
Suasana pesta terlihat meriah dan megah. banyak sekali orang-orang ternama yang menghadiri acara itu.
saat itu galen yang tengah menggandeng ersya menghampiri pasangan yang tengah bebunga-bunga yaitu angga dan istrinya.
"selamat tuan angga, semoga pernikahan kalian berbahagia"
"oh tentu terimakasih tuan galen." angga beralih memandang seorang wanita yang bersama dengan galen, siapa lagi kalau bukan ersya. "apakah dia istrimu tuan galen, kudengar anda sudah menikah" tambah angga.
"bukan, dia adalah calon istriku."
"perkenalkan tuan angga, saya ersya calon istri galen. dan untuk anda yang tau galen telah menikah, dia memang pernah menikah tapi karena perjodohan dan mereka sudah bercerai" angga hanya mengangguki ucapan ersya.
saat itu angga melihat ke arah sepupunya dan ia segera memanggilnya.
"Rion..." panggilnya.
selang beberapa detik orang yang di maksudkan datang dengan seorang gadia cantik.
"adrian..." ucap galen.
"jadi kalian sudah saling mengenal?" tanya angga yang masih setia menggandeng istrinya yang tersenyum manis.
"iya tuan angga kami sudah saling mengenal" sahut galen.
"baguslah kalau kalian sudah saling mengenal, oh ya rion siapa yang datag denganmu?"
"dia adalah asisten pribadiku namanya aileen paman"
ya usia mereka memang hanya terpaud dua tahun, namun angga memang anak dari adik orang tua adrian yang mengharuskan adrian memanggilnya dengan sebutan paman.
"sayang kenapa si setiap kita kemana-mana selalu ada perempuan pembawa sial itu, aku sangat membencinya!" lirih ersya sambil meremas tangan galen.
"gentikan ersya, jangan berbicara seperti itu tentang aileen. kamu tau bukan, aku audah menganggap aileen seperti adikku sendiri." sahut galen dengan suara tak kalah pelan supaya tidak di dengar oleh banyak orang.
"aileen kamu sangat manis, apa benar kalian hanya sebatas atasan dan asisten pribadi?" istri angga menggoda aileen dengan senyum manjanya.
aileen lalu mengeluarkan kertas dan tertulis 'terimakasih, kau juga sangat cantik. dan aku memang hanya asisten pribadi tuan adrian'
mereka tidak menyangka bahwa aileen gadis manis yang bersama adrian tidak bisa berbicara.
__ADS_1
"kenapa kalian terdiam? kalian heran karena perempuan ini bisu" ucap esrya tiba-tiba.
semua menatap kearah ersya, sekalipun dengan galen. galen ingin menarik ersya ke suatu tempat, namun ersya menolaknya.
" perempuan ini itu bisu karena karma. karna dia suka menggoda laki-laki yang sudah mempunyai pasangan termasuk galen." ersya lalu berjalan mendekat ke arah istri angga. "dan kamu juga harus hati-hati terhadapnya nyonya angga, bisa-bisa terget selanjutnya adalah tuan angga" ersya tersenyum miring melihat semua tamu mulau membicarakan aileen.
adrian yang melihat hal itu ingin menhlghentikannya namun ia membaca tulisan dari aileen untuk tidak membuat ribut di acara pernikahan dari pamannya, dan ia akhirnya mengurungkan niatannya.
" hentikan ersya!" galen menekan nada bicaranya. "maaf tuan angga kami permisi, dan atas ketidaknyamanannya saya mohon maaf" ucap galen lalu membawa ersya keluar dari gedung tersebut.
sedangkan aileen yang merasa di permalukan oleh ersya segera pergi dari tempat itu. adrianpun yang melihat itu segera mengejar aileen "maaf paman aku harus mengejar aileen" ucapan adrian di angguki oleh angga.
"sayang, apa benar wanita selugu aileen bisa berbuat seperti itu?" tanya istri angga.
