Hear My Heart

Hear My Heart
Part 67


__ADS_3

Alih-alih ingin melihat Mandalika di kerjai oleh geng Scorpions, kini geng Eagles justru menyesal menjadikan Mandalika sebagai pelayan Scorpions.


"gimana kalo kita nantangin mereka biar si Manda jadi babu kita?"


Sontak ucapan dari Agam justru mendapat tatapan tajam dari Nolan. Nolan memang paling tidak suka jika ia harus melakukan hal seperti itu, menurutnya itu adalah sebuah hal yang memalukan ketika melihat apa yang sudah menjadi hak orang lain, dan mereka berusaha merebutnya.


"Gue yakin si kalo masakan Manda emang enak. tapi kita bukan orang yang suka merebut hak orang" sahut Arlan sehingga membuatnya menjadi pusat perhatian dari teman-temannya.


"lebih baik kita pergi sekarang" sambung Nolan.


Namun Anevay tidak membiarkan hal itu, ia memegangi lengan Nolan dengan tatapan yang sulit di artikan.


"ada apa Ne? "


"kita tunggu bentar lagi ya Nolan, pasti sebentar lagi mereka bakal lakuin sesuatu sama si cewek nyebelin itu. kita tunggu dulu ya" Anevay berusaha membujuk Nolan dengan bergelayut manja di lengan Nan.


"iya Nolan, apa susahnya si nurutin ucapannya Ane" timpal Neo yang selalu menyetujui apapun ucapan dari Anevay.


"oke" tugas Nolan dan kembali melihat ke arah geng Eagles.


Dan benar apa yang dikatakan oleh Naevay, saat itu setelah semuanya selesai menghabiskan makanan, Marco menyuruh Mandalika untuk membereskan semuanya.


Setelah membersihkan meja dan mencuci piring, Mandalika mengambil tasnya yang ia tinggalkan di atas meja dan bergegas untuk pergi. namun niatannya pergi di ketahui oleh Marco dan segera menghentikannya.


"heh,. lu mau kemana? "


"pulanglah, lo pikir gue mau seharian di tempat ini?"


"guys, ada yang mau bikin ulah" teriak Marco dan membuat teman-temannya datang termasuk Rexy.


"ada apa lagi Co?" tanya Rexy dengan wajah dinginnya.


"ni babu main mau pergi dari sini"

__ADS_1


"denger ya, gue ini bukan bener-bener babu kalian. dan ya, kalian udah kenyang kan? jadi kalian jangan nyusahin gue lagi. jujur gue capek debat dan gue pusing gue mau istirahat"


Setelah mengatakan semuanya, Mandalika bergegas untuk meninggalkan markas Scorpions. tetapi bukanlah Rexy jika membiarkan Mandalika pergi dengan mudah. tanpa terduga Rexy menarik kerah belakang Mandalika, hingga terlihat seperti orang yang membawa anak kucing.


Semua anggota melihat hal itu dengan lucu bahkan ada juga yang sedikit terkejut.


Mandalika berusaha untuk melepaskan dirinya dari Rexy, namun Mandalika tidak berhasil dan justru ia semakin ditertawakan oleh anggota lainnya. Karena kesal, Mandalika menendang tulang kering Rexy hingga Rexy mengaduh kesakitan. dan tanpa di ketahui siapapun, diam-diam Nolan mengukir senyum tipisnya melihat kejadian tersebut.


"Argh,, " racau Rexy dan melepas tangannya dari kerah baju Mandalika.


"Sukurin, kalian pikir gue nggak bisa berbuat apa-apa? " Mandalika segera pergi dan meninggalkan markas Scorpions.


Mandalika memilih untuk naik ojek untuk menuju ke rumahnya. dan hal itupun tidak mudah karena ia diikuti oleh geng Eagles. beberapa anggotanya bahkan melajukan motornya mensejajari ojek yang ditumpangi oleh Mandalika hingga membuat ojek tersebut oleng dan jatuh ke sebuah selokan hingga membuat seragam Mandalika kotor.


"hahaha... "


Anggota geng Eagles menertawakan penampilan Mandalika yang seperti anak kecil mainan lumpur. dan saat itu Vero yang sedari tadi mengikuti Mandalika pun segera mendatangi mereka.


