
Pertemuan kemarin dengan pangeran Lee membuat pikiran pangeran sedikit lega.dia tidak perlu dulu mengataka smuanya pada ayahnya.dia ingin tau bagamaimana sikap adiknya menghadapi kedua pria itu.
Saat ingin kembali kekamarnya,ternyata Bibi Han mengahampirinya.
"*Bibi disini...?apa ada sesuatu yang ingin bibi sampaikan*?"
Sambil mengajak bibi Han duduk di teras istana.
''*Ini tentang adikmu pangeran,kau pasti tau msksudku kan??"
"jadi bibi juga sudah tau..?kenapa aku terlihat bodoh,karena terakhir tau soal ini*."
dengan sedikit terlihat kesal pangeran berkata pada bibi Han.
"*aku mohon jangan mencampuri urusan ini dan jangan bilang apa" dulu pada ayahmu dulu pangeran,biarkan semua berjalan secara semestinya.adikmu sudah cukup dewasa menghadapi ini.dia bukan anak kecil lagi...''
"Tapi bibi ..aku hanya ingin adikku mendapatkan pria yang baik dan berstatus sa ma seperti kita.apa itu salah?"
" *Aku paham betul kau sangat menyanyangi adikmu pangeran...kau juga sangat mengenal pangeran Lee karena dia sahabatmu dari kecil.tapi cinta itu tidak pernah melihat harta,status atau kedudukan.nanti kau bisa mengerti setelah kau mengalaminya sendiri pangeran.biarkan adikmu yang memutuskan..aku kira itu saja yang ingin kusampaikan.semoga kau mengerti pangeran,aku pergi dulu."
"baik bi trima kasih untuk nasehatnya aku akan mencoba memahaminya**."
Bibi Han pergi meninggalkan pangeran Yuan.
Disisi lain putri sudah menyelesaikan pekerjaannya di rumah sakit dan bergegas kembali keistana.saat berjalan keluar rumah sakit,langkahnya terhenti melihat pengawal Bin sudah menunggunya didalam mobil.
__ADS_1
Bin keluar dan membukakan pintu mobil menyuruh putri masuk.
Putri dengan ragu masuk kedalam mobil.
Bin menyetir mobil dengan kencang melaju menuju sebuah tempat.
"Kau ingin membawaku kemana pengawal Bin.?" sedikit rasa gelisah putri memandang kearah Bin yang sedang fokus mengemudi.
"Nanti putri juga tahu...!" Tanpa menoleh dan terseyum Bin menjawab pertanyaan putri Ling.
Rasa penasaran putri Ling hilang setelah mobil berhenti dibibir pantai yang indah.
Mereka turun dari mobil dan berjalan menyusuri pasir putih yang indah.Suasana senja saat itu benar benar hening.desiran ombak yang saling menyaut membuat suasana semakin romantis.udara sejuk juga terasa sampai putri merasa kedinginan.karena dia hanya memakai setelan rok selutut dan kemeja lengan pendek.
Putri memejamkan matanya beberapa saat menikmati suasana yang jarang ia rasakan.
Matanya terbuka saat Bin memakaikan jas ke tubuhnya.Bin sengaja melepas Jas nya karena dia tak ingin putri kedinginan.
"aku tak mau kau kedinginan putri'
putri ling sedikit terpaku mendengar ucapan Bin.dia sedikit malu mengenakan jas Bin.
"trima kasih pengawal bin kau sudah mengajakku kesini,memang aku sedikit merasa bosan diistana.ini membuat pikiranku segar kembali."
"Klo begitu aku juga ikut senang.
emmmm tiga hari ini aku tak melihatmu putri ,bagaimana kabarmu?apa kau tidak merindukanku?"
Sontak pertanyaan Bin membuatnya canggung,putri hanya terdiam memandang deburan ombak didepannya.
Sebenarnya putri sangat merindukannya,tapi putri tak bisa mengatakannya.karena ada satu alasan yang masih membuatnya takut.
"*Kenapa putri terdiam*? sambil tangannya menarik tangan dan tubuh putri dipelukannya.
Bola mata putri terbuka lebar terkejut dengan sikap Bin.sorot mata tajam Bin mengarah kepadanya.terdiam sesaat lalu putri mencoba melepaskan pelukan Bin. tapi tak bisa,begitu kuat tenaga pria itu menahan tubuh ramping putri.
__ADS_1
" apa yang kau lakukan Bin,lepaskan aku,,!"
Semakin kuat tenaga Bin mendekatkan wajahnya ke wajah cantik putri membuat pipi putri berubah merah karena malu.
"*Aku mencintaimu putri,sangatttt mencintaimu*.'"
Bin sengaja mengucapkan itu tepat disamping telinga putri.membuat putri merasa semakin lemas dan tak tau harus menjawab apa,seakan kakinya kaku tak mampu menopang tubuhnya.pandangan keduanya semakin dalam,Bin mencoba lagi mendekati bibir putri Ling untuk menciumnya tapi putri berhasil mengelak lagi.membuat bin terseyum dan bertambah penasaran.
"Ternyata kau belum mau kucium." ucap Bin dengan nada rendah.Semakin kuat pelukan itu membuat putri terasa sesak dan terus menggeliat.Bin mencium kening putri dengan halus...putri hanya bisa terdiam merasakan ketulusan hati Bin.
"*Kenapa sikapmu seperti ini pengawal Bin*?suara lirih putri ling membunyarkan pandangan Bin kepadanya.
" *Apa kau tidak menyukainya putri?Aku tidak tau harus berbuat apa untuk menyakinkanmu bahwa aku serius..aku tidak ingin kau bersama pria lain.kau mengerti?
"Buktikan dan buatlah aku yakin atas perasaanmu padaku*.."
Mendengar ucapan putri,Bin semakin merasa terpacu untuk menunjukkan perasaan nya pada semua orang tanpa memikirkan resikonya.
"Itu yang kau mau sayang,baik akan kubuat kau tak bisa menolakku."Bin sudah berani memanggil panggilan sayang pada putri.
Bin menaikkan alisnya menatap kearah putri dengan begitu yakin.dan masih dengan pelukan yang erat.membuat mereka merasa hangat ditengah udara pantai yang dingin.
"Biarkan aku memelukmu dulu untuk beberapa saat...untuk melepas rasa rinduku"
Entah kenapa putri tak bisa menolaknya.berada dipelukan tubuh Bin yang kekar membuatnya nyaman.
Tak terasa hari mulai larut malam.
Merekapun kembali keistana.didalam mobil putri hanya terdiam memandang kearah luar.
sedangkan Bin merasa bahagia karena bisa menikmati kebersamaan bersama putri untuk beberapa saat.
__ADS_1