
Masih digedung tembak,Putri sudah memakai peralatan lengkap untuk latihan menembak.dia sangat grogi memperhatikan arahan pengawal Bin.dari jauh pelayan Byul hanya terseyum simpul melihat sikap Putri
yang canggung kepada pengawal Bin.
Arahan demi arahan diberikan Bin untuk putri Ling yang masih awam dalam dunia tembak -menembak.putri berusaha bersikap tenang didepan Bin dan mendengarkan setiap penjelasannya.
Sama halnya dengan Bin yang sebenarnya begitu grogi ada didekat putri.
Putri mencoba bersiap menarik pelatup disenapannya dengan fokus mengarahkan pandangannya kearah sasaran didedapnnya.
Tapi sebelumnya tiba''Bin berada dibelakangnya sangat dekat dengannya sampai aroma khas tubuh Bin tercium olehnya.seperti posisi memeluk dari belakang Bin memegang tangan putri Ling membetulkan posisi jari jemari putri di senapannya,dan juga wajah bin sejajar dengan wajah putri yang sama sama melihat ke arah sasaran,sangat dekat dengan wajah putri.
Sentuhan Bin ditangannya membuat putri Ling terkejut dan seakan tak percaya,membuat hatinya benar'' deg-deg an.
Bola matanya terus melihat kearah wajah Bin yg sangat dekat dengannya.
__ADS_1
Bin pun sama dia juga heran dengan dirinya sendiri kenapa dia begitu berani melakukan itu,dan dengan cepat dia kembali ke posisinya tadi.
Apa putri sudah paham dengan penjelasan saya?sekarang silahkan putri mulai menembak?
mendengar ucapan bin putri pun baru sadar klo Bin sudah melepaskan pegangannya dan sudah berdiri disampingnya.
Satu tembakan hampir mengenai sasaran,membuat putri merasa ckup senang.
Hampir stengah jam mereka berlatih bersama.
''Sama sama putri,saya sangat senang bisa mengajari putri',selamat malam juga putri".jawab Bin.kemudian putri berjalan bersama pelayan Byul meninggalkan ruang tembak itu.Bin hanya bisa terseyum melihat putri berlalu darinya.Bin lalu melanjutkan latihannya lagi bersama pengawal lain hingga larut malam.
Sementara itu dikamar putri masih melamun memikirkan kejadian tadi.perasaannya jadi tak karuan.berdiri disamping jendela kamarnya sambil melihat kearah bulan sabit dilangit.
" Putri belum tidur,ini sudah malam,apa ada sesuatu yg menganggu pikiran putri?"tanya pelayan Byul pada putri dari arah belakang.
"Tidak ada yg kupikirkan kok,hatiku cuma merasa senang saja". ujar putri.
__ADS_1
"Apa karena pengawal Bin tadi putri?". dengan nada penasaran mengarahkan pertanyaan ke putri.Putri pun membalikkan pandangannya kearah Byul sambil menatapnya tajam.membuat Byul takut menunduk dan berkata pada putri.
"Maaf putri klo pertanyaan saya lancang.."
Seketika putri terseyum mendengar ucapan Byul.
"*Te*nanglah aku tidak marah dengan pertanyaanmu pelayan Byul,aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri,kau yang paling mengerti aku kan?tapi tlong jangan berpikiran macam macam tentang aku dan pengawal Bin,aku hanya merasa dia orang baik dan selalu muncul saat aku butuh."
jelas putri pada pelayan Byul.
Memang sudah lama pelayan Byul mengapdi diistana,umurnya pun hanya lebih tua beberapa tahun dari putri Ling.putri Ling menjadikannya asisten pribadinya setelah ibunya meninggal karena putri merasa sangat kesepian dan butuh teman mengobrol.putri menganggap byul seperti temannya sendiri.
"Baik putri saya mengerti.tapi apa putri tau smua wanita yg berada diistana ini begitu menyukai pengawal Bin.mereka menganggap pengawal Bin sangat gagah dan tampan.bahkan mereka bermimpi bisa menjadi kekasih pengawal Bin." ujar byul pada putri.
"Oww ya,,hemmmm ternyata pesona kepala pengawal Bin begitu kuat''.dengan sedikit manyun dibibirnya putri menjawab pernyataan Byul.
keduanya terlibat obrolan singkat sebelum putri memutuskan untuk tidur dan menyuruh pelayan Byul meninggalkannya.
__ADS_1