
Beberapa hari telah berlalu setelah perayaan ulang tahun Raja kim kemarin putri masih merasa bersalah.dia juga belum bertemu dengan pengawal bin.
Entah kemana pengawal Bin kenapa beberapa hari ini dia tak nampak.
Sementara itu beberapa hari ini pengawal Bin sangat sibuk dengan latihannya.dia berusaha mengalihkan pikirannya,membuang rasa kecewanya.
Hari sudah sore,saatnya putri pulang kerja.saat berjalan menuju kamarnya putri sengaja lewat didepan gedung tembak,berharap disa.na ada pengawal Bin.
Sesuai perkiraan putri,pengawal Bin memang ada disana.putri sedikit merasa lega bisa menemukannya.langkah kakinya masuk menuju ruangan itu,mendekati Bin.
Bin yang tidak menyadari kedatangan putri terus menembaki sasarannya.
sebenarnya putri bingung harus memulai dari mana,dan kenapa dia harus menemui Bin.dia sendiri juga bingung.
"Kau disini pengawal bin..!"
suara putri membuat bin terkejut dan menoleh.membuat dia tak yakin klo putri menemuinya.
"*putri.....
''*Apa aku menganggumu**?"
__ADS_1
dengan wajah datar putri memberi bin pertanyaan.Bin meletakka senapannya dan berjalan mendekati putri dengan sedikit menganggkat alisnya.
''Tentu tidak,ada perlu apa putri mencariku?"
jawaban Bin ini membuat putri sedikit kesal,kenapa nada bicaranya seperti itu.
"*hemmm...aku.....cuma ingin tau saat acaara perayaan itu kenapa kau tiba" menghilang?"
''Harusnya putri sudah tau alasannya...,saya tidak perlu menjelaskannya."
''Apa maksudmu pengawal Bin*?"
tiba tiba Bin menarik pinggang putri Ling didekatnya.
"Apa kau senang bersama pria itu putri?Apa kau sengaja ingin membunuhku dengan rasa cemburu ini...."
Masih memegang erat pinggang putri Ling Bin menatap tajam dengan wajah yang terlihat sedikit emosi.Putri semakin merasa takut,nafasnya mulai tak beraturan.rasa gugupnya begitu besar.sorot mata Bin membuatnya kaku.
"mengapa kau menilai aku seperti itu pengawal Bin?aku hanya sekedar berdanca.maaf klo aku sudah membuatmu tidak nyaman.tlong lepaskan aku pengawal bin,,aku harus kembali kekamarku...!"
Memang saat itu suasana dirusng tembak sangat sepi tidak ada orang lain kecuali mereka berdua.
__ADS_1
Bin masih belum mau melepaskan pegangannya.mereka sejenak diam.
"Aku belum mengerti sebernarnya apa yang ada dihatimu putri?apa kau ingin mengujiku putri?''
kata kata bin semakin membuat bingung putru harus menjawab apa.dia hanya bisa menggeliat mencoba melepaskan belenggu bin pada tubuhnya.mendorong tubuh bin menjauh dari tubuhnya tapi begitu sulit.tenaganya tak kuat.gerakan putri membuat ini membuat Bin senang dan semakin menggoda putri.dengan mendekatkan wajahnya ke wajah putih putri.
" *Kau senang membuatku terbelenggu seperti ini pengawal Bin?cepat lepaskan aku."
"memang aku ingin selalu berada didekarmu putri. oh ya apa kau mencarikanku karena merindukanku* ?"
wajah putri merona merasa malu.
Bin pun melepaskan pengangannya.Putri pun bergegas pergi dengan wajah yang masih terlihat malu tanpa menoleh kearah bin.tanpa menjawab pertanyaan bin.
Bin merasa puas bisa membuat putri seperti itu.
*kenapa aku harus menemuinya tadi.....aku tidak bisa mengahadapinya.dia tau kelemahanku.kenapa hatiku begitu gugup menghadapinya.rasanya aku ingin teriak saja....hahhhhh*
Putri sampai dikamarnya dan bergegas mandi.melepaskan semua rasa lelahnya.
Hari sudah gelap saat putri selesai mandi.dia berdiri didepan jendela kamarnya melihat indahnya langit malam itu.
Bin berkeliling bersama beberapa anak buahnya mengecek keamanan istana.bin melewati kolam istana,dari bawah bin melihat kearah kamar putri.terlihat dengan jelas putri masih berdiri disamping jendela.
__ADS_1
sementara putri hanya melihat kearah bin dengan expresi datar.Bin berlalu begitu saja..
putri masuk dan beristirahat karena malam semakin larut.