Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
Tatapan yang dalam


__ADS_3

Lima hari telah berlalu


Bin sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


flash back


Sebelumnya,dua hari yang lalu Raja Kim menengoknya bersama tuan Ji.


Yang Mulia sengaja menengoknya untuk memastikan keadaan Bin yang sudah mulai membaik.Raja Kim juga mengucapkan banyak terima kasih pada Bin karena sudah melindunginya.


Bin sudah sampai dikamarnya dia berjalan pelan menuju ranjangnya dan berbaring disana.memang luka bin belul sembuh benar tapi dia sudah bosan dirumah sakit.dia mencoba memejamkan matanya.


Hari sudah malam putri sudah selesai mandi,dia menyiapkan alat kesehatan dan sup ikan gabus untuk pengawal Bin.dia sudah tahu klo Bin sudah pulang lewat Byul.


Putri berjalan kearah. kamar Bin,dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Dilihatnya Bin masih tertidur diranjangnnya.


Putri hanya berdiri tertegum melihat wajah Bin yang begitu tampan dengan garis rahangnya yang tegas.Bin menyadari ada yg mendekatinya,dia membuka mata dan mendapati putri sudah berdiri disampingnya .


"Putri.....kau disini?" seraya bangun tapi ditahan oleh putri dan keduanya begitu dekat.


"Maaf klo mengganggumu,aku hanya ingin menggecek lukamu.boleh?dengan suara pelan putri minta ijin pada Bin.Bin pun hanya terdiam dan berusaha bangun dibantu Putri.


Pelan pelan putri membuka kancing kemeja hitam yang dipake Bin.Terlihat dada bidang Bin yang begitu kekar,membuat putri sedikit gugup hatinya benar" ingin meloncat,semakin dekat mereka hingga putri bisa mencium aroma tubuh Bin yang khas.


Begitu juga Bin yang dari tadi menatap putri dia begitu dekat mengamati setiap detail kecantikan putri, bahkan dis bisa mencium aroma wangi dari tubuh putri,hatinya begitu bahagia.Bin masih terus menatap tajam putri dari arah yg begitu dekat.


Putri membuka perban Bin terlihat jaitan yg lukanya panjang,memberinya obat dan menutupnya kembali.

__ADS_1


"Apa sakit?.......


Pertanyaan putri membunyarkan tatapan bin yg dari tadi menatap putri.


" Tidak terlalu putri,,"


Putri masih terus menutup luka Bin dengan Perban,terkadang tanpa sengaja mukanya hampir menyentuh dada Bin,,sebenarnya dia sangat gugup tapi masih bisa mengendalikannya.


"Sudah selesai,aku mohon jangan terlalu banyak bergerak dan jangan sampai terkena air.baiklah sekarang aku akan menyuapimu sup ikan gabus agar lukamu cepat kering."


Sambil mengambil mangkok sup dimeja dan menyodorkan sesendok sup pada Bin,,


Bin pun membuka mulutnya,dia masih terus menatap putri membuat putri merasa tak nyaman.


''Tlong jangan memandangku seperti itu,aku jadi tidak enak".


"maaf putri klo saya lancang,"


Bin hanya bisa melihat putri berlalu.


Dikamar putri merasa sangat bahagia bisa sangat dekat dengan Bin,entah sejak kapan perasaannya seperti ini.dia pun terlelap tidur.


Keesokan harinya seperti biasa putri bekerja di Rumah Sakit sampai sore.setelah kembali kekamarnya dan mandi.malamnya putri kekamar Bin untuk melihat kondisinya.


Saat putri masuk kedalam kamar bin,dia tidak mendapatinya.Tiba tiba dari arah samping muncul Bin yang telanjang dada dan hanya menggunakan handuk dililitkan dipinggangnya.memang bagi putri tetlihat sexi tapi itu sontak membuat putri terkejut dan menutup matanya.Bin pun baru menyadari klo ada putri dikamarnya.


"Maaf harusnya aku mengetuk pintu dlu.."


masih menutup mukanya dan dengan expresi malu putri berkata pada Bin.

__ADS_1


"ow maaf putri saya habis mengelap tubuh saya karena terasa lengket,saya pakai baju dlu."Bin pun masuk lagi ke kamar mandi untuk mengenakan baju.


Tak lama bin sudah keluar mengenakan kemeja biru dan celana pnjang mendekati putri yang masih menutup matanya.


Sambil berada dekat didepan putri memperhati muka lucu putri Ling yang terlihat merona karena malu.


" Bukalah putri saya sudah pke baju."


Putri pun membuka matanya.melihat Bin sudah berdiri didepannya.


"Aku ingin mengecek lukamu,bagaimana apa masih nyeri?


" Tidak putri sudah membaik''.


Mereka duduk berdua disofa,keduanya begitu dekat,sama sama merasa gugup.putri membuka kancing baju bin perlahan,putri seperti biasa membuka perban dan mengolesinya obat.


"hemm sepertinya lukamu cepat kering" sambil terseyum putri menatap Bin.


setelah ckup lama putri berada didalam kamar Bin,putri beranjak dari duduknya dan ingin kembali kekamarnya.tapi sebelum sempat berdiri,tiba tiba tangan Bin menarik tangan putri Ling,membuat putri terkejut dan sangat gugup.


"Trima kasih putri,anda begitu baik pada saya dari mulai dirumh sakit hingga sekarang anda begitu perhatian".


Putri menunduk melihat kearah bin


" aku hanya merasa bersalah padamu,karena memintamu untuk menjaga ayahku sampai nyawamu hampir melayang,,aku hanya ingin berterima kasih padamu dan membalas kebaikanmu pengawal Bin,,maaf klo membuatmu risi dengan sikapku."


"saya tidak merasa risi putri justru saya sangat bahagia putri sendiri yang merawat saya.." sambil masih menatap dalam kearah putri.mereka saling menatap ckup lama,tatapan itu semakin dalam.putri pun melepaskan genggaman tangan Bin padanya.putri pun menoleh dan berlari keluar dari kamar bin.hatinya semakin tidak karuan mendengar ucapan Bin.


Bin pun seakan tak percaya pada dirinya sendiri sudah berani memegang tangan putri.membuat dia merasa tidak enak.

__ADS_1


Dalam kamar putri merasa bingung,berdiiri disamping jendela menatap langit yang sdikit mendung.sambil bergumam sendiri dalam hatinya.


"ada apa denganku kenapa aku seperti ini.?masih bingung dengan hatinya sendiri.


__ADS_2