
Galen mengangkat tubuh aileen dan terua menatap aileen tanpa teralihkan. sedangkan adrian harus segera pulang, karna malam itu ia harus mempersiapkan meeting yang akan di laksanakan esok hari.
dengan tubuh yang terpogoh-pogoh galen menganatar aileen ke dalam kamarnya.
"ai kamu tunggu disini aku akan mengambil obat untuk mengobati luka dan lebam yang ada di tubuhmu." aileen mengangguki ucapan galen.
setelah beberapa saat galen membawa air hangat untuk memberaihkan luka aileen, setelah itu galen dengan telaten mengobati aileen.
saat itu galen tidak tega dengan aileen yang kesakitan karena lukanya yang terasa perih.
"tahan aileen sebentar lagi selesai okey"
aileen kembali mengangguki ucapan galen.
setelah selesai mengobati aileen, galen memutuskan untuk menemani aileen hingga tertidur. setelah dirasa aileen audah tidur pulan galen segera keluar dari kamar aileen.
"kak galen.." ucap raven yang baru datang dan membuat galen sedikit tersentak. "kakak kenapa dari dalam kamar aileen? jangan bilang kak galen-"
"hentikan omong kosongmu raven, aku lelah. aku akan istirahat."
"lelah? memangnya apa yang kak galen lakukan seharian ini! kak galen membatalkan pernikahan begitu saja tanpa bilang apa-apa dan membuat ersya malu!"
"astaga ersya, aku lupa mengabarinya karna merawat aileen!"
"apa maksudnya merawat aileen?"raven bertanya penuh selidik. dan saat itu galen mulai menceritakan semua yang terjadi hingga penculikan aileen terjadi.
mendengar cerita yang galen sampaikan galen segera masuk ke dalam kamar aileen dan di ikuti oleh galen di belakangnya.
Raven tertegun melihat lebam dan luka di seluruh tubuh aileen. raven menyentuh kening aileen. galen yang melihat sempat ingin melarang raven menyentuh aileen namun ia urungkan.
"kenapa sampai seperti ini kak, apa kak galen benar-benar tidak perduli dengan aileen?" raven meninggikan suaranya dan ia segera di tarik oleh galen untuk menjauhi kamar aileen.
"bisa pelankan suaramu raven! aileen baru saja tidur, suaramu bisa membangunkannya!"
"aku hanya heran dengan kak galen, kak galen banyak berubah semenjak kakak ingin menikahi ersya." raven terlihat begitu marah dengan kakanya karena cukup terlambat menyelamatkan aileen. dan setelah selesai dengan makiannya raven kembali ke kamar aileen.
"kamu mau kemana raven?"
"aku akan menemani aileen, aku tidak akan membiarkan aileen sendiri dalam keadaan seperti ini. lagi pula ini salah kakakku yang meninggalkan aileen sendiri di dalam mobil sehingga pria-pria bedebah itu mengganggu aileen"
"aku tau ini salahku raven, tapi aku memilih menyelamatkan aileen kan dari oada pernikahanku? aku harap kamu tidak menyalahkanku terus menerus!" galen pun duduk di sofa yang ada di kamar aileen.
"oke aku cukup lega karan kak galen tidak jadi menikahi ersya, tapi kenapa kak galen masih diasini?" raven meninggilan sebelah alisnya dan menatal galen.
__ADS_1
"tidak ada, aku hanya ingin menemani aileen juga seperti yang kamu lakukan!"
Raven akhirnya ikut duduk di sebelah galen hingga tertidur.
-
pagi-pagi sekali galen dan raven terbangun, saat itu raven mengecek suhu badan aileen. sesangkan galen memilih keluar dari kamar aileen tanpa mengucapkan sepatah katapun.
saat itu raven yang melihat aileen mulai terbangun segera mengambilkan air putih untuk aileen.
"kamu udah bangun ai!" raven menyodorkan segelas air dan aileen pun segera meminumnya.
