Hear My Heart

Hear My Heart
Part 27


__ADS_3

sejak kejadian malam itu aileen berubah menjadi seseorang yang pendiam, dan hal itupun di sadari oleh adrian.


adrian berpikir apa yang membuat calon istrinya menjadi seperti itu, dan karena rasa khawatirnya, saat ini adrian mulai mencari tau penyebab aileen yang mendadak berubah seperti itu.


selang beberapa jam adrian menerima panggilan dari seseorang kepercayaannya.


"hallo tuan adrian, saya ingin melaporkan hasil penyelidikan hari ini"


"katakan!"


"hari ini kami sudah mencari tau, namun tidak adak hal yang mencurigakan. kami sudah mengecek semua cctv yang ada di hotel dan tempat yang mereka kunjungi. tapi ada satu tempat yang tidak bisa kami selidiki tuan"


"tempat apa yang belum kalian selidiki?"


"satu-satunya tempat yang tidak bisa kami selidiki adalah kamar hotel yang mereka tempati tuan!"


mendengar ucapan dari orang kepercayaanya, adrian mengerutkan dahinya. saat itu ia langsung mengakhiri panggilan telfonnya. setelah itu ia bergegas untuk menemui aileen yang saat ini izin tidak masuk kantor karena sakit.


cukup lama adrian melajukan kendaraanya, membelah ramainya lalu lintas yang berlalu lalang. hingga setelah beberapa menit kini adrian berhenti tepat di sebuah rumah yang tak kalah mewah dari kediamannya.


seseorang membuka kenop pintu ruang tamu di rumah itu, netranya tak henti memandangi sosok tinggi tampan yang ada di hadapannya.


terukir senyum di wajah ayunya meskipun semburat pucat masih menghiasinya.


tak lama adrianpun mengikuti seseorang yang ada di hadapannya untuk duduk di sebuah sofa yang empuk dan nyaman.


orang itu kini menyediakan secangkir minuman hangat untuk adrian nikmati.


"silahkan rion.." orang yang saat ini bersama adrian tak lain adalah calon istrinya sendiri, yaitu aileen.


"aileen, aku datang kemari hanya ingin melihat keadaanmu"


netra aileen menatap sayu adrian yang kini ada di hadapannya.


"aku baik-baik saja rion, kau tidak perlu sekhawatir ini. setelah aku istirahat, semuanya akan kembali seperti semula bukan. kau jangan mengabaikan pekerjaanmu hanya karna diriku"


'maafkan aku rion, aku telah mengkhianatimu. meskipun itu bukan kemauanku!'

__ADS_1


perasaan aileen begitu berkecamuk saat ia mengingat akan pengkhianatan yang ia lakukan dengan galen yang notabene nya suami sah nya di mata hukum dan agama.


"ini tidak berlebihan aileen, kau adalah calon istriku bukan?! jadi wajar saja jika aku perduli dengan keadaanmu"


"siapa yang datang aileen?" suara yang tak asing itu membuat aileen dan adrian mencari akan sumber suara tersebut.


"aku yang datang" potong adrian dengan wajah lugasnya.


"oh tuan adrian rupanya, ada keperluan apa tuan adrian datang kesini. bukankah ini masih jam kantor?"


"aku bisa mengatasinya nanti setelah aku melihat keadaan calon istriku tuan galen. dan dirimu sendiri, apa yang membuat kau tidak berada di kantor?"


"emm kau tau aileen sakit bukan? dan hari ini aku akan menemaninya di rumah, karna dia adalah istriku!"


secara tidak langsung galen saat ini mulai menegaskan terhadap adrian bahwa aileen adalah istrinya. dan hal itupun berhasil membuat seorang adrian meradang.


"berani sekali kau bilang aileen itu istrimu? dia itu istrimu hanya jika kalian di hadapan orang tua kalian! dan aku dengar saat ini mereka tengah kembali ke luar negeri. dan saat ini sepertinya saat yang tepat untuk kalian bercerai"


Galen hanya mengunggingkan senyum di wajahnya dan saat ini ia tengah merengkuh bahu aileen.


"tentu saja aku berani mengakui aileen adalah istriku, karna di mata hukum dan agama kami sudah sah menjadi suami istri. sedangkan kau, kau hanya calon suaminya bukan?!"


"kak galen, rion sudahlah hentikan. ini masih terlalu pagi untuk kalian berdebat. aku tidak suka ini" aileen berusaha menengahi perdebatan itu, namun rasa bersaing yang tinggi membuat rion dan galen enggan mengakhiri perdebatan tersebut.


"diamlah aileen, ada hal yang perlu kamu tau tentang kakakmu ini" mata adrian terhunus menatap galen yang saat itu berdiri di samping aileen.


____flashback on____


"ada apa malam-malam begini anda datang ke rumahku tuan galen?"


"dengar tuan adrian, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. seperti sebuah kesepakatan"


Kini dahi adrian berkerut indah mendengar ucapan dari galen. saat ini ia memang belum mengetahui perihal apa yang akan di sampaikan oleh galen, namun ia berfirasat itu ada hubungannya dengan aileen.


"kesepakatan apa yang kau maksudkan tuan galen?"


"aku ingin kau mengizinkanku untuk menikahi aileen?"

__ADS_1


semburat kemarahan menghiasi wajah adrian yang sudah benar-benar meradang, adrian menarik baju dari galen dan siap untuk memukulnya.


"tunggu tuan adrian, kau jangan marah. ini hanya sebuah kesepakatan!"


perlahan adrian mengendurkan cengkeramannya dan melepas baju galen dari tangannya.


"aku akan menikahi aileen hanya sampai keadaan ibuku membaik tuan adrian setelah itu aku akan menceraikannya. dan satu lagi, jika aku menyentuhnya ambilah separuh properti perusahaanku. karna jika aku menyentuh aileen, itu berarti aku berada di alam bawah sadar. dan hal itu tidak akan terjadi tuan adrian."


"baiklah, kita sepakat. ingat galen, jangan menyentuhnya!'


aku bisa melakukan apapun jika kau melanggarnya!"


____flashback off____


"kau dengar itu aileen, lebih baik sekarang kau katakan apa yang di lakukan galen terhadapmu!"


"memang apa yang kau harapkan tuan adrian, kau berharap aku menyentuh aileen dan propertiku kau kuasai?"


ketika galen berdebat dengan adrian, saat itu tiba-tiba aileen kehilangan keseimbangannya dan membuatnya terduduk di atas lantai.


"aileen.." ucap galen dan adrian bersamaan.


"jangan menyentuhku, kalian berpura-pura memperdulikanku hanya untuk tujuan kalian sendiri. dan saat ini aku sudah mengetahui hal itu" air mata yang sudah menganak sungai kini membasahi wajah aileen.


"ada apa ini, apa yang kalian lakukan?" kedatangan raven membelah ketegangan di rumah itu.


"kak raven..." netra aileen menatap sendu netra raven.


"ada apa aileen?"


"apa kau tau tentang kesepakatan yang mereka buat?"


raven memandang galen dan bergantian ke arah adrian, saat itu ia hanya menunduk. pasalnya raven pun mengetahui tentang hal itu.


"aku tau, kalian semua memang sudah mempermainkanku" aileen berlari kedalam kamarnya dan beberapa menit koper besar sudah ada di tangannya.


"aileen kau mau kemana, tunggu aileen aku bisa menjelaskannya." galen meneriaki aileen yang memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


dan kini ketiga pria itu hanya tertegun melihat kekecewaan di mata aileen. bahkan kini aileen telah memutuskan untuk pergi.


.bersambung


__ADS_2