Hear My Heart

Hear My Heart
Part 16


__ADS_3

Aileen menjadi pusat perhatian di dalam ruangan itu, sedangkan ersya tiba-tiba terbungkam seribu kata mengetahui aileen yang kini dapat berbicara.


"aileen, kamu bisa berbicara kembali?" galen merengkuh aileen di hadapan banyak orang. karena sadar di perhatikan banyak orang, galen pun melepas rengkuhannya.


"kak galen ingat saat berbicara setelah kecelakaan itu?" galen mengangguki pertanyaan dari aileen "sebenarnya saat itu aku tidak kehilangan suaraku lagi, aku hanya ingin tau seberapa orang akan menghargaiku ketika mengetahui keadaan ku yang mempunyai kekurangan!"


"aku berpikir, mungkin orang-orang akan menghargaiku saat aku bisa berbicara. namun aku ingin melihat siapa yang benar-benar tulus dan baik hati selain keluarga kalian. tapi tuan adrian mengubah pendaptku, ternyata tidak semua orang kaya menghina orang asing yang memiliki kekurangan sepertiku.


"aileen.. " adrian lalu memeluk aileen sangat erat, saat itu semuanya bertepuk tangan melihat aileen dan adrian. sesangkan ersya, karena malu akhirnya ia memilih untuk pergi.


-


siang itu adrian mengajak aileen ke suatu tempat. adrian terlihat begitu tampan.



saat itu adrian terlihat sangat berbeda dengan biasanya yang selalu mengenakan pakaian formalnya. sedangkan saat ini adrian mengenakan sweter denagn jeans jogernya yang tidak mengurangi ketampanannya.


"ada apa tuan mengajaku kesini, apakah ada pekerjaan yang harus aku lakukan?" tanya aileen memecah keheningan.


"tidak, aku hanya ingin menunjukkan temoat indah ini untuk kau nikmati" adrian tak pernah lekang dari aileen yang saat itu terlihat sangat cantik di mata adrian.



karena mendapat izin dari adrian, aileen begitu menikmati suasana disana dan tanpa ia sadari adrian begitu lekat menatapnya begitupun dengan galen dan raven yang sejak awal sudah mengikuti aileen dengan adrian.


"kak galen, apa adrian akan menyatakan perasaannya kepada aileen?" raven begitu penasaran

__ADS_1


"kita lihat saja apa yang akan di lakukan oleh adrian" sahut galen yang sebenarnya juga penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh adrian.


"tapi kak, aileen benar-benar cantik dengan memakai dresa itu kan?!"


"jaga matamu itu, jangan kurang ajar dengan aileen"


"iya kak aku tau itu, tapi saat ini aku benar-benar menyesal meninggalkan aileen di hari pernikahan kami"


"makanya jika bertindak harus berpikir lebih dulu" mendengar ucapan galen, raven hanya bisa tersenyum konyol karena kebodohan yang sudah ia lakukan dulu dan karena merasa kesal raven hanya bisa memegangi lehernya karena tekanan darah yang mulai naik.



'dan penyesalanmu itu juga terjadi denganku raven'


____flasback on____


"kenapa gulingku menjadi sangat hangat dan seperti bernafas?" saat itu galen segera melihat ke samping ia tidur. saat itu bukannya guling yang ia peluk melainkan pinggang ramping aileen yang masih tertidur pulas.


"ternyata kamu aileen.." galen tersenyum menikmati wajah aileen yang sedang tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka.


"kenapa ini tidak terjadi saat kita masih bersama aileen. ini memang kesalahnku!" saat itu aileen menggeliat, galen sangat takut aileen bangun. namun ternyata dugaannya salah, aileen malah berganti memeluknya.


karena tidak ingin aileen salah paham, galen menurunkan tangan aileen terlebih dulu. dan perlahan ia mengangkat tangannya dari pinggang aileen.


____flashback off____


"kak galen, kenapa kakak senyum-senyum sendiri? apa kakak mengingat kenangan tentang aileen? atau waktu kalian tidur satu kamar ada kejadian yang terjadi, saat itu mama kuar dari kamar kalian dan mama tiba-tiba terus tersenyum"

__ADS_1


"apa yang kami bicarakan itu tidak benar, lebih baik kita perhatikan mereka." pertanyaan raven membuat galen sedikit gugup, dia tidak ingin adiknya mengetahui perasaannya terhadap aileen



saat itu adrian berjalan mendekat ke arah aileen dengan sebuket bunga di belakang badannya.


dan benar saja dugaan raven, adrian memang ingin menyatakan perasaannya terhadap aileen.


adrian mulai memanggil aileen.


"aileen ada sesuatu yang ingin ku bicarakan"


"iya tuan adrian, apa yang ingin tuan bicarakan?"


"sebenarnya aku me-"


"emm maaf tuan ada panggilan masuk di ponselku, aku harus mengangkatnya terlebih dulu."


dan hal itu membuat pernyataan dari adeian tertunda.


"maaf tuan aku harus segera pergi, kak raven menelfonku dan katanya kak galen demam. aku harus segera melihatnya" aileen berlari tanpa memperdulikan adrian yang masih terpaku dengan buket bunga yang ia bawa.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2