Hati Putri Dan Sang Pengawal

Hati Putri Dan Sang Pengawal
permintaan


__ADS_3

Bin berjalan cepat menuju kamarnya.hati dan pikirannya kacau.karena kejadian tadi.


Saat sudah berada didalam kamarnya bin melihat Ling berbaring miring memunggunginya.Ling menahan tangisnya agar Bin tak mengetahuiinya.tapi bin lebih memahaminya.pasti hatinya sekarang terasa sakit.Bin segera mengganti bajunya.lalu merebahkan tubuhnya keranjang dengan posisi memeluk ling dari belakang.bin mengelus kepala dan perut ling pelan.mencium kepala istrinya.Bin tahu kalo ling sedang pura"tidur untuk menghindarinya.


"aku tahu tadi kau melihat semuanya kan sayang.....??maaf harusnya dari kemarin aku jujur padamu." ucap bin pelan disamping telinga istrinya.


Lin masih terdiam dan menutup matanya.


Bin merasa bersalah.dia semakin memeluk erat tubuh ling yg semakin berisi itu.mencium leher ling dengan rasa sayang.


"ayo sayang ucapkan sesuatu...jangan diam seperti ini....tadi aku sudah mencoba menghindarinya..tp q justru terkejut dia begitu berani......."


Ling membuka matanya dengan raut wajah sendu.


"apa kau suka dia mendekatmu....?harusnya kau bilang dari awal tentang perasaan gadis itu padamu...." Ling menahan tangisnya.


"aku tak ingin membuatmu berfikir berat sayang....bagiku dia hanya seorang gadis kecil..kalau aku tak mengingat utang budiku padanya mungkin aku bisa bersikap kasar padanya...kau paham kan??"


Ling membalikkan tubuhnya menghadap Bin.mereka saling berpandangan ckup lama.


"sebenarnya aku sudah tahu kalo dia trus mencoba mendekatimu.....tapi q merasa sedih saat aku melihat ada wanita lain menciummu...apa kau tak tergoda....dia masih muda dan cantik....."


Bin terseyum mendengar ucapan ling.dia menyentuh lembut pipi ling.


"kau percaya padaku kan sayang.....apa kau lupa dulu aku pernah bilang kan walaupun ada 1000 wanita sepertinya atau seperti jiso aku tak akan tergoda.aku janji aku kan semakin menghindarinya,,sekarang tidurlah sayang...ini sudah malam....aku mencintaimu..." Bin dengan lembuf mencium bibir ling.untuk beberapa saat keduanya larut semakin dalam.pelukan bin semakin kuat.dia merasa lega ling begitu percaya padaya.hingga akhirnya Ling teelelap tidur,kepalanya bersandar didada bidang bin..merasakan dekapan hangat suaminya itu.Bin terus mengelus pelan perut ling yang sudah besar itu..


Pagi hari telah tiba....keduanya sudah selesai mandi bersama.itu hal yang sering dilakukan pasangan romantis ini.


Ling sudah bersiap berangkat keRumah sakit diantar Bin.mereka berjalan pelan sambil bergandengan.saat sudah sampai didepan rumah sakit bin melepas genggamannya.dia tak ingin masuk,dia malas bertemu baemin didalam rumah sakit.


"masuklah sayang.....q sedang malas masuk.....nanti kujemput ya sayang".. ucap Bin sambil mencium kening ling.


ling hanya mengangguk,dia tahu apa alasan suaminya itu malas masuk kedalam rumah sakitnya.Ling lalu berjalan masuk kedalam Rumah sakit.dan bin sudah berlalu menuju istana lagi.


Dari kejauhan ling sudah melihat Baemin sedang berbicara dengan perawat yang lain.meskipun hatinya masih kecewa dengan keberanian gadis itu,tapi ling mencoba tenang dan bersikap biasa didepan gadis itu.


Ling bergegas naik kelantai dua tempat ruang kerjanya tanpa menghiraukan yang lain.Ling sibuk dengan pekerjaannnya sampai waktu makan siang tiba.kali ini bin tak datang karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.sekarang ling justru ingin berbicara pada baemin.ling ingin tahu apa sebenarnya maksud gadis itu terus menggoda suaminya.


Ling menyuruh salah satu perawat untuk memanggil baemin keruangannya.


Ling sudah berdiri disamping balkon sambil menikmati cuaca siang hari yang begitu cerah.tak lama baemin sudah masuk keruangannya.


"kesinilah nona baemin....disini pemandangannya indah....lihatlah..." pinta ling yang menoleh kearah baemin.


gadis itu pun menuruti perintah ling.


mereka berdua terdiam sesaat.sampai baemin membuka suaranya terlebih dahulu.

__ADS_1


"maaf putri ada hal apa yang ingin putri bicarakan memanggil saya kesini??" suara baemin masih pelan disamping ling.


ling terseyum simpul tanpa menoleh kearah gadis itu.


"hemmm nona baemin bisa kau bilang jujur padaku kenapa kau melakukan semua itu?"


"maksud tuan putri apa?" baemin masih mengelak.


"apa kau menyukai suamiku???


jlebbb pertanyaan putri ini membuat baemin tersentak sekaligus senang,ternyata putri sudah tau perasaannya.


" ternyata putri sudah mengetahui perasaan saya.iya saya memang menyukai tuan Bin sejak dia koma dirumah saya."ucao tegas baemin tanpa merasa berzalah pada ling.


"apa kau sadar dengan apa yang kau bicarakan nona baemin....???Ling menatap tajam baemin dengan muka yang mulai merah.


" apa putri lupa dulu putri pernah berkata pada saya,kalau saya boleh meminta satu permintaan sebagai balas budi putri pada saya....lalu kalau sekarang saya mengajukan satu permintaan itu apa saya salah....??"


