
Adrian berdiri menatap keluar jendela dari depan kamarnya. ia kembali teringat dengan penjelasan Intan yang mengatakan bahwa Galen adalah ayah biologis Nolan.
'jadi benar, terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui antara Galen dan Aileen saat Aileen masih menjadi tunanganku' Adrian mengepalkan tangannya yang bersiap meninju seseorang.
"Adrian.." Intan meletakkan kedua telapak tangannya di pundak Adrian, sehingga membuat buyar lamunan adrian.
"ada apa Intan?"
"harusnya itu yang aku tanyakan padamu Adrian, ada apa?" Intan menatap lekat suaminya.
"emm tidak apa Intan, aku hanya terkejut mendengar bahwa Galen sudah punya anak dan itu dengan Aileen!"
"seharusnya kamu tau tentang ini karna kamu adalah sahabat Galen, Adrian!"
Intan pun lalu mengingat semua cerita Aileen yang tidak ingin memberi tau ayah kandung Nolan. "astaga aku baru ingat Adrian, Aileen memang tidak pernah mengatakan perihal Nolan kepada mantan suaminya! bahkan dia bilang mantan suaminya tidak tau kalau dia hamil dulu!"
"emm apa kamu tau apa pemyebab dari perpisahannya dengan Galen?"
"entahlah Adrian, yang aku tau saat itu dia kecewa. tapi Aileen tidak mengatakan apapun tentang sebab perpisahan mereka."
"sudahlah Intan, lebih baik kita jangan mencampuri urusan mereka!" Adrian kini menarik Intan kedalam pelukannya.
'syukurlah itu berarti Intan tidak tau mengenai aku dan Galen lah yang menyebabkan Aileen memilih pergi!'
setelah beberapa hari, Galen kembali datang ke rumah Aileen. saat itu Aileen ingin menghindari Galen, namun lagi-lagi Ginga menyuruhnya untuk menemui Galen.
"nona Aileen sudah berapa lama anda menikah dengan tuan Ginga?"
Galen sengaja bertanya seperti itu setelah Ginga baru datang agar ia tidak menolak untuk menjawabnya.
"menurutku itu pertanyaan yang tidak harus aku jawab tuan Galen, karna itu diluar kerja sama anda dengan Ginga.!"
srup..
Ginga menyesap teh di cangkirnya sekilas, ia meletakkan kembali gelas tersebut dan kemudian tersenyum menatap Galen.
"sudah lima tahun tuan Galen, kemudian kami memiliki Nolan!" tuturnya dengan senyum tipis di bibirnya.
setelah mendapat jawaban dari Ginga, Galen tidak melanjutkannya dan fokus membahas kerja sama perusahannya dengan perusahaan Ginga.
dan setelah mereka selesai membahasnya, kini Galen beranjak pergi meninggalkan rumah Ginga dengan perasaan kecewa.
beberapa saat setelah kepergian Galen, Aileen menatap lekat manik mata Ginga. ia tidak tau apa alasan Ginga mengatakan hal tersebut kepada Galen yang jelas-jelas itu kebohongan. Aileen sedikit terkejut dengan kebohongan Ginga, pada dasarnya Ginga bukanlah orang yang suka berbohong.
"ada apa Aileen, apa ada sesuatu?" tanya Ginga.
"harusnya kamu tidak perlu bertanya Ginga!"
__ADS_1
"ya kamu memang benar Aileen. dan aku akan memberitahumu kenapa aku melakukan kebohongan itu"
_Flashback on_
"dimana Aileen, apa dia sedang tidak enak badan sehingga menumpahkan minumannya tadi? biasanya dia selalu fokus, tidak seperti tadi.
Ginga pun berjalan menuju kamar Aileen, ia melihat pintu kamar yang sedikit terbuka. "sepertinya dia sedang menghubungi Intan, sahabatnya! lebih baik aku pergi aku tidak akan mengganggunya."
"iya halo Intan, aku baru saja ingin menghubungimu. ternyata kau sudah lebih dulu menelfonku, syukurlah."
"apa yang dirasakan Aileen hingga dia ingin menghubungi Intan diwaktu begini?" Ginga pun masih memperhatikan Aileen dari pintu kamarnya
"kau tau Intan, hidupku sudah baik-baik selama ini kan?"
"ya, lalu apa yang membuat kamu gundah Aileen?"
"sebelumnya aku tidak pernah ingin menceritakan ini ke siapapun, tapi kali ini kau harus tau karna kau adalah sahabatku."
"Ayah Nolan datang kerumah Intan" nada suara Aileen yang mendadak sendu membuat Intan sedikit khawatir.
"lalu apa yang dia lakukan, apa Ginga tau kalau ayah Nolan kesitu?"
"sementara ini Ginga belum mengetahui bahwa rekan kerjanya adalah ayah Nolan Intan. aku tidak ingin ini akan membuat Ginga kecewa denganku Aileen meskipun hingga saat ini aku masih berusaha keras untuk mencintainya."
"memang siapa rekan kerja Ginga, Aileen?"
"apa yang kau maksudkan dia itu Galendra Aksa Gumelar?"
'jadi Galen adalah ayah dari nolan!'batinnya dan Ginga pun pergi meninggalkan kamar Aileen dengan perasaanya yang bagai disambar petir setelah mengetahui kenyataannya.
_Flashback Off_
perasaan Aileen mencelos saat ia tau Ginga mengetahui siapa ayah kandung Nolan. ia merasa sangat melukai hati Ginga karena belum jujur mengenai Galen kepada Ginga.
Aileen meraih tangan Ginga, ia harus mendongak karena memang Ginga jauh lebih tinggi darinya. "maafkan aku Ginga!" tutur Aileen.
"sudahlah Aileen, aku harus pergi meeting hari ini." Ginga lalu pergi meninggalkan Aileen meliriknya.
"kamu bahkan masih marah Ginga!" Aileen membuang nafas berat. "kamu memang pantas marah seperti ini karna aku tidak jujur"
Akhirnya Aileen pun pergi ke butik miliknya, disana ia ditunggu oleh asistennya yang bernama Risa.
"mba Aileen tadi ada yang mencari mba Aileen."
Aileen mengerutkan dahinya "siapa Ris, apa aku mengenalnya?"
"namanya pak Adrian mba, apa mba kenal?"
__ADS_1
"oh dia suami Intan Ris, ada apa dia mencariku?"
"pak Adrian hanya berpesan agar ketika mba Aileen sudah datang aku harus memberitahunya. bagaimana mba, apa aku harus menghubungi nomornya?"
"beritahu saja Ris, beritahukan untuk menemuiku setelah jam makan siang nanti!"
waktu terus berjalan, hingga jam makan siang pun tiba. ketika Aileen beranjak dsri tempat duduknya, seseornag mengetuk pintu ruangannya. "masuk"
netra Aileen menatap datar seseorang yang baru masuk. "duduklah tuan Adrian."
belum sempat Aileen duduk, Adrian lebih dulu menarik pergelangan tangan Aileