
Waktunya makan malam telah tiba.Raja Kim,bibi Han,pangeran ,yurin dan juga tabib Tang beserta Bae min sudah duduk dimeja yang ckup besar diruang makan itu.tak lama Bin dan ling muncul.bin menarik kursi untuk ling duduk.Raja mempersilahkan untuk segera menyantap hidangan yang sudah tersedia.jamuan makan malam itu berlangsung hangat.disela sela makan Bin dan Ling menunjukkan kemesraan mereka.Bin begitu perhatian pada Ling.mengambilkan beberapa lauk untuk ling karena istrinya itu sedang hamil agar bisa menerima asupan gizi yang ckup.sesekali ling juga menyuapi bin.membuat semua orang memperhatikan mereka.tak terkecuali Bae min yang duduk berhadapan dengan Bin.Bae min selalu memperhatikan ling dan Bin.hatinya terbakar cemburu.dia begitu iri dengan Ling.tanpa terasa sudah muncul perasaan buruk dihatinya.Wajah bae min berubah menjadi dingin tatapannya sangat dingin kearah bin dan Ling.tangannya meremas kuat lap yang ada digenggaman tangan nya.mencoba meredam emosi dihatinya.tanpa disadari Bae min,ternyata Yurin memperhatikan tingkah lakunya.Yurin merasa ada yang aneh karena Bae min terus memperhatikan Bin dengan sorot mata tajam.yurin hanya bisa diam dulu,dia ingin mengatakan semua pada ling jika waktunya sudah tepat.
Setelah semua selesai makan,mereka kembali kekamar masing".tapi tidak untuk Ling dan Bin.mereka ingin mengobrol dulu dengan tabib tabib Tang dan Bae min.Bin duduk disudut koridor istana bersama tabib Tang,sementara ling mengajak bae min duduk ditepi kolam untuk berbincang sambil menikmati udara malam yang sejuk.
"apa kau senang nona Bae min disini?" tanya ling pada bae min yang duduk disebelahnya.
"tentu putri....saya sangat beruntung bisa berada diistana ,,," ucap bae min sambil menatap wajah Ling.
"hemmm aku dengar kau juga ahli mengobati orang,,,,pasti ayahmu sudah sangat tekun mengajarimu..."
"saya baru belajar putri...."ucap bae min cepat.
" *kalau kau mau,kau bisa bekerja dirumah sakit istana...disana kau akan mendapatkan pengalaman baru,kau bisa membantu perawat"disana mengurus pasien.."
"tapi putri sayakan tidak bersekolah tinggi seperti perwat yang lain*....!" tanya Bae min dengan ragu.
"itu tidak masalah ,karena itu rumah sakitku dan aku yang mengolahnya..bagaimana kalau kau mau,besok kau bisa langsung ikut denganku kerumah sakit...."
Tawaran putri sungguh membuat bae min gembira,ini kesempatannya untuk terus berada diistana dan bisa mendekati Bin.niat jahatnya muncul begitu saja tanpa memikirkan akibatnya.tanpa pikir panjang bae min langsung menerima tawaran itu.
"baik putri saya terima tawaran anda...terima kasih.....''ucap bae min dengan seyum liciknya.
**ini kesempatan yang bagus....kenapa kau begitu polos putri,,justru kebaikanmu ini akan menghancurkan rumah tanggamu sendiri....**gumam bae min dalam hatinya.dia pun berpamitan pada ling untuk kembali kekamarnya.Ling pun menghampiri bin yang telah selesai berbincang dengan tabib Tang.mereka kembali kekamar.didalsm kamar putri bercerita pada Bin tentang tawarannya kepada Bae min.setelah mendengar itu justru Bin merasa khawatir,karena dia sudah merasa tidak nyaman didekat Bae min.tapi dia tak ingin menceritakan hal ini pada istrinya.karena bin tahu kalau hati istrinya itu sangat baik dan lembut.
Keesokan harinya Ling sudah siap berangkat keRumah sakit bersama Bae min.mereka berjalan bersama.sesampainya disana ling mengenalkan Bae min kepada seluruh karyawan di rumah sakit itu juga dengan dr.Chen yang tidak keberatan dengan keinginan putri.
__ADS_1
Bae min pun mulai beradaptasi dengan seluruh karyawan dirumah sakit.bae min juga sudah mulai merawat beberapa pesien tentunya dengan pengawasan dr.chen.
Pukul 3 sore Bin terlihat berada dirumah sakit untuk menjemput ling.dari kejauhan Bae min sudah melihatnya.ia sengaja mendekati dan menyapa bin.
"selamat sore Tuan Bin.....sedang apa anda disini....."sapa bae min dengan seyumnya.
" sore juga nona bae min...aku kesini ingin menjemput istriku,ini sudah pukul 3,,aku tak ingin dia terlalu lelah..mari aku tinggal dulu...."ucap bin lalu bergegas meninggalkan bae min yang masih berdiri.
