
Hari yang ditunggu telah tiba,hari dimana pembacaan keputusan hukuman Baemin dan pengawal Kwok oleh Pengadilan istana.
Semua orang sudah berkumpul diruangan yang besar itu.semua anggota keluarga istana sudah duduk.bersama juga dengan banyaknya rakyat luar dan para wartawan yang akan meliput karena ini adalah berita besar.semua penasaran dengan hasil keputusannya.Dan Raja Kim tidak melarang siapa saja yang dari ingin datang menyaksikan sidang keputusan itu.
Setelah Raja Kim diiukuti oleh beberapa jaksa dan hakim masuk keruangan itu dan langsung duduk diposisi mereka masing masing.
Tak lama dua terdakwa masuk dengan tangan yang sudah diborgol dan duduk dikursi yang berada ditengah tengah menghadap langsung kearah Raja Kim.
Dari mulai masuk keruangan itu Baemin yang tangannya diborgol hanya menundukkan kepalanya dengan wajah pucat dan penampilannya yang lusu.Tabib Tang benar sedih melihat keadaan putrinya dari jarak yang ckup dekat.ia merasa ini seperti mimpi buruk.
Sidang putusan pun dimulai.Jaksa lebih dulu menanyakan beberapa hal pada kedua terdakwa.Dari awal mereka sudah mengakui semua kejahatan yang mereka perbuat.sesaat suasana menjadi hening ketika yang ditunggu tunggu akan dibacakan.Keputusan yang tentu sudah mendapat persetujuan dari Raja Kim.
Suara Hakim perwakilan Raja Kim pun bergema diseluruh ruangan.
"Dengan menimang dan memperhatikan dengan secara seksama kasus kejahatan ini maka kami putuskan Pengawal Kwok sebagai pelaku kedua akan dikenakan hukuman 5 tahun penjara.
Dan untuk Nona Baemin sebagai otak dari kejahatan ini Harusnya mendapat hukuman penjara seumur hidup.
Tapi karena Permintaan putri Ling sendiri yang sudah memaafkan pelaku maka kami memutuskan Nona Baemin diasingkan dan dipulangkan ketempat asal sebagai tahanan rumah seumur hidup dan selamanya dia dilarang kembali kekota Seoul..."
Tok tok tok punyi ketukan palu menandakan sidang telah usai.
Semua orang terkejut dengan keputusan ini.termasuk Yuan dan Yurin.
__ADS_1
Semua juga terkesima dengan kebaikan hati Putri Ling yang mau memaafkan pelaku.
Langsung saja suara tepukan tangan dan suara kilatan kamera begitu ramai terdengar.
Seyum simpul diwajah cantik Ling keluar karena ia merasa sangat lega.Bin yang dari tadi memperhatikan istrinya ikut terseyum sambil menggenggam kuat jemari Ling.
Tabib Tang lansung bersujud merasa bersyukur dengan keputusan ini.ia lalu bangun dan menghampiri putrinya yang masih tertegun.
"Baemin....Kita pulang ya nak.....!" ucap Tabib Tang yang sudah memeluk putrinya.
Baemin hanya sesegukan menangis sambil menganggukan kepalanya.
Baemin melepas pelukan ayahnya dan langsung berjalan menghampiri Putri Ling yang merasa terkejut karena wanita itu tiba tiba menghampirinya.
"Maaf dan Terima kasih putri....." ucap Baemin lirih memunduk didepan Ling.
Ling terseyum kearah Baemin sambil mengusap bahu Baemin lembut.
"Jadilah wanita yang baik nona Baemin..." ucap Ling yang membuat Baemin menatap wajahnya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Baemin hanya mengangguk dan menandang sekilas kearah Bin yang berada disamping Ling.
Tentu saja pemandangan itu tak luput dari para wartawan dan langsung memotret momen langka itu.
__ADS_1
Tak lama para pengawal datang dan membawa Baemin untuk kembali kedesa nya bersama ayahnya.Tentu dengan pengawalan yang ketat karena Baemin adalah tahanan rumah.
Baemin yang lebih dulu berjalan,Sebelum Tabib Tang mengikuti putrinya,Ia mendekati Putri Ling sambil menunduk.
"Terima kasih untuk kebaikan dan kebesaran hati putri.saya tidak akan melupakan ini seumur hidup saya,saya permisi dulu putri."
Ling hanya mengangguk kearah Tabib Tang.
Tabin Tang pun segera pergi menyusul putrinya yang sudah digiring masuk kedalam mobil untuk dipulangkan ketampat asalnya.
Ling pun bernafas lega.
Bin segera menggandeng tangan Istrinya untuk segera kembali kekamarnya.
"Apa kau lega sekarang Sayang....?" ucap Bin saat berjalan pelan bersama Ling.
"Sangat Lega sayang....." ucap Ling dengan seyum cantiknya.
Bin sangat bahagia melihat istrinya kembali lagi seperti dulu.Istri yang selalu melengkapi hidupnya menjadi sangat sempurna.
Bin dan Ling Kini tinggal memfokuskan perhatiannya pada keadaan putranya yang sebentar lagi bisa keluar dari inkubator.
Mereka sudah tidak sabar membawa putra mereka pulang.
__ADS_1