Hear My Heart

Hear My Heart
Part 36


__ADS_3

Drrttt drrttt


Ponsel Galen berdering beberapa kali ketika ia tengah membersihkan diri. Hingga panggilan yang empat ia baru mengangkatnya.


"halo Adrian, ada apa kau menghubungiku selarut ini?" tanya Galen seraya meraih kaos didalam lemarinya.


"aku ingin bertemu denganmu sekarang juga"


"kau bisa datang ke rumahku malam ini, karna aku benar-benar letih untuk keluar"


"baiklah aku akan kerumahmu"


Klik


Adrian mengakhiri sambungannya denagn Galen. Saat itu Galen merasa ada yang aneh dengan nada suara Adrian yang terlihat ketus.


"ada apa lagi ini?"


tok tok


"masuk"


"kak Galen, apa yang terjadi saat kak Galen mendatangi rumah Aileen? Apa kakak tau bagaimana tentang hubungannya dengan Ginga? Maksudku apa kakak sudah mengulik sejak kapan ia kenal sampai akhirnya mereka memiliki Nolan?" begitu masuk ke kamar Galen, Raven terus menanyakan tentang Aileen kepada Galen.


"Nolan memang anak Ginga. Tidak seperti yang kamu pikirkan"


"aneh sekali, padahal Nolan sangat mirip loh sama kakak. Apa kak Galen gak penasaran?" lagi-lagi Ravem memupuk rasa curiga didalam pikiran Galen.


"entahlah, yang jelas Aileen tidak suka alu menanyakan hal itu tadi!"


"jadi kak galen menanyakan hal itu didepan Aileen?" Galen mengangguki peetanyaan Raven, dan seketika Raven menepuk dahinya. "harusnya kak Galen tanya itu jika tidak ada Aileen, dengan begitu kak Galen bisa mengulik banyak informasi daei Ginga!" sambung Raven yang terlihat gemas dengan apa yang dilakukan oleh Galen.


"kita tidak bisa seperti itu Raven, Ginga bukan orang sembarangan. Kalo kita mencecarnyaterus masalah hubungannya dengan Aileen, bisa-bisa dia curiga"


"emm benar juga kak" Raven mengangguk-angguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Galen.

__ADS_1


Sementara itu saat ini Aileen tengah menemani Nolan untuk tidur. Meskipun Nolan seorang anak uang genius, namun ia tetaolah anak kecil. Ia sangat suka didongengkan oleh ibunya sebelum tidur.


Setelah Nolan tertidur, Aileen mencari keberadaan Ginga. Namun Aileen tidak menemukan keberadaan Ginga dirumah itu. Pikiran Aileen mulai berkecamuk, pasalnya hingga detik ini ia merasa Ginga masih marah dengannya.


Aileen memutuskan untuk pergi kesebuah club milik sahabat Ginga. Awalnya Aileen ragu untuk memasuki tempat itu, namun ia tidak memiliki pilihan lain. Ia segera memeriksa kedalam club, namun ia tidak menemukan Ginga. Hingga akhirnya ia melihat sebuah ruang VVIP.


Brak


Dengan kasar Aileen membuka pintu ruangan. dan benar dugaannya saat ini, ia melihat Ginga yang tengah menyesap minuman dengan beberapa temannya didalam dan juga ditemani oleh beberapa gadis pengh*bur didalam sana.


"Ginga, aku ingin bicara!"


"tidak sekarang nona, kami sedang bersenang-senang dengan sahabat kami. Kau sebagai calon istrinya harus mengerti!" ucap Daren sang pemilik club.


"aku ingin mendengarnya dengan Ginga, kalau memang dia yang menginginkan hal itu, aku akan pergi!"


Mendengar ucapan Aileen, Ginga bangkit dari duduknya dan menghampiri Aileen. Saat itu Aileen yakin Ginga tidak akan mengecewakannya semarah apapun dia terhadap Aileen.


"pulanglah, temani Nolan!" tukas Ginga dan hendak kembali bergabung dengan para sahabatnya sekaligus wanita-wanita yang sudah menunggunya.