"aku yakin perempuan itu tidak seprti itu. aku tau, jika rion saja rela mengejarnya pasti perempuan itu mempunyai sesuatu. dan kami sayang jangan terpengaruh jika ada seseorang yang mengatakan hal seprti itu, kita harus menyelesikinya terlebih dulu!"
"ini yang aku sua dari kamu sayang, kamu selalu bisa membuayku mengerti" istri angga pun bergelayut manja di lengannya.
_
Adrian terus berlari mencari leberadaan aileen. terlihat raut kecemasan di wajah tampannya memandang kesana kemari membelah jarak yang menghalanginya.
plak...
seorang wanita tiba-tiba saja menamparnya "jangan dekati anakku, dasar pelakor!" orang itu menatap tajam aileen "dasar perempuan jaman sekarang, selalu memanfaatkan kecantikan dan wajah lugunya untuk menggait suami orang. ayok sayang kitapergi"
gadia kecil itu melepas genggaman ibunya dan berlari memeluk aileen. "tanye cantik, tante jangan nangis ya."gadis kecil itu mengusap airmata yang mengalir di wajah aileen. hal itu membuat aileen tersenyum tipis.
'sayang, tante gak apa-apa. kamu harus jadi anak baik, jangan membantah ucapan ibu kami syang.'
"iya tante, aku pergi dulu ya.. da.."dengan segera ibu gadia itu membawanya pergi dan menjaih dari aileen.
aileen mengapus airmatanya dan perlahan melanjutkan langkahnya.
"aileen..." panggil adrian dan aileen yang menyadari itu ia segera mencari sumber suara itu.
'tuan adrian, kenapa anda ada disini. seharusnya anda ada di dalam, itukan acara pernikahan paman anda?'
bukannya menjawab adrian menatik aileen ke dalam pelukannya.
__ADS_1
aileen yang tak tau harua bersikap bagaimana akhirnya ia hanya diam di dalam dekapan adrian, begitupun dengan adrian yang hanya diam memeluk aileen.
selang beberapa menit mereka sudah berada di dalam mobil. suasana menjadi cangggung.
"emm aileen, kamu jangan salah pahan dengan sikapku tadi. aku hanya berusaha menenangkanmu" adrian memecah keheningan saat itu.
aileen terperanjat mendengar ucapan adrian yang saat itu memecah lamunannya. dan seketika aileen tersenyum tipis 'tenang saja tuan adrian, aku tidak akan menyalah artikan kebaikan tuan. aku juga sadar diri tuan, masih banyak perempuan yang jauh lebih sempurna di banding dengan diriku untuk bersama tuan adrian. dan aku sangat berteeima kasih karena tuan begitu baik denganku' aileen tersenyum lalu melihat ke arah luar je dela mobil.
'astaga sepertinya aku salah bicara, bukan itu maksudku aileen. aku hanya tidak ingin kami mengira aku memanfatkanmu' adrian merutuki dirinya dan kembali melajukan mobilnya.
setelah beberapa menit adrian sampai di dapan rumah aileen, saat itu aileen segera turun dan meninggalkan adrian yang saat itu tengah berada di dalam mobil. melihat aileen yang masuk kedalam rumah, adrian segera pergi dari rumah itu.
ketika aileen memasumi rumahnya, aileen terkejut bukan main. begitu banyak barang-barang yang berantakan bakhan pecahan kaca. saat itu aileen mengedarkan pandangannya dan berhenti pada galen yang terlihat kacau.
aileen menyentuh tangan galen dan seketika galen menatap dalam aileen. namun aileen melihat tangan galen yanh terluka, aileen segera mengobati luka galen.
disaat aileen mengibati lukanya, galen tak henti memperhatikan aileen hingga kedatangn raven yang memecah keheningan.
"aileen kami sudah pulang?" aileen melihat raven sekilas dan mengangguki ucapannya.
setelah selesai mengibati galen, aileen segera merapikan rumahnya seperti semula.
aileen duduk di sofa di hadapan galen dan juga raven. mereka hamya saling diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.
.
bersambung
.like
.coment
.vote
.dan tambah sebagai favorite
jangan lupa tinggalkan jejak kalian teman readers .
.
__ADS_1