
Brugh
seseorang tumbang setelah pergumulan antara Aileen dan juga Stevy. sontak hal itu membuat semuanya terperangah.
tap tap tap
Nolan berlari dan memeluk ibunya yang terduduk karena syok melihat Stevy yang sudah tidak sadarkan diri karena tertembak.
"Stevy"
Adrian berlari dan memangku Stevy. ia berusaha membuat Stevy bangun, namun hal itu tidak terjadi sama sekali.
"kau membunuh menembak Stevy Aileen" ujar seseorang yang berdiri di ambang pintu ruangan dimana terjadi kejadian tersebut.
Aileen hanya bisa tertegun mendengar tuduhan tersebut. dengan bersamaan Intan yang menuduh Aileen, saat itu polisi datang.
polisi tersebut adalah polisi yang di telefon oleh Intan yang sudah mengawasi kejadian tersebut.
"saudari Aileen, anda harus ikut kaki ke kantor polisi untuk dimintai keterangan"
"pak, Aileen tidak bersalah pak" ucap Ginga
"iya Pak, Aileen tidak bersalah sama sekali, karena disini Stevy lah penjahatnya." kini Galen pun angkat bicara dan membela Aileen.
"saudari harus tetap ikut kami ke kantor polisi. jika anda ingin membelanya, datanglah dan bersaksi ke kantor polisi. dan pihak dari kami pun akan langsung menyusut kasus ini"
melihat ibunya yang di bawa oleh polisi, Nolan berlari dan memeluk ibunya dengan sangat erat.
"bunda, bunda tenang saja. Nolan akan bikin bunda bebas. karena bunda tidak bersalah. tunggu Nolan bunda, Nolan akan bawa pengacara terhebat untuk bunda" Nolan begitu cerdas, sehingga kedua polisi yang melihatnya pun sangat heran mengetahui anak seumur Nolan begitu dewasa ketika menenangkan ibunya.
Setelah Aileen dibawa oleh polisi, Ginga membawa Nolan bersamanya dan menghubungi pengacara andalannya. sementara itu Galen dan juga Raven tidak langsung pergi. mereka mencari dimana ruang cctv berada.
"Raven, sepertinya ini adalah ruangan monitor untuk CCTV rumah ini" ucap Galen
tanpa membuang waktu, Raven segera memeriksa rekaman untuk waktu dimana Stevy dan Aileen berebut pistol. bahkan mereka ingin mencari bukti untuk membuat Adrian dan Stevy diketahui menculik Nolan. namun sangat sayang jika rekaman hari ini tidak tersisa sama sekali.
"sepertinya sudah ada yang menyabotase rekaman hati ini kak Galen."
"sial, siapa pelaku dibalik ini semua. aku yakin ini bukanlah Adrian ataupun Stevy. kita bisa lihat mereka berdua ada disana tadi, lalu siapa lagi orang yang ingin menjebak Aileen"
"kamu benar kak Galen, sepertinya kita harus bekerja keras untuk ini. tapi untuk saat ini lebih baik kita suruh detektif kepercayaan kita. dan sekarang lebih baik kita susul Aileen"
__ADS_1
Raven sudah tidak sabar untuk ke kantor polisi, namun saat itu Galen menghentikan Raven hingga membuat Raven menatapnya penuh selidik.
"ada apa kak Galen? "
"kita bagi tugas, aku ke kantor polisi, dan kamu lebih baik ke rumah sakit untuk melihat Stevy. kakak nggak mau kita kecolongan seperti kasus CCTV barusan"
"baik kak"
Galen dan Raven kini berpisah. mereka sengaja membagi tugas agar mereka tidak kecolongan seperti yang baru saja mereka alami.
Dilain tempat kini Intan memilih untuk menikmati minuman yang sudah ia siapkan. Intan begitu dibutakan oleh rasa cemburu hingga ia tidak mengingat sedekat apa dirinya dengan Aileen.
"itu akibatnya jika berani membohongiku Aileen. aku sudah sangat percaya denganmu, bahkan. kau adalah orang yang aku kagumi, tapi aku gak sangka kalau kamu membohongiku tentang Adrian Aileen. tapi sekarang aku puas karena kamu akan mendekam didalam penjara Aileen.. "
Dengan keadaan mabuk Intan terus mengomel dan mengeluarkan uneg-unegnya tentang Aileen. bahkan tanpa sadar Intan berjalan keluar dari klub tanpa membawa tasnya.
