
Seperti biasa Bin melakukan apel pagi diAula istana untuk memberi intruksi pada semua anak buahnya.suasana hatinya sedang baik setelah kemarin bertemu putri.memang istana Raja Kim begitu luas,hingga membuat orang orang yang tinggal didalamnya jarang bertemu.Saat berjalan menuju ruang pemantau CcTv Bin berpapasan dengan pangeran Yuan.Bin hanya menunduk saat pangeran Yuan melewatinya.tapi langkah pangeran Yuan terhenti,menoleh dengan muka datar dia berbicara.
"Apa kau ada waktu sebentar kepala pengawal Bin,aku ingin berbicara denganmu..!"
iBin dengan rasa penasarannya menjawab pertanyaan pangeran Yuan.
"Tentu ada pangeran ..''
Mereka berjalan dan berhenti ditepi kolam istana.
''Apa ada hal penting yang ingin pangeran sampaikan"
"Aku tak ingin basa basi padamu pengawal Bin.Aku sudah tau klo ada sesuatu antara kau dan adikku.sebenarnya aku terkejut .aku tak mengira kalau kau punya perasaan pada adikku.apa kau sengaja dari awal merencanakan ini pengawal bin?".
" Maaf pangeran karena saya sudah lancang.tapi saya tidak ada rencana apapun,apalagi saat pertama masuk keistana saya bahkan tidak tau klo Raja mempunyai putri yang tinggal diluar negri.tujuan saya hanya untuk setia mengapdi pada Raja Kim.saya tidak ada niatan buruk pangeran."
"Benarkah,,,,smg yang kau katakan ini bukan hanya sandiwaramu saja..
apa kau menyukai adikku karena dia seorang putri??"
"Perasaan saya tulus pangeran.kesederhanaan dan kebaikan putri yang membuat saya jatuh hati.bukan karena statusnya.."
__ADS_1
"Kau tau pengawal Bin dari awal aku berusaha ingin mendekatkan adikku dengan pangeran Lee,aku ingin adikku mendapatkan pria yang baik."
"Saya mengerti pangeran,saya juga sadar dan tau diri akan status dan derajat saya.tapi bukannya perasaan itu tidak bisa dinilai dengan apapun pangeran..saya sudah mencoba membuang jauh jauh perasaan ini tapi maaf pangeran saya tidak bisa.kecuali putri sendiri yang meminta baru saya akan mencoba melakukannya..''
" Hemm ternyata kau ckup berani pengawal Bin,tentunya kau juga sadar dengan segala resikonya bukan?.aku juga sadar klo sekarang adikku bukan anak kecil lagi.tapi aku sudah berjanji pada ibuku sebelum dia meninggal untuk slalu menjaga Ling sampai dia menikah.Baiklah aku sudah ckup mendengar penjelasanmu.aku akan mencoba untuk tidak mencampuri urusan kalian bertiga,biarkan adikku sendiri yang memutuskan.
Tapi ingat pengawal Bin jika suatu saat kau membuat adikku memangis,aku sendiri yang akan memberimu pelajaran.kuharap kau tidak lupa dengan ucapanku ini".
Dengan raut wajah serius pangeran memperingatkan Bin.Lalu pergi berjalan menuju Ruang kerjanya.
Diruang Cctv Bin masih memikirkan kata kata pangeran Yuan tadi.Dia tidak mengira kalau pangeran bisa secepat ini tau perasaannya.padahal dia ingin memberi tau pangeran Yuan klo dirinya sudah siap.
Dr.chen menghampiri putri dimeja kerjanya.
"Apa kau sudah selesai memeriksa semua pasienmu putri...?,aku kesini untuk memberi berkas ini,kau periksa dlu saja. baru kau tanda tangani putri"
''sudah dr.Chen...baik aku akan membaca berkas ini dlu.trima kasih dokter kau sudah membantuku mengurus rumah sakit ini."
"sama sama putri.aku juga senang bisa membantumu.inikan cita citamu dari kecil bukan?
Putri hanya terseyum mendengar ucapan dr.Chen.
__ADS_1
"*Kuharap dokter selalu membantuku untuk membuat rumah sakit ini lebih besar lagi,agar lbih banyak lagi rakyat yang kurang mampu bisa berobat kesini."
"Dengan senang hati putri,ini adalah tujuan yg sangat mulia*."
Putri sudah menyelesaikan tugasnya dan bersiap untuk kembali ke istana.lumayan capek tapi dia tiba"teringat kebersamaannya dengan Bin kemarin.Di hatinya kini hanya ada rasa bingung dan takut.
Sampai dikamar,Pelayan Byul sudah menunggunya.
"Akhirnya putri pulang juga.."
byul membantu putri melepas jasnya.
"*hemmm tugasku hari ini lumayan bnyak jadi aku pulang terlambat.capekk ....!eh tapi ada apa pelayan byul,sepertinya kau ingin menyampaikan sesuatu..!"
"Tadi saya melihat pangeran Yuan dan pengawal Bin berbicara ditepi kolam,cukup lama dan sepertinya pembicaraan mereka serius sekali*."
Ucapan byul membuat putri terkejut rasa takut dihatinya bertambah besar.
"*Apa yang mereka bicarakan?apa kakak sudah tau semuanya??aku harus bagaimana byul,bagaimana jika kakak bilang pada ayah,ini bisa membuat pengawal Bin diusir dari istana.....Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan..?''
" *Jangan terlalu cemaz putri,tadi sepertinya raut wajah pangeran begitu tenang....pangeran juga pasti mempertimbangkan untuk bilang pada Yang Mulia**."
Byul berusaha menenangkan putri yang masih berdiri terlihat cemas.
"Semoga saja begitu byul...aku begitu takut kalau ayah sampai tau ini..."
Putri pun bergegas untuk mandi dan beristirahat meskipun pikirannya tidak tenang.
__ADS_1