku menemanimu tidur seperti waktu itu......??"'
pipi putri menjadi merah mengingat kejadian waktu itu ketika bin tidur disampingnya.
putri pun dengan rasa malu masuk kekamar.tidak memberi jawaban apa".
Bin merasa putri blum terbiasa tidur sendiri dikamarnya.dia pun spontan ikut berbaring diranjangnya bersama putri.
sontak putri benar"terkejut dan ingin bangun.tapi tangan kekar Bin menahan tubuhnya.memeluknya erat diranjang.
Nafas putri mulai tak beraturan saat wajah bin tepat disampingnya.badannya sedikit gemetar merasakan gugup yang luar biasa.
"tenanglah sayang,,aku hanya ingin menemanimu tidur saja tidak lebih....aku tahu batasnya....aku sudah berjanji pada ayahmu untuk menjagamu kan....memang aku pria normal yang selalu tergoda saat kau didekatku tapi aku sudah bilang bukan,aku akan melakukan itu jika hubungan kita sudah resmi."
Putri hanya tertegun mendengar ucapan bin.merasakan hembusan nafas bin yang begitu dekat.kehangatan tubuh bin membuat dia merasa nyaman.
Bin pun menyium kening putri.
"sekarang tidurlah sayang...."
sambil meletakkan kepala putri didadanya.mendekap hangat tubuh ramping putri.tapi spontan putri bertanya pada Bin.
"apa kau benar" bisa menahannya....kita benar"berdua sekarang....."
ucapan putri membuat Bin terkejut dan membuka matanya lagi,setelah tadi ia sempat menutup matanya sebentar.
"aku pria normal sayang.....aku bisa menahannya asal kau tak menggodaku....apa kau ingin mengetesku?"
posisi mereka sudah berubah.Bin sudah berada diatas tubuh putri ling.menatap tajam kemata putri yang terlihat gugup.
"maaf aku tidak bermaksud......tlong jangan pandangi aku seperti ini bin...."
Bin yang dari tadi memandang tajam putri dengan seyum simpulnya sambil meraba bibir mungil putri.dia seakan sudah tak bisa menahan hasratnya untuk mencium bibir mungil itu.
Dengan cepat Bin mendaratkan ciuman dibiibir putri.membuat putri membelalakkan matanya.semakin lama ciuman bin semakin dalam,membuat putri tak bisa menolak hasrat itu dan membalas setiap permainan dibibirnya.begitu lama ciuman itu sampai bin tak sadar tangannya sudah menjamah kebagian sensitif putri.perlahan bin membuka kancing baju putri..putri mulai mengeluarkan desahannya.seakan pasrah bin melakukan apapun ditubuhnya.bibir bin pun semakin turun memberikan banyak tanda cinta dileher putri.sampai sekitar dada putri telah terisi penuh dengan tanda darinya.hingga putri mendesah sedikit keras,membuat tubuhnya sedikit bergetar.Bin semakin suka dengan expresi putri..dia sadar semakin lama dia akan bisa terjebak ke hal yang tidak dia inginkan dulu.dia ingat janji yang ia ucapkan tadi.dia tidak akan melakukan itu sebelum dia menikahi putri.
Putri pun juga ikut tersadar .menyadari tubuhnya sudah sangat terbuka dan ada bnyak tanda cinta dari bin didadanya.dia menarik selimut menutupi dadanya.
"apa yang kau lakukan Bin.....kau....sudah melewatan bin....
Mata putri terlihat ingin menangis dengan kedua tangannya berusaha menutupi dadanya.tapi dengan cepat Bin memeluknya sambil duduk.
__ADS_1
" maafkan aku sayang....aku benar"kelepasan tadi....maaf aku sudah menjamah itu.....aku berjanji akan segera menikahimu.....sekarang tidurlah....jangan menangis kumohon..."
Putri berusaha memejamkan matanya lagi.sedangkan Bin terlihat merasa bersalah.tapi dia tetap mendekap putri.mereka berdua pun terlelap tidur.