"apa masih sakit?"
aileen mengangguki ucapan raven kembali.
saat itu galen mmbawa sebuah bubur unyuk aileen, galen ingin menyuapi aileen namun aileen mengambil mangkuk itu dan menyuapnya sendiri.
"kenapa ai, kamu masih lemah biar aku suapi" tawar galen.
aileen lalu mengambil note milik ya yang ada di nakas dan menuliskan sesuatu. galen mengernyitkan dahinya "apa yang kamu lakukan ai, bukannya kamu sudah bisa berbicara?" ucap galen begitu saja.
'aku bisa makan sendiri kak. dan untuk berbicara, tadi siang mungkin hanya efek dari koma tapi saat ini aku tidak bisa mengeluarkan suaraku kembali kak'
"apa benar tadi siang kamu bisa berbicara aileen?" aileen mengangguki kemvali ucapan raven dan raven yang mendengarpun ikut syok dengan keadaan aileen.
tiga hari setelah kejadian itu aileen merasa tuubuhnya sudah pulih dan memutuskan untuk bekerja.
adrian yang melihat kedatangan aileen pun segera mendekat ke arah aileen dengan membawa beberapa materi untuk merebutkan tender yang akan ia laksanakan siang ini.
"aileen apa kamu sudah sembuh?" tanya adrian antusias.
'Iya tuan keadaan saya sudah lebih baik'
"aileen dimana suaramu? bukannya-" adrian sedikit bingung.
'suaraku hilang kembali tuan, dan aku kembali menjadi aileen yang seperti dulu. seorang gadis bisu'
"kamu harus tabah dan kuat dengan keadaanmu aileen!" adrian menatap dalam aileen dengan penih simpatik
saat mereka tengah berkomunikasi tiba-tiba ponsel adeian berdering.
"iya ada apa mira katakan!"
__ADS_1
"pertemuan dengan calon klien di majukan pak yanga akan di laksanakan dua jam mendatang"
"apa, kalau begitu kamu persiapkan saja tempat sebaik mungkin dan aki akan menyiapkan semuanya"
adrian mengakhiri telfonnya dan kembali melihat selembaran yang ada di tangannya. saat itu aileen tidak sengaja melihatnya, aileen mulai membacanya.
'tuan, kalo anda berkenan saya bisa membantu anda menyiapkannya!'
"apa benar kamu bisa?"
aileen segera menuliskan di laptop milik adrian dalam waktu satu jam aileen tengah menyelesaikannya. ketika adrian mengeceknya senyum tipis tercetak di wajah adrian.
" aku harus pergi, jaga dirimu dan juga rumahku dengan baik."
Adrian lalu pergi ke kantornya meninggalkan aileen bersama dengan pelerjaan rumah yang harus segera ia kerjakan.
waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. aileen mulai memasak untuk adrian. dan benar saja, saat aileen menyiapkan makanan di atas meja makan adrian datang dengan sebuah bingkisan untuk aileen.
'apa ini tuan?'
"itu hadiah untukmu karna membantuku mendapatkan tenderku. bukalah kamu harus menerimanya!"
aileen membuka bingkisan itu, dan yernyata terdapat sebuah kalung dengan berlian yang menghiasinya.
'tidak tuan aku tidak bisa menerima ini! jika tuan ingin memberi hadiah untukku cukup dengan tuan makan tepat waktu. karena selama ini tuan makan dengan sangat tidak tertatur'
aileen mengembalikan bingkisan itu terhadap adrian.
'kenapa galen melepaskan perempuan sebaik ini? aku yakin dia akan menyesalinya. dia benar-benar perempuan yang jarang di temui!'
"apa kamu yakin menolak ini" aileen menganggukki ucapan adrian.
dan saat itu aileen mulai mengambilkan makanan untuk adrian.
adrian mulai menyuap makanan itu dan sesekali memandangi aileen yang tengah tersenyum melihatnya makan dengan lahab.
.
.bersambung
oke readers tersayang tinggalkan jejak kalian.
jangan pelit2 like nya okeh..😁
__ADS_1