Hear My Heart

Hear My Heart
Part 15


__ADS_3

Bu anggita mengetuk pintu kamar galen dan aileen, namun tidak ada yang membukakannya pintu. buanggita terua mengulanginya, namun hasilnya masih sama.


"ada apa dengan mereka, apa terjadi sesuatu? tidak biasanya galen seperti ini" karena merasa khawatir bu anggita memutuskan untuk membuka pintu kamar galen.


"astaga" bu anggita tersentak dengan keadaan anaknya saat ini. "aku lupa anakku sudah menikah, dan ini adalah moment yang manis"


bu anggita akhirnya memilih untuk kembali kebawah.


"pagi ma..." sapa raven yang sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.


"pagi sayang, sarapan dulu baru ke kantor" ucap bu anggita dengan senyum yang terua mengembang di bibirnya.


"emm aku nunggu kak galen sama aileen ma sarapannya. dan kenapa mama senyum-senyum terus dari tadi" sahut raven.


"sepertinya mama akan segera punya cucu sayang.."


mendengar ucapan ibunya membuat raven menggeleng 'mana mungkin ma, mereka tidak akan punya anak. karena mereka sudah bercerai!'


"ya sudah aku harua berangkat ke kantor ma" raven mencium pipi ibunya sembari menyomot sanwich yang sudah di siapkan oleh ibunya.


"hati-hati sayang.." ucap bu anggita sedikit keras.


saat bu anggita tengah melanjutkan menyiapkan sanwich untuk sarapan galen turun dan langsung memeluk ibunya dari belakang sembari mengambil sanwich untuk sarapan.


"aileen mana sayang?" tanya bu anggita.


"masih tidur ma, sepertinya aileen kelelahan bekerja kemarin" jawab galen.


"benarkah sayang, atau aileen kelelahan bekerja denganmu semalam?"


"mama..." galen pun malu dengan godaan dari ibunya.


'pagi ma, maaf aileen telat bangun jadi aileen ga bisa bantuin mama buat nyiapin sarapan.'


"tidak papa sayang, ya sudah kamu sarapan dulu sekarang"


seusai sarapan sepeeti keluarga yang bahagia, galen mengantar aileen pergi ke kantor milik adrian.


saat aileen memasuki kantor, adrian sudah menunggunya. aileen mengernyitkan dahinya melihat sikap adrian yang semakin lama semakin membuat aileen bingung.


aileen berjalan ke arah adrian yanh saat itu bersedakap sembari menatap dingin aileen yang membuat aileen menciut.


'Selamat pagi tuan adrian, ada yang bisa saya bantu?'


"ikut ke ruanganku sekarang"

__ADS_1


aileen mengekori bossnya untuk pergi keruangannya.


adrian duduk di kursi kebesarannya dengan jari tangan yang saling mengait. "ada apa dengan mantan suamimu, kenapa dia mengantarmu?"


'seperti kemarin tuan, kami melakukan sandiwara di hadapan mama'


"jadi seperti itu. dan untuk besok kita haris keluar kota dan sepertinya harus menginap"


'tapi tuan apa yang harus aku katakan kepada mama, mamaku pasti tidak suka dengan hal itu'


"itu terserah kamu, kalau kamu masih mau bekerja kami harus menuruti perintah bossmu." aileen terdiam saat adrian mengancamnya.


"baik kamu boleh kembali ke tempat dudukmu. dan aku harap, kamu tidak salah mengambil keputusan. kalau kamu setuju besok datang ke kantor dengan membawa beberapa pakaian untu persiapan disana."


Akhirnya aileen kembali ketemoat duduknya, ia kembali memikirkan perkataan dari adrian. namun di tengah lamunannya adrian kembali menghampirinya. "dan satu lagi, sepertinya suami dan adik iparmu nuga akan datang kesana" tutur adrian dan kembali ke mejanya.


▪▪▪▪▪


Aileen begitu sibuk menyiapkan barang bawaannya. saat itu ia juga membantu galen menyiapkan barang-barangnya.


"aileen kenapa adrian mengajakmu? seharusnya dia tidak perlu mengajakmu karena ini biasa di lakukan kami para pemilik saham untuk bersenang-senang berlibur disana" ucapan galen menghentikan aktifitas aileen.


'entahlah kak, bahka tian adrian mengancam untuk memecatku jika aku tidak ikut kesana. dan untungnya kakak juga kesana, jadi mama bisa mengizinkanku kesana.'