"baiklah, lakukan apa yang membuatmu nyaman. kamu seperti ini karena memang aku yang salah"


'aku tidak akan memaksakan apapun. Aku pernah menggenggam erat-erat cintaku, tapi karna terlalu erat cinta itu akan hancur. Tapi aku juga tidak akan melepaskannya dengan bebas, akunhanya perlu mengawasinya. Jika ia masih ingin pergi, itu berarti dia tidak ditakdirkan untukku.'


Dengan tatapan sedih dan kecewa, Aileen memutuskan untuk kembali. Ia tidak akan memaksa Ginga untuk ikut dengannya. Aileen bergegas keluar dari tempat yang sangat ia benci. Kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga diperempatan jalan ia hampir bertabrakan dengan mobil lainnya.


Shiiiiiittttt


Aileen menghentikan mobilnya, untung saja ia tidak sampai menabrak mobil yang ada dihadapannya. Saat itu pengemudi mobil tersebut keluar dan mengetuk kaca jendela mobil Aileen.


Aileen keluar dari mobilnya "maafkan aku, aku hampir saja membuatmu celaka!" Aileen tertunduk dan meminta maaf kepada pengemudi yang hampir ia tabrak.


"Aileen" sontak Aileen mengangkat kepalanya dan melihat seseorang yang ada dihadapannya.


"Rion, emm maaf maksudku pak Adrian. Maaf, aku hampir saja membuatmu celaka."

__ADS_1


"dahimu berdarah Aileen"


Aileen memang sempat terbentur akibat ia mengerem mendadak sehingga ia terluka.


Aileen menyentuh dahinya yang memang mengeluarkan darah segar.


"ah ini tidak pa-pa. Apa kamu ada yang terluka tuan Adrian."


"panggil saja Adrian ataupun Rion, Aileen. Emm aku tidak apa-apa Aileen. Lebih baik kau ikut denganku biar aku mengobatinya"


"tidak perlu, aku bisa sendiri. Dan karena kau baik-baik saja, aku harus pergi. Permisi!" Aileen segera melajukan mobilnya kembali. Namun saat itu Adrian mengikuti Aileen dari belakang hingga mereka tengah sampai di rumah Aileen.


Setelah memastikan Aileen sampai denga aman, Adrian hendak memutar arah, namun saat itu mobil Ginga sudah ada dihadapannya. dengan segera Adrian keluar dari mobil untuk menemui Ginga.


"tuan Adrian, ada apa anda didepan rumah saya?" tanya Ginga penuh selidik.


'aku harus mencari alasan supaya Ginga tidak mencurigaiku'


"emm begini tuan Ginga, tadi nona Aileen hampir saja bertabrakan denganku. Dan karena saya takut terjadi sesuatu, saya memutuskan untukengikutinya. Sebagai seorang manusia saya harus melakukan ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan tuan Ginga."


"baik tuan Adrian, sebelumnya terimakasih. Saya harus kedalam" Adrian kemudian mengangguki ucapan Ginga dan bergegas pergi.


Karena tidak ingin membuang waktu Ginga segera memasuki rumahnya. Ia kemudian mencari keberadaan Aileen. Tempat pertama yang ia lihat adalah kamar Aileen, namun ia tidak menemukannya. "pasti Aileen ada dikamar Nolan." Ginga segera memeriksa kamar Nolan, namun hasilnya sama. Ia tidak menemukan keberadaan Aileen. Hingga ia kembali memeriksa kamar Aileen kembali karna ia tidak menemukan Aileen dimanapun.


klek


Ginga membuka pintu kamar Aileen, ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Klek


Terdengar kenop pinti yang terbuka, saat itu Aileen keluar dari dalam kamar mandi hanya megenakan jubah mandi berwarna biru seatas lutut. Ia tidak menyadari keberadaan Gingga didalam sana. saat itu ia segera menuju meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Karena posisinya yang membelakangi Ginga, ia belum menyadari kehadiran Ginga hingga ia menangkap bayangan di cermin yang ada dihadapannya. Seketika Aileen langsung menoleh kearah Ginga yang duduk diatas sofa yang hanya mengenakan kemeja putih dengan dasi yang berantakan dan rambut acak-acakan.


"Ginga.." ucap Aileen dengan kedua mata yang membulat.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2