"apa kau ingin....,..???ucap ling masih mengambang.


Baemin semakin berani dengan sikapnya.dia seakan dibutakan oleh cinta konyolnya.


" iya saya meminta suami putri bagaimana.....?saya sangat mencintai suami anda jadi tolong penuhi janji putri."


Mendengar ucapan baemin yang begitu berani tanpa pikir panjang Ling menampar pipi baemin ckup keras.meninggalkan tanda merah dikulit wajah gadis itu.


"apa kau tidak punya rasa malu,,,haaa....aku tak menyangka kau bisa seberani ini.....aku memang berhutang budi padamu dan ayahmu,tapi bukan berarti aku akan dengan mudah memberikan suamiku...jangan harap kau bisa dengan mudah merusak rumah tanggaku nona.......sekarang keluar dari ruangganku.....cepattttttt!!!!!!!!!"


Emosi ling memuncak memandang tajam keaeah baemin.sementara baemin masih memegang pipinya yang habis terkena tamparan.matanya juga tajam memandang kearah ling.tanpa sepatah katapun baemin segera keluar dari ruangan itu.


Dari bawah ternyata ada Dr.Chen yang melihat semuanya.dia terkejut saat melihat putri Ling menampar perawat baru itu.ia segera menghubingi Bin untuk memberi tahu semuanya.


Di sisi lain baemin berjalan cepat menuju ruang istirahat sambil mengepalkan kedua tangannya.dia merasa sangat marah.


"berani dia menamparku......baik....jika aku tak bisa mendapatkan tuan Bin.dia juga tak boleh....lihat saja nanti aku akan membuat hidupmu menderita putri...." guman baemin pelan dengan wajah yang terlihat emosi.


Diruang kerjanya ling merasa sangat lelah karena perasaannya yang tegang dari tadi.dia memutuskan untuk segera kembali keistana.dia ingin menenangkan dirinya dulu.


Sampai diistana ling langsung menemui Yurin yang sedang berada diperpustakaan istana.melihat raut wajah ling yang pucat mendekatinya.yurin merasa khawatir..dia merasa ada sesuatu hal yang sudah terjadi pada adik iparnya ini.


"Ling kau disini.....ayo duduk .....katakan ada apa???"yurin membantu ling pelan" duduk disampingnya.


tatapan sedih ling mengarah pada yurin yg merasa penasaran.


"yurin....kau benar,,,dia menyukai suamiku......"


"hemmmmm soalll gadis ular itu.....kau sekarang sudah tau kan.....''

__ADS_1


" tadi aku habis menamparnya.........."


"apa ling????sontak yurin terkejut.


" dulu aku pernah menawarinya satu permintaan sebagai rasa balas budiku padanya...sekarang dia meminta suami yurin...."tangis ling pecah...


Yurin menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan ling.


"dia benar" sudah teropsesi pada bin...bagus kau sudah menamparnya ling...dia harus menerima itu sebagai hukuman karena sudah sangat lancang.....aku minta kau keluarkan saja gadis ular itu dari rumah sakit...kau harus membuatnya sejauh mungkin dari kehidupanmu ling"Yurin mengusap lembut bahu ling.


"tapi aku merasa kasihan padanya yurin....aku tidak tega mengusirnya keluar dari rumah sakit...."


''kau ini terlalu baik jadi orang.....aku hanya merasa khawatir padamu ling dia bisa saja melakukan hal yang lebih nekad dari ini....."


"aku akan terus mengawasinya....."


"baiklah...itu hanya saran dariku.....sebaiknya kau pertimbangkan ling....ayo sekarang kuantar kekamarmu....kau sudah terlihat pucat." yurin berdiri sambil merangkul bahu linh pelan berjalan kekamar ling.


Saat hendak sampai dikamar,bin yang mencari keberadaan ling melihat keduanya dan segera berlari mendekati ling dan yurin.


"sayang...kau pucat sekali...." bin merasa sangat khawatir setelah menerima telpon dari dr.chen tadi.


Yurin memandang Bin sambil memberi kode untuk tenang.


Dengan sigap bin langsung menggendong ling menuju kamar.meninggalkan yurin.


Bin merebahkan tubuh ling diatas ranjang.mengusap lembut kening ling.yang masih terdiam.bin tak ingin bertanya apapun dulu pada istrinya itu.ia ingin ling tenang dulu..


"istrihatlah dulu sayang......aku akan mengambil minum untukmu...." saat Bin hendak berdiri,tangan ling menarik tangannya cepat.


"aku ingin pelukanmu sayang....." pinta ling pelan dengan tatapan sendunya.


Bin langsung merebahkan tubuhnya disamping ling.mendekap dan mencium ttubuh ling dengan penuh kasih sayang.wajah ling sudah bersembunyi didada bidang bin.seakan mencari ketenangan.


"dia meminta ku untuk melepasmu sebagai balasan utang budiku padanya..."


ling berkata sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah bin.


Bin mencium singkat bibir ling.


"itu konyol......itu tidak akan terjadi....sudah sayang jangan hiraukan dia.istirahatlah....jika kau sakit aku juga ikut sakit.dan ingat untuk beberapa hari ini kau tidak boleh pergi kerumah sakit dulu.....okey .


Ling hanya mengannguk didekapan bin.


tak lama ling sudah tertidur.


Bin terus mengusap lembut kening ling.

__ADS_1


Bin merasa sangat bersalah karena dirinya kini istrinya merasa sangat tertekan.bin sangat mengkhawatirkan kandungan ling.pikiran bin kalut mencari cara agar baemin mau menjauhi kehidupannya.


__ADS_2