Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
membuka mata


__ADS_3

 


Bin berjalan cepat melewati koridor istana menuju kamarnya.pikirannya merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan Bae min tadi padanya.saat masuk kekamar,dilihatnya Ling sudah tertidur diatas ranjang dengan posisi menyamping.memang ini sudah malam,Bin tahu kalau istrinya itu cukup lelah.Bin masuk kekamar mandi sebentar lalu menyusul Ling diranjang king size itu.


 


Bin memeluk tubuh ling,mencium kening istri kesayangannya dan mengusap lembut perut Ling yang sudah lumayan besar.


Ling sedikit menggeliat merasa ada tangan kekar di perutnya.mengerjapkan matanya pelan ling menatap Bin didepannya.


"sayang kau sudah kembali.....bagaimana latihannya??


" iya...q tak ingin meninggalkanmu lama"...latihan tadi berjalan lancar...Ayo tidur lagi sayang...."jawab bin dengan raut wajah yang berbeda dan seakan mengalihkan pembicaraan.dia tak ingin membahas hal tadi dengan Ling.


sedangkan ling merasa kalau ada yang aneh dengan suaminya dilihat dari perubahan raut wajahnya.tapi ling tak ambil pusing.dia menurut saja dengan perkataan Bin.


"iya aku juga sudah ngantuk sekali.....akhir" ini q cepat lelah....selamat tidur sayang..."ling memejamkan matanya sambil merasakan hangatnya pelukan bin dari belakang.


Bin mencium kepala istrinya,sambil memejamkan matanya,membuang pikiran yang aneh mengenai latihan tadi.


 


Dua bulan begitu cepat berlalu,perut ling semakin membesar,sekarang kandungannya sudah memasuki bulan kedelapan.ling masih pergi kerumah sakit untuk mengurus pekerjaannya.kini perhatian Bin semakin besar pada istri tercintanya itu.dia begitu tak sabar menanti lahirnya ank pertamanya.dalam dua bulan ini bin juga selalu menghindari Bae min jika gadis itu mulai mendekatinya.


 


Disisi lain Bae min semakin merasa marah karena bin selalu menghindarinya.gadis muda itu berubah menjadi wanita yang jahat.dipikirannya hanya ada cara untuk merebut bin dari Ling.apapun caranya.


Pagi itu Bin dengan pelan berjalan mengandeng tangan Ling menuju rumah sakit. karena beban berat diperut ling,membuatnya harus selalu berhati hati.saat berjalan dikorodor istana mereka berpapasan dengan Yurin.


"Ling apa kau masih pergi kerumah sakit?lihat kandunganmu sudah besar...harusnya kau beristirahat saja...." ucap yurin sambil mendekati pasangan itu.


"aku sudah berkali kali mengingatkannya yurin...tp kau tau sendiri istriku ini sangat mencintai pekerjaannya...." bin menatap ling yang ada disampingnya.

__ADS_1


"tenanglah yurin aku bisa menjaga diriku dengan baik....jangan terlaku khawatir...oh ya kau mau kemana....?" Ling menatap dalam yurin.


"aku ingin menemuimu ling,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan....sebaiknya aku antar kamu ke rumah sakit...biar bin lgsg bisa keruang kerjanya...." yurin menggandeng tangan ling seakan ingin permintaannya dipenuhi.Bin yang mengetahui itu pun sudah paham dan memberi kesempatan kedua wanita itu untuk berbicara.


"baiklah sayang....kau kerumah sakit diantar yurin saja ya....kalian bisa leluasa berbicara setelah sampai diruang kerjamu...tidak apa'kan.....aku titip istriku ya yurin...aku keruanganku dulu...sayang nanti kita makan siang bersama okey...." Bin mencium kening ling lalu pergi menuju ruang kerjanya meninggalkan ling dan yurin.Ling hanya mengangguk terseyum pada suami tampannya itu.


Kedua wanita itu pun melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit,sesampainya diruang kerja Ling,langsung mempersilahkan kakak iparnya itu untuk duduk.


"apa kau ingin teh yurin...?''tanya ling sambil meletakkan tasnya diatas meja kerjanya.


" tidak Ling...aku hanya sebentar..."raut wajah yurin mulai berubah,seakan takut ingin menceritakan sesuatu pada Ling.


"*hemm sekarang katakan saja yurin apa yang ingin kau katakan...."


"tapi aku harap kau harus tetap tenang setelah aku bercerita,dan ingat kau sedang mengandung besar sekarang*...


ling hanya mengangguk menatap tajam yurin didepannya.


Ling bingung dengan ucapan yurin.