"kalian bener-bener keterlaluan ya, bisa-bisanya kalian bikin Manda kayak gini. ayok Manda" Vero hendak membantu Mandalika, namun Manda menunjuk sang tukang ojek yang masih tertimpa motor, sehingga Vero segera membantu tukang ojek tersebut.


Sang tukang ojek pun menatap satu persatu anggota geng Eagles, bahkan sang tukang ojek memotret salah satu anggota Eagles diam-diam ketika berpura-pura mengecek ponsel miliknya. kini sang tukang ojek berganti menatap Vero yang baru saja membantunya.


"makasih ya nak kamu baik, nggak kayak mereka mereka yang usilin saya"


"iya Pak, oh ya pak ini buat bapak. anggap saja ini ganti rugi untuk semuanya yang terjadi. sekarang bapak bisa pergi dan membersihkan tubuh bapak dan motor bapak."


Sang tukang ojek yang diberi banyak lembaran uang berwarna merah dari Vero pun segera pergi meninggalkan kerumunan.


"Manda, ayo gue anter lo pulang"


"wah wah ada apa ini, kenapa anggota Scorpions perhatian banget sama babunya? atau jangan-jangan ada sesuatu di antara kalian?" celetukan Agam membuat suasana semakin menegang.


"namanya juga cewek norak, kalo liat anggota geng yang melek ya pasti langsung di rayu, abis itu orangnya gampang ke rayu, ya udah deh jadi kayak gini" sahut Anevay sembari merekam Vero yang membantu Mandalika dan menyebarkannya melalui media sosial miliknya.

__ADS_1


Disaat semuanya sibuk mengolok Vero dengan Mandalika, Nolan justru hanya diam dan menatap Vero dengan dingin begitupun sebaliknya.


Keduanya terus saling menatap hingga saat itu Neo segera menarik Nolan.


"jangan bilang lo mau berantem Nolan?" bisik Neo kepada Nolan sehingga membuat Nolan menoleh dan melihat Neo dengan memberinya isyrat jika perkataan Neo tidak benar.


Karena tidak ingin berlama-lama, ketika mereka saling berdebat, Mandalika segera pergi. ia memutuskan untuk jalan kaki. Arlan yang melihat Mandalika pergi pun membiarkannya, ia tidak mengatakan apapun kepada teman-teman nya yang justru berdebat satu sama lain karena ada yang ingin memberi Vero pelajaran, ada juga yang melarangnya.


Setelah cukup lama berdebat, saat itulah semuanya sadar jika Mandalika sudah tidak terlihat disekitar tempat itu. sementara Vero segera pergi karena ia sendirian, dan tidak mungkin untuk melawan.


"ayo biar gue yang anter. nggak ada kendaraan umum yang mau nganterin lo karena lo kotor" tawar Arlan yang diam-diam mengikuti Mandalika.


"nggak, gue nggak mau ada urusan sama lo ataupun geng lo"


Mandalika terus berjalan tanpa memperdulikan Arlan yang masih mengikutinya. hingga ketika Sampai disebuah pertigaan jalan yang sangat sepi, Mandalika melihat seekor anjing yang sudah menghadangnya.


'aduh, kenapa ada anjing? gue takut banget, mana serem banget lagi wajahnya. persis kaya Anevay kalo marah kan? haha.. kalo dia denger, bisa-bisa dia langsung ngerjain gue kan? ' Mandalika justru bermonolog didalam benaknya dengan mengejek Anevay.


"udah gue bilang, biar gue anter"


Saat itu Mandalika bersikeras untuk menolak, ia memberanikan diri untuk semakin mendekat ke arah anjing itu. namun ia merasa anjing dihadapannya semakin menyeramkan.


'kayaknya nggak ada pilihan lain deh, lebih baik gue ikut Arlan'


Mandalika berbalik "loh, mana Arlan? astaga, ternyata dia udah pergi? terus gue gimana dong? "


Mandalika perlahan melewati anjing itu dengan rasa takutnya, hingga setelah sedikit melewati sang anjing, Mandalika memutuskan untuk berlari. dan karena itulah anjing tersebut justru mengejar Mandalika dan membuat Mandalika berlari semakin cepat


"Aa... tolong... tolong... "


Entah kepada siapa ia meminta tolong, yang jelas ia terus berlari agar tidak terkejar oleh anjing tersebut.


Brakkkk

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2