
"apa yang di lakukan oleh adrian dan galen?" kalimat itu keluar dari seseorang yang kini berada di ambang pintu ruang tamu.
seketika netra kedua orang yang tengah sedikit berdebat mencari ke arah sumber suara yang baru saja melontarkan pertanyaan tersebut.
"hei intan kau kesini?" aileen menghampiri intan dan mencium pipi kiri dan kanan intan seperti biasa ketika mereka bertemu.
"emm iya ai.. tadi nolan menghubungiku, dia bilang adrian ada disini" jelas intan dan beralih memperhatikan suaminua yang saat ini terlihat pucat.
"hei sayang apa yang kau lakukan, semalaman kai todak pulang?"
"aku tau pasti ini semua kerjaan galen seperti yang aileen katakan. pasti galen sengaja membuatmu tidak malam pertama denganku, karna dia sangat iseng kan" belum sempat adrian memberi alasan, intan sudah menyimpulkan seperti itu. dan hal itu membuat adrian bernafas lega.
ya, intan memang gadis naif. ketika ia mencintai seseorang, ia akan langsung percaya begitu saja tanpa rasa curiga sedikitpun.
jika gadis lain mungkin ia akan mencecar banyak pertanyaan kepada adrian. pasalnya semalam adalah malam pertama mereka menikah. namun apa yang terjadi, adrian malah berada di rumah wanita lain. namun berbeda dengan intan, ia justru menuduh sahabat suaminya sengaja mengerjainya.
"tapi sayang, apa yang galen dan teman-teman mu lakukan hingga kau terlibat tidak sehat seperti ini?" intan meletakkan punggung tangannya tepat di kening milik adrian.
"aku hanya mengalami pusing biasa intan. dan kebetulan sekali aku bertemu aileen saat dia joging, dan karena dia melihatku seperti ini, aileen berusaha menolongku.
adrian memang memberi jawaban itu kepada intan, namun ekor matanya tak pernah lekang memperhatikan aileen yang masih berdiri dengan melipat kedua tangannya di dadanya tanpa sepengetahuan intan.
"tadi aku sudah memberinya kompresan dan obat intan, jadi lebih baik sekarang kau bawa suamimu ini ke dokter supaya lebih membaik" kini aileen oun ikut bergabung dengan perbincangan antara intan dan adrian.
intan lalu berdiri dan menatap aileen, dan perlahan ia mulai mendekat ke arah aileen dengan tatapan yang sulit di artikan.
'ada apa ini, apa intan mencurigai apa yang aku katakan?' aileen mengernyit, bahkan ia tak siap jika harus menjelaskan perihal hubungan masalalunya dengan adrian terbongkar. namun..
"terimakasih ai, kau sudah menolong suamiku dan merawatnya dengan sangat baik. aku berhutang padamu" intan memeluk erat aileen dan seketika aileen pun membalas pelukan itu dengan sedikit kikuk.
"huff.." aileen menghembuskan nafas lega, karena yang ia khawatirkan tidaklah terjadi.
"ada apa ai, apa ada sesuatu?" ucapan itu teelontar dari mulut intan yang sepertinya memperhatikan sikap aileen yang sedikit tegang.
"oh.. aku cum-"
__ADS_1
"kejutan.." belum seleaai dengan ucapannya, saat itu sosok yang tak asing pun sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah teduhnya.
"Ginga..." ucap aileen.
saat itulah terukir senyum di wajah tampan lelaki yang bertubuh tinggi sekitar 180 an lebih dengan proporsi yang serba pas.
"iya ini aku, apa kau tidak suka aku pulang?"
aileen menatap Ginga dengan senyum manis dan sedikit menggelengkan kepalanya dan kini ia berada di pelukan Ginga tanpa perduli dengan keberadaan adrian.
"mana mungkin aku tidak suka Ga.. tapi kau bilang ada pekerjaan yang penting disanakan" aileen kini medongak karena tubuh Ginga yang tinggi.
"tidak ada yang penting selain merayakan ulang tahun nolan bukan" aileen perlahan melonggarkan pelukannya setelah mendengar ucapan Ginga.
sedangkan di seberang sana adrian begitu terkejut dengan kedatangan Ginga, dan dengan sikap aileen yang begitu manis membuat adrian merasa sesuatu menyayat tubuhnya.
'apa dia ayah kandung nolan?'
adrian tertegun melihat pemandangan yang sangat tidak ia inginkan.
sementara itu, Galen saat ini mulai mencari tau siapa sosok pria yang berhasil menaklukan aileen.
kini jari-jarinya mulai berselancar di keyboard laptop yang ada di hadapannya. perlahan ia mencari dari akun milik aileen.
"mungkin aku bisa tau dengan mengecek akunnya, tapi.." galen mulai berpikir kembali, sudah lama aileen tidak menggunakan akunnya yang dulu. kini galen mulai mengacak rambutnya frustasi.
tok..tok..tok..
seseorang mengetuk pintu ruangannya dan hal itu membuaynya bersikap normal kembali seperti halnya sebagai seorang CEO.
"ternyata kau raven, ada apa kau ke ruanganku?"
raven mengerutkan dahinya saat mendengar lontaran kata dari galen. pasalnya biasanya galen tak pernah bertanya seperti itu saat ia masuk ke ruangannya.
"hei ada apa kak, sepertinya kau sedang kacau?"
__ADS_1
"aku hanua ingin melihat akun milik aileen tapi sudah lama dia tidak pernah menggunakannya." celetukan galen mmbuat raven kembali berpikir.
"memangnya ada apa kau tiba-tiba ingin memeriksa akun aileen kak?"
"aku hanya ingin tau seperti apa laki-laki ayahnya nolan itu!" galen berkata jujur tanpa menutupi apapun dari raven.
"hei kenapa kau tidak melihat di akun milik nolan?"
"apa kau tau akun miliknya?"
"ya sebenarnya itu akun aileen, tapi menggunakan nama nolan. itu si yang di bilang nolan waktu itu"
seketika pandangan galen begitu dingin melihat raven, dan saat itu bulu kudu raven pun meremang karena tatapan mengerika dari kakanya.
"jangan melihatku seperti itu, aku tidak tau kau mencarinya. makanya aku tidak mengatakan apapun!" seolah tau apa yang ada di pikiran galen, raven langsung membalas pertanyaan yang ada di benak galen yang belum ia utarakan.
kini raven mulai mengetikan nama Nolan Xavier dan seketika ia melihat semua unggahan akun tersebut, dan benar saja apa yang ia cari akhirnya ia temukan.
"Ginga Rawanda Xavier! "
mendengar ucapan raven, galen langsung melebarkan ledua matanya sempurna. "bukankah dia pengusaha yang sangat terkenal raven?"
"kau benar kak" raven pun tak kalah tercengang dari Galen ketika melihat fakta yang mereka ketahui saat ini tentang aileen dan nolan yang bahwasannya berhubungan dengan seorang pengusaha sekaligus konglomerat muda seperti Ginga .
▪Ginga Rawanda Xavier
seorang pengusaha muda yang sukses di dunia bisnis. banyak saingannya yang langsung gulung tikar jika berani membuat masalah dengan perusahaannya maupun keluarganya.
.
.
.bersambung. .
__ADS_1
.