"*aku merasa sikapnya biasa" saja...kenapa kau bisa bertanya hal itu...?


"ling kau ini memang tidak tau atau pura" tidak tau??.....dengarkan aku...sepertinya gadis itu menyukai Bin suamimu*...."ucap yurin pelan agar suaranya tidak terdengar dari luar ruang kerja ling meskipun pintunya tertutup.


Mendengar ucapan Yurin,Ling benar"terkejut,pasalnya dia meraza selama dua bulan Bae min bekerja dirumah sakit nya,sikapnya biasa saja,,hanya saja Ling beberapa kali menangkap basah saat Baemin menatap lama kearah suaminya.


tapi Ling masih berfikir positif dia belum sepenuhnya percaya pada perkataan kakak iparnya itu.


"kau bercandakan.....kenapa kau bisa bilang begitu....??


" Ling asal kau tau selama dua bulan ini aku selalu mengawasi tingkah laku wanita ular itu...aku sangat yakin dia mencoba mendekati bin....aku sudah menyaksikannya sendiri...kau harus percaya pada ucapanku ling,aku tak ingin ada duri didalam rumah tanggamu....."perkataan tegas Yurin membuat Ling terpaku diam.


"*apa??selama dua bulan ini kau mengawasinya.......aku belum benar" percaya ini....apa dia tega menghianati niat baikku padanya...."

__ADS_1


"ayolah ling buka matamu....kau harus lebih berhati hati dengan wanita itu...kuharap kau mengerti maksudku...sebelum semua terlambat Ling....aku tak ingin keponakanku ini ikut bersedih*..." yurin berbicara sambil berdiri dari kursinya dan mengusap lembut perut ling.


"baiklah aku akan mengawasi gadis itu....terima kasih ya yurin kau sudah mengingatkanku...." mereka saling berpelukan erat.


Yurin melepaskan pelukannya,dan segera keluar dari ruang kerja Ling.


"aku hanya bisa membantu itu ling....aku ingin kau dan Bin hidup bahagia.... aku pergi dulu.....jaga baik''kandunganmu ling..sampai jumpa...." yurin menarik hendle pintu itu dan segera keluar sambil terseyum kearah Ling.


Ling terdiam memikirkan ucapan yurin tadi.dibenaknya tak pernah terlintas sedikitpun kalau Bae min bisa melakukan hal itu.Ling mulai mencari tau kebenarannya.dia ingin mengawasi diam"tingkah laku baemin.dia juga ingin bertanya langsung pada bae min juga pada Bin suaminya.


Diluar ruang kerja Ling,Yurin berjalan menuruni anak tangga menuju lantai satu untuk kembali keistana.tapi saat itu Yurin berpapasan dengan Bae min yang hendak ingin menuju lantai dua.dari jauh bae min sudah terseyum dan memberi hormat pada yurin.lalu menyapa yurin.sementara yurin masih dengan wajah datarnya.


"selamat pagi putri Yurin.....senang bisa berjumpa dengan anda....." sapa yurin ramah.


"pagi nona Bae min...bagaimana apa kau betah bekerja dirumah sakit ini.." tanya tho the poin pada baemin masih dengan wajah datarnya.


"saya sangat betah bekerja disini putri.....kalau saya boleh tau tumben putri kesini,apa ada sesuatu hal yang membuat putri kesini...?tanya baemin dengan tanpa ragu pada yurin.


Mendengar pertanyaan Bae min itu ujung bibir yurin sedikit terangkat menandakan ketidaksukaannya pada sikap berani wanita yang ada didepannya ini.


" iya ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan pada adik iparku....hemm bagus kalau kau betah disini....kau harus mengucapakan terima kasih padaLing,karena dia yang mengajakmu bekerja disini..kau harus selalu ingat itu...."ucap tegas yurin sambil menatap tajam Baemin.


Baemin merasa tidak nyaman dengan pandangan yurin padanya.seakan ada sesuatu hal yang tidak disukai darinya.


"baik putri saya akan selalu ingat kebaikan putri ling.."


Bae min hanya menundukkan kepalanya.


"kalau begitu aku pergi dulu....oh iya...kau wanita yang ckup pintar jadi gunakan kepintaranmu itu untuk hal" yang baik...."


ucapan yurin ini membuat Baemin mengepalkan kedua tanganya sambil menatap kepergian Yurin.


**Dasar wanita angkuh....beraninya dia mengingatkanku....awas suatu saat akan kubuat kau menderita....dulu kau juga wanita biasa seperti ku,tapi takdir saja yang berpihak padamu...**gumam baemin dalam hatinya..

__ADS_1


__ADS_2