Hear My Heart

Hear My Heart
Part 78


__ADS_3

Para member dari Scorpions berlarian ke arah Mandalika termasuk Vero yang terlihat begitu cemas.


"Manda lo nggak pa-pa kan?"


Dengan lemah Mandalika mengangguki pertanyaan dari Vero. Setelah menanyai Mandalika, Vero melihat seseorang yang menangkap Mandalika agar tidak terjatuh.


Tiba-tiba Vero mengulurkan tangannya untuk mengucapkan terimakasih.


"Makasih Ar, lo udah nolongin Manda. Kalo nggak ada lo pasti kepalanya udah kebentur sama aspal tadi"


Dengan tenang Arlan menyambut tangan Vero. Ia lalu membantu Mandalika duduk di tempat anak-anak Scorpions biasa berkumpul.


"Kalo gitu gue cabut"


Vero pun mengangguki ucapan Arlan dan hendak duduk di samping Mandalika.


Tetapi saat itu Juga Hugo dan Marco mencegat Arlan agar tidak keluar dari markasnya.


Dan di tambah Oky yang bersedekap di hadapannya seperti seorang polisi yang akan mengintrogasi tersangkanya.


"Lo belom bisa pergi, karena lo harus jawab pertanyaan dari gue" Ucap Oky menatapnya tajam.


"Kenapa lo tiba-tiba ada disini? Gue yakin ini di sengaja kan?" Sambungnya lagi.

__ADS_1


Arlan masih belum menjawab pertanyaan dari Oky. Ia justru hanya diam dengan wajah datar tanpa rasa tegang ataupun takut. Ya, memang seperti itulah Arlan. Ia adalah anggota Eagles yang paling tenang dan paling tidak suka membuat keributan.


Dan melihat Arlan yang tak kunjung menjawab pertanyaan Oky, saat itu rahang Hugo dan Marco mulai mengeras. Dibanding anggota lainnya, selain memancing emosi. Hugo dan Marco memang yang paling mudah untuk tersulut.


"Jawab atau lo gua abisin sekarang" Marco menarik kerah baju Arlan. Namun seketika Rexy datang dan melepas tangan Marco dari kerah baju Arlan.


"Dari pada lo ngotorin tangan lo, ada orang yang harus bertugas menanyainya"


Ekor mata Rexy memindai seseorang yang tengah terduduk yang saat ini tengah mengumpulkan tenaganya untuk normal kembali setelah merasa begitu lemah karena terlalu letih melakukan tugas dari Rexy.


"Mandalika, ini tugas lo. Sekarang lo bikin anak ini buat bilang apa alasannya, kenapa dia ada di deket basecamp Scorpions"


"Gue?"


"Buru" Sambung Rexy.


Mandalika mendongak, menatap wajah Arlan yang nyaris sempurna dimatanya.


'Astaga, gue baru sadar. Ini kulkas dua pintu ternyata cakep juga. Huh, lo mikir apa si Manda, dia ini anggota Eagles. Gue yakin Arlan juga gak kalah nyebelin dari pada Nolan si kutu kupret itu'


"Jangan bengong aja, lo tu di tanyain mereka kenapa lo di deket markas mereka?"


Karena terfokus dengan bulu mata lentik Mandalika, Arlan justru tetap terdiam dan terus memandangi mata Mandalika sehingga membuat Mandalika mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Hei, ngomong dong Arlan. Lagian emang gue nggak berat ya?"


Setelah mendengar ucapan Mandalika, Arlan lalu membantu Mandalika untuk berdiri dengan benar.


"Gue cuman kebetulan lewat. Dan gue nggak sengaja liat lo mau jatuh, makanya gue kesini"


"Udah kan, udah dijawab. Ya udah lo boleh pergi sekarang Arlan. Dan sekali lagi, makasih lo udah nolongin Manda"


Arlan pun segera pergi untuk bertemu dengan teman-temannya di markas Eagles. Setelah menempuh beberapa waktu perjalanan, Arlan oun sampai dimana disana semua temannya sudah berkumpul.


"Dari mana aja lo Arlan, kita udah nungguin lo disini. Kita mau bikin rencana biar Mandalika suka sama lo" Ucap Neo


"Dengerin Guys, Arlan itu udah punya rencana lebih baik dari pada kita" Sahut Agam yang juga baru datang.


"Apa maksud lo Gam?" Tanya Nolan yang terlihat penasaran.


"Tadi gue liat Arlan di markas Scorpions lagi nolongin Mandalika yang hour jatuh ke atas aspal"


Plok


Plok


Plok

__ADS_1


Semua teman-temannya bertepuk tangan karena Lagi-lagi Arlan sudah selangkah lebih maju di bandingkan teman-temannya. Tentu saja itu yang dipikirkan oleh anggota Eagles. Sementara Arlan, ia sendiri terlalu malas untuk menjelaskannya dan membuat semua teman-temannya mempercayai jika dirinya mau menjalankan rencana mereka untuk merebut Mandalika dari Vero dan setelah itu meninggalkannya.


Bersambung


__ADS_2