"sepertinya kau sangat senang di ajak bossmu kesana?!" ucap galen dengan nada datarnya.


setelah dirasa sudah siap semunya galen raven dan aileen pun pergi dan sekaligus mereka mengantar ibunya ke bandara, karena saat itu ibunya harus segera kembali ke luar negeri karena pak ardhan yang tiba-tiba mengalami demam.


cukup lama perjalanan untuk mengantar ibu mereka, dan sekarang aileen raven dan galen pun harus mengantar aileen untuk pergi ke kantor milik adrian.


"lebih baik kami berangkat dengan kami aileen, untuk apa harus ke kantor adrian?"


'kak raven, aku ini pergi kesana atas perintah tuan adrian. mana mungkin aku berangkat lebih dulu darinya'


"sudahlah raven biarkan aileen melakukan pekerjaanny" tukas galen dan melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi.


-


Adrian mengajak aileen menemui teman-teman koleganya saat itu juga ada angga bersama istrinya.


"hai aileen, senang bisa berjumpa denganmu lagi"


'bukannya nona istrinya pak angga?'


"iya kamu benar. perkenalkan namaku Bianca, waktu itu kita tidak sempat berkenalan bukan?"

__ADS_1


aileen menjabat tangan bianca dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya. saat itu tiba-tiba saja seseorang menyiram aileen dengan jus.


"apa apaan ini, kamu benar-benar tidak sopan. kami baik-baik saja kan aileen" aileen mengusap air yang ada di wajahnya dan ia mengangguki ucapan bianca.


dan perkataan dari bianca membuat semua orang menoleh ke arah mereka.


begitupun adrian dan galen yang langsung mendatangi aileen.


"tuan galen, bukankah dia itu calon istrimu yang wakti itu juga hampir membuat keributan di acar pernikahanku dan angga kan?" seru bianca.


"maaf nona bianca, waktu itu memang dia calon istriku tapi tidak lagi untuk sekarang"


"galen..aku sperti ini untuk menyadarkan kamu. aileen yang kamu bela ini adalah perempuan munafik. dia lugu di depanmu, tapi sebenarnya dia itu emgincar laki-laki kaya untuk dia porotin. contohnya tuan adrian"


"hentikan kata-katamu nona ersya, jangan keterlaluan." ucap adrian.


saat itu aileen ingin menuliskan sesuatu, tapi ersya menghentikannya. "kalian lihat perempuan seperti dia memanfaatkan kebisuannya untuk menarik simpatik lelaki kaya manapun yang dia mau."


adrian begitu marah mendengar ucapan ersya "hentikan omong kosongmu ersya. dan kalaupun aileen berhasil membuat pria kaya jatuh cinta itu bukan urusanmu mengerti!"


semua hanya terdiam melihat kelakuan ersya yang tidak punya etika, namun juga tidak sedikit orang yang mulai membicarakan aileen dan menatapnya dengan sinis terkhusus para istri usahawan yang menghadiri liburan itu.


"ada apa tuan adrian, kenapa anda sangat marah apakah anda sudah jatuh cinta dengan perempuan bisu itu?" ersya terua memancing kesabaran dari adrian.


"ersya-" bentak galen


"lalu kenapa jika aku jatuh hati dengan perempuan yang tidak bisa bicara, dan apa masalahnya denganmu?"


"itu berarti kau sangat bodoh tuan adrian"


mendengar ucapam ersya adrian semakin meradang saat itu adrian hampir menampar ersya namun aileen menahan lengan adrian.


"lepaskan tanganku aileen. kali ini mungkin aku akan melanggar prinsipku untuk tidak kasar dengan perempuan, tapi kali ini tidak! wanita ini benar-benar kurang ajar dan terlebih sudah mebhinamu aileen." adrian begitu menggebu dengan kemarahannya dan siap untuk memberi pelajaran terhadap ersya.


"hentikan tuan adrian! jangan mengotori reputasimu hanya demi membela perempuan sepertiku."


saat itu seketika semua perhatian menuju ke arah aileen. selama ini yang mereka tau aileen adalah seorang perempuan bisu, namun kali ini benar-benar membuat semuanya terkejut dengan aileen yang bisa berbicara.


.


.bersambung


oke guys banyak banget episode yang aku up ya.. jangan lupa like okey .


terimakasih yang sudah berpartisipasi untum baca karya aku. . virtual hug buat kalian pembaca setiaku 😊 .

__ADS_1


.


__ADS_2