"tunggu nona, kau meninggalkan tasmu" ucap seorang laki-laki yang berperawakan tinggi.
"oh Terima kasih"
Dengan langkah kaki gontai dan sempoyongan Intan berjalan menuju mobilnya, namun laki-laki yang tadi membawakan tasnya segera membantu Intan yang hampir terjatuh.
"kau mau kemana Nona? "
"aku mau malam ini bersenang-senang, karena hati ini adalah hati yang membahagiakan untukku"
"kau yakin? "
"hemm" jawabnya dengan senyum menggodanya.
"baiklah jika itu maumu. tapi jangan berharap kamu bisa lepas malam ini nona, karena jika aku sudah beraksi, tidak ada satupun wanita yang bisa melarang bahkan menolakku" jawab laki-laki tersebut dengan senyum menyeringainya.
Setelah menempuh waktu lima belas menit, laki-laki tersebut membawa Intan kesebuah hotel. Didalam kamar hotel Intan langsung mendorong laki-laki tersebut hingga berada diatas tempat tidur.
Entah dapat ilmu darimana, malam ini Intan terlihat sangat menggoda laki-laki yang bersamanya. satu persatu pakaiannya ia tanggalkan tanpa tersisa satu helaipun benang.
"malam ini benar-benar malam keberuntunganku. aku mendapat keuntungan setelah mengalami rugi yang cukup besar karena pria tua bangka itu!"
Tanpa melewatkan kesempatan, Laki-laki itu menarik Intan hingga terjatuh di atasnya, namun Laki-laki itu segera menukar posisi mereka. dan akhirnya kini Intan sudah menjadi milik laki-laki lain selain Adrian.
"Adrian" ratau Intan di tengah-tengah aktifitas yang ia lakukan dengan laki-laki asing.
__ADS_1
"Adrian? sshhh sudahlah, aku sudah tidak tahan"
brugh
setelah melakukannya beberapa kali membuat keduanya terlelap dengan saling berpelukan.
Pagi sudah tiba, perlahan kedua matanya terbuka. Intan mengerjap-erjapkan matanya karena merasa asing dengan ruangan yang saat ini ia tempati.
"huh, aku dimana?" Intan hendak turun dari ranjang, namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat pakaiannya yang berserakan di lantai.
seketika Intan memeriksa didalam selimutnya.
"astaga, dengan siapa aku semalam? "
Saat itulah pandangannya mendarat tepat di atas nakas ia temukan sebuah kertas dengan tulisan tangan.
thanks baby, you're so pretty and sexy girl. sampai jumpa dilain waktu gadis berlesung pipi
"siapa dia? sshh ceroboh sekali kamu Intan" Intan merutukki dirinya sendiri sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing.
_
Aileen terduduk di dalam sel. ia merasa sangat bersalah atas kejadian yang dialami oleh Stevy.
'apa dia selamat?'tanyanya dalam hati.
Hingga pagi hatipun Aileen tidak bisa memejamkan matanya. disepanjang malam ia terus memikirkan keadaan Stevy. hingga kedatangan Ginga membuat Aileen segera menanyakan keadaan Stevy.
"tenang lah Aileen, Stevy selamat. hanya saja tadi Raven memghubungiku kalau Stevy belum sadarkan diri"
"syukurlah Ginga, lalu bagaimana dengan Nolan? "
"Kamu tau Nolan Aileen, dia anak yang tangguh dan cerdas. saat ini doa tengah pergi kesekolah. sejak semalam Nolan terus memintaku untuk menghubungi pengacara untuk membelamu Aileen"
"Nolan sayang, bunda janji bunda akan segera bebas dari sini dan menemanimu"
"ah iya Ginga, lalu bagaimana dengan Adrian?"
"Adrian masih diperiksa oleh Polisi atas tuduhan penculikan Ai. tapi karena rekaman CCTV itu hilang, akan sulit memenjarakan Adrian"
.
__ADS_1
.
. bersambung