Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Perasaan yang terlihat


__ADS_3

**Di** **Aula Istana**


Nampak putri sedang berlatih tari dengan beberapa dayang.hari itu putri tidak ingin ke pergi bekerja ke rumah sakit dlu.dia ingin menyalurkan bakatnya kembali yaitu menari,karena sejak pulang dari luar negri dia belum sempat melakukannya.


Gerakan demi gerakan ia tirukan.terlihat seyum diwajahnya itu bisa mengurangi sedikit beban dihatinya.


Sejak ia pingsan kemarin dia belum bertemu pengawal Bin.itu membuanya resah.


Setelah cukup lama hari sudah siang akhirnya latihan menari putri selesai.


Dia beranikan diri mencari pengawal Bin yang sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya.


Sampai didepan gedung silat putri menghentikan langkahnya.dari jauh nampak Bin sedang berlatih pedang bersama pengawal yang lain.


Memang didalam istana ckup banyak terdapat gedung"yang memiliki fungsinya sendiri sendiri.ada beberapa gedung yang tidak memilik sekat dinding atau dindingnya berupa kaca seperti gedung silat ini jadi putri bisa melihat Bin dari kejauhan.


Putri hanya bisa mengamati Bin dari belakang Tiang kayu yg ada didalam ruangan itu.dia ragu untuk mendekati Bin.tidak tahu harus berbicara apa didepan Bin,tapi hatinya ingin sekali melihat Bin.


Sedangkan bin tak merasa kalau putri sedang memperhatikannya dari tadi.


Bin masih terus mengayunkan pedangnya padahal pikirannya selalu teringat kata"pangeran Lee kemarin.membuat dia tidak fokus dan tanpa sengaja pedang dari lawan mainnya mengenai tangannya.


Reflek Bin melepaskan pedangnya,dan memegang tangannya yang terluka,terlihat darah keluar dari goresan lukanya.menahan sakit bin terduduk begitu saja.


Putri yang dari tadi mengamati bin langsung berlari mendekatinya.sambil jongkok putri menarik tangan Bin yang terluka..sontak membuat Bin benar benar kaget dengan kedatangan putri Ling.


"Sini aku lihat lukanya?kenapa kau begitu ceroboh pengawal Bin?"

__ADS_1


Sambil mengeluarkan sapu tangannya putri bertanya pada Bin.


Sedang Bin masih bingung kenapa putri tiba"ada disini.


Setelah selesai mengikatkan sapu tangan itu ke tangan Bin.putri membangunkan tubuh Bin dan mengajak bin ke ruang kesehatan diistana.


"Ayo ikut aku,,lukamu harus dibersihkan dan diberi obat..''


Sampai diruang itu,Bin duduk dan putri mengambil kotak P3K.


" Ini hanya luka kecil putri,aku tidak apa'....''


Bin memberanikan diri berucap dlu. sambil melihat raut wajah putri yang sedang mengobatinya.


"Apa kau bilang,,luka kecil...luka ini bisa infeksi klo kau tidak merawatnya,kau ini keras kepala ya....kpn kau tidak fokus pengawal Bin??itu sangat berbahaya...."


Tatapan Bin terus tertuju pada wajah putri yang cantik,hatinya terus bergetar dan sangat gugup berada didekat putri.bisa memandang putri dari jarak dekat adalah hal yang sulit,tapi sekarang putri ada didepannya.seperti mimipi baginya.


"Sudah selesai,aku juga sudah memberi obat dilukanya,kuharap kau bisa menjaga lukamu,jangan kena air dlu dan ganti perbannya setelah dua hari."


putri menjelaskan pada Bin.mereka bertatapan untuk beberapa saat.tak tahu harus berkata apa.


"Trima kasih putri,anda begitu baik pada saya,,,sebenarnya saya ingin meminta maaf karena kemarin putri pingsan gara" saya terlalu lama mengajak anda menunggangi kuda."


Permohonan maaf Bin memecahkan suasana hening diantara mereka.


"Tugas seorang dokter adalah merawat orang sakit sepertimu,,untuk masalah q pingsan kemarin itu bukan salahmu pengawal Bin,itu karena q tidak makan dari pagi membuat aku lemas.kau jangan merasa bersalah."

__ADS_1


Dengan tatapan yang dalam putri memandang wajah Bin.keduanya menjadi canggung.


"*Kenapa putri begitu khawatir pada saya*...?"


Tiba tiba pertanyaan itu keluar dari bibir Bin.membuat putri melebarkan matanya,terkejut putri mendengarnya.


putri terdiam seribu bahasa takntau harus menjawab apa.Belum sempat putri menjawabnya Bin berujar lagi.


"Tlong putri jangan membuat saya bingung,salah sangka dan merasa tidak enak dengan perhatian yang putri berikan pada saya akhir" ini.Untuk pertama kalinya Bin mengeluarkan keberaniannya untuk menanyakan hal sensitif ini.


Raut muka putri berubah pucat saat Bin berucap seperti itu.dia mencoba menghindar.dan beranjak dari tempat duduknya,berjalan keluar ruangan itu.


"Aku.....tidak mengerti maksutmu pengawal Bin.apa aneh aku bersikap seperti ini??"aku pergi dlu,sambil terus berjalan meninggalkan bin.


" kenapa putri tidak menjawab pertanyaan saya,sampai kapan putri begini?"


Dengan nada tinggi suara bin terdengar menusuk dihati putri Ling,hingga tak terasa air mata sudah jatuh kepipinya.tanpa menoleh kearah Bin,putri terus berjalan.


Bin melihat kepergian putri dengan meremas sapu tangan putri yang kotor tadi.diwajahnya tersirat rasa kekecewaan dan kesedihan.


Putri trus berjalan cepat menuju kamarnya dengan air mata yang masih tersisa dimatanya,sampai sampai ia tak sadar kalau kakaknya pangeran Yuan melihatnya saat berjalan dihalaman Istana.membuat pangeran Yuan merasa cemas dengan keadaan adiknya.Dia sendiri juga tidak tau tentang perasaan adiknya itu.


Sampai kamar putri menangis meluapkan smua perasaannya.dia merasa bersalah kepada Bin,kenapa dia tak bisa mengakui perasaannya sendiri.kenapa dia tak bisa menjelaskan semuanya.yang ada hanya rasa takut kehilangan atau rasa takut jika kakak dan ayahnya tau perasaannya ini.putri Ling juga takut membuat Bin diusir ayahnya.


"Apa yang harus aku lakukan,aku benar", bingung."


Didepan kaca meja riasnya dia bergumam.trus memikirkan jawaban apa yang akan dia katakan pada Bin.

__ADS_1


Pelayan Byul mengetahui hal itu dan hanya bisa terdiam dikamar putri..


__ADS_2