Mendengar jawaban dari bin,hati bae min terasa sakit.dia tidak menyukai perhatian yang diberikan bin pada ling.dengan cepat bae min mengejar bin.
"tunggu tuan bin........apa aku boleh meminta tolong ??ucap bae min dengan terengah engah.setelah berusaha mengejar bin.
Bin merasa terkejut karena bae min mengejarnya.pandangannya datar pada gadis muda itu.
" *apa yang bisa kubantu nona??"
Bin bingung benar" harus bagaimana...ia tak bisa menolak keinginan gadis itu karena ia merasa berhutang budi tapi dia juga merasa tak enak pada istrinya.
"baik lah....aku akan mengajarimu....nanti malam datanglah digedung tembak...aku menunggumu disana nona...." jawab. bin dengan rasa keterpaksaan.
Bae min begitu senang mendengar jawaban dari Bin.ia hanya mengangguk dan terseyum pada bin.Bin pun segera melanjutkan langkahnya ke lantai dua ruang kerja istrinya.
**sebaiknya aku bilang pada Ling agar dia tidak salah paham**gumam Bin pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Tak lama Bin sudah menggandeng tangan Ling kuat.mereka pulang dengan berjalan kaki pelan.dari jauh ternyata Bae min memandang dengan tatapab siniz.
Sesampainya dikamar Bin langsung mencceritakan semuanya.
__ADS_1
"Sayang..sini.aku pijitin kakimu pasti kau sangat lelah...." ucap bin sambil mengangkat kedua kaki ling keatas sofa.lalu memijitnya pelan.
"jangan sayang....ini biasa pada ibu hamil tua sepertiku...." ling coba menyingkirkan tangan bin dari kakinya tapi itu percuma karena tenaga bin yang kuat.
"sayang...tadi q bertemu nona Bae min,,dia meminta tolong padaku...untuk diajari menembak......aku tak bisa menolaknya..tapi aku juga tak enak denganmu...apa kau mengijinkannya sayang??''ujar Bin dengan sedikit gugup didepan Ling.
sementara ling yang mendengar itu terseyum meskipun dalam benaknya agak terkejut dengan keinginan bae min.Ling merasa sedikit aneh pada gadis itu.
**kenapa gadis itu begitu berani...padahal wajahnya terlihat sangat polos**gumam Ling dalam hati.
" tentu sayang aku mengijinkanmu.....ajari dia dengan baik y sayang. terima kasih kau mau bikang padaku...aku percaya padamu....."ling berusaha tenang didepan Bin.
Bin lega mendengar jawaban istri tercintanya .
Waktu sudah malam.Bin pergi ke gedung tembak.Bin memakai pakaian santai dengan kaoa panjang merah dan celana hitam.
Ternyata Bae min sudah menunggunya.Bin masih bersikap biasa pada gadis itu.ia langsung memberikan beberapa arahan pada Bae min.mengenalkannya dengan beberapa macam senjara.Bin menjelaskan dengan pelan teknik"cara menembak yang benar.
Mereka pun mulai berlatih menembak setelah sebelumnya memakai alat pelindung ditelinga dan kaca mata tembak.
Bin berdiri persis dibelakang Bae min.membtulkan posisi tangan Bae min yang keliru,sampai wajah bin tak terasa susah sejajar dengan wajah bae min.saat menyadari itu Bae min begitu senang.hatinya berdetak cepat.sementara bin masih tetap fokus dengan arah sasarannya.Hal ini tidak disia siakan Bae min begitu saja,dia sengaja mendekatkan tubuhnya pada Bin.mulai mencium aroma khas tubuh pria yang disukainya itu.
Setelah beberapa tembakan Bae min sengaja menjatuhkan tubuhnya kearah Bin.secara reflek Bin menahan sambil memeluk tubuh bae min.untuk beberapa saat pandangan mereka beradu.Bin yang menyadari hal itu langsung berusaha menarik tubuh bae min agar berdiri lagi.Bin merasa sangat canggung.Ia pun mengakhiri sesi latihan malam ini.ia cepat"meninggalkan Baemin sendiri digedung itu.sementara bae min terseyum puas sambil melihat bin berlalu.
Ternyata tidak sengaja dari tadi Yurin berdiri disudut istana memperhatikan mereka berdua.Yurin bertambah yakin dengan filingnya.merasa aneh dengan gadis muda itu.
**gadis itu benar"berani...aku harus terus mengawasinya....kalau waktunya sudah tepat aku akan mengatakan semuanya pada Ling...awas kau gadis kecilll...tidak semudah itu kau hancurkan pernikahan adikku....**gumam yurin pelan sambil meninggalkan tempatnya berdiri.dia dengan cepat kembali kekamarnya.
__ADS_1