
Hari telah berganti,langit pagi begitu cerah.secerah hati Ling yang sangat bahagia karena suaminya telah kembali.Dia sudah bangun dari tidurnya.Seyum indah terukir diwajah cantiknya saat memandang wajah Bin disampingnya masih tertidur dengan tenang.Ling mencium kening Bin pelan agar suaminya itu tak bangun,ia bergegas beranjak dari ranjangnya,segera mandi dan membuat sarapan untuk suaminya tercinta.
Sinar mentati sudah begitu menyilaukan dan masuk kedalam celah"kamar.Ling susah selesai membuat bubur untuk Bin.Dia menunggu suaminya bangun.duduk disamping Bin.Tak lama Bin bangun,dia melihat istri cantiknya sudah rapi,seyum indahnya terukir jelas.
"kau sudah bangun sayang,,,selamat pagi" ucap Ling sambil mengecup singkat bibir Bin.
Bin bangun dengan pelan,menyandarkan tubuhnya ditepi ranjangnya.
"selamat pagi istriku sayang dan anakku sayang...." jawab bin dengan seyum manisnya sambil mengelus perut ling.
"bagaimana apa msih pusing sayang?dan bahumu apa masih nyeri?
" aku sudah baikan sayang,,,,jangan terlalu mengkhawatirkan aku....aku akan pulih dengan cepat asal terus didekatmu..."tangan Bin masih mengelus perut ling dengan penuh kasih sayang.
"aku senang mendengarnya....baik sekarang aku akan menyuapimu setelah itu kau harus meminum obatmu..." Ling mengambil semangkok bubur yang panis panas.dengan pelan ia menyuapi Bin sampai bubur itu habiz.lalu memberi beberapa butir obat pada bin untuk dia minum.lalu ia segera pergi mengambil sebaskom air hangat untuk mengelap tubuh suaminya.
Dengan pelan ling membuka baju Bin,mengelap tubuhnya dengan sangat lembut,Bin hanya diam sambil melihat wajah cantik istrinya dengan jarak dekat.dia merasa sangat bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk bersama istri tercintanya lagi.Dengan cepat bin menarik tengkuk ling yang sedang fokus mengekap dadanya.Bin memberi ciuman yang hangat hingga beberapa menit berlalu.keduanya begitu menikmati ciuman itu.setelah selesai Ling melanjutkan kegiatannya lalu membantu Bin memakai baju.
"sekarang sudah selesai,,,apa kau sudah bisa menceritakan padaku soal kejadian kemarin...aku masih penasaran sayang.!"pinta Ling pada suaminya.
__ADS_1
" *iya sayang aku akan menceritakannya.....kau ingat saat terakhir kali kau mengirim pesan padaku?"
"iya aku ingat*'' jawab ling penuh antusias.
" saat itu aku sudah bersiap menemui mereka,kami menuju gedung tua untuk melakukan kesepakatan,awalnya semua berjalan lancar tapi karena ada yang merasa tidak puas dengan kesepakatan itu,tiba"ada yang menodongkan senjata kepadaku...saat itu suasana berubah tegang.aku diserang secara tiba",dengan cara licik mereka merobohkan semua anggotaku.hingga akhirnya satu tembakan mengenaiku,ditambah pukulan dikepalaku.membuat aku merasa lemah tak mungkin aku melawan mereka dengan kondisiku yang seperti itu.mau tidak mau aku harus berlari hingga aku sampai ditepi sungai.aku bersembunyi disemak"hingga orang"itu pergi,mereka tak bisa menemukanku.lalu aku pingsan ditempat itu......"
ling masih mendengar dengan seksama penjelasan dari suaminya itu.
"lalu aku sadar,aku sudah berada dirumah seorang Tabib,,,nama nya Tabib Tang.katanya putrinya yang menemukan aku pingsan.mereka lalu membawaku kerumah mereka.selama disana mereka merawatku dengan sangat baik.putrinya juga pintar mengobati luka seperti ayahnya.namanya Bae min..."
Mendengar itu Ling sedikit manyun dia sedikit merasa cemburu.Bin yang mengetahui itu lalu memeluk tubuh istrinya
"*sayang apa kau cemburu dengan Bae min??"
"*iya sedikit**" jawab ling cepat.Bin terseyum mendengar ucapan ling.
"*benarkah???bagus kalau begitu aku juga ingin mengucapkan terima kasih pada mereka secara langsung*."
Bin masih memeluk tubuh istrinya dengan kuuat.seakan tak ingin melepaskannya.
"sayang jaga baik" ank kita ya....aku akan selalu disampungmu sekarang,kita besarkan anak kita bersama sama*"
"pasti sayang....aku hampir kehilanganmu....jangan pergi jauh lagi ya sayang....''Ling memeluk erat tubuh suaminya.merasakan kenyamanan yang luar biasa baginya.sama seperti ling,Bin jug sangat bahagia,lalu mencium ujung kepala ling dengan pelan.
__ADS_1
Hari berlalu dengan cepatnya,Bin selalu mendampingi kemanapun ling pergi.Bin begitu perhatian dengan kehamilan Ling,Tak terasa sudah Lima bulan Ling hamil,perutnya sudah terlihat membesar.Ling mulai merasa cepat lelah.dia banyak mengurangi aktivitasnya.meskipun setiap hari berangkat keRumah sakitnya tpi hanya sampai siang saja dia sudah kembali keistana.Bin tak mengizinkan istrinya itu lama" bekerja.
Saat itu Ling masih dirumah sakit mengerjakan beberapa berkas dimeja kerjanya.Bin masuk keruang kerja istrinya,ia berniat menjemput ling karena hari sudah sangat siang.
"ayo sayang kita kembali keistana...." ucap bin sambil mengecup kening istrinya.
"iya tunggu lima menit oke...." Ling menyelesaikan sisa pekerjaannya dengan cepat.setelah selesai mereka pun segera bergegas kembali pulang.mereka berjalan santai menuju istana utama.Bin selalu mengadeng tangan istrinya.
"sayang apa kau capek?tanya bin merasa khawatir pada ling yang masih kuat berjalan jauh.
" sedikit.....tp tidak apa"kok...anggao ini sebagai olah raga saja"jawab Ling dengan seyum manisnya.
Saat masuk kedalam istana mereka berpapasan dengan pangeran Yuan.
"adik...kenapa kau masih pergi kerumah sakit...apa kau tak lelah...ingat kandunganmu sudah membesar...." pangeran sangat mengkhawatirkan kondisi adiknya itu.
"*tidak kak....tenang saja aku bisa menjaga diriku dengan baik.....kalau dikamar terus aku bisa bosan kak...apalagi rumah sakit istana adalah tanggung jawabku....oh ya kakak mau kemana??"
"*sebenarnya aku ingin menemui kalian,tp mlah bertemu disini....hemmm besok ayah mengundang tabib tang untuk datang keistana ,,ini bentuk ucapan terima kasih karena sudah menyelematkan nyawa Bin..."
"benarkah kak....aku juga ingin sekali bertemu tabib Tang,aku ingin ingin secara langsung mengucapkan terima ksih padanya."
"baiklah,,aku pergi dulu.....Bin jaga istrimu dan keponakanku baik**"pangeran berkata sambil mengelus pelan perut adikknya itu.lalu pergi meninggalkan bin dan ling.
__ADS_1
" aku senang sayang akhirnya ayah mengundang tabib Tang kesini....tapi besok aku harus kerumah sakit dulu ya....tidak apa"kan sayang???"ucap ling dengan wajah memelas.
"iya...tapi hanya sebentar....ok.."mendengar jawaban Bin..Ling terseyum senang dan memeluk bin erat.mereka kembali kekamar .Bin selalu menggenggam kuat tangan Ling.menjadi pelindung untuk isri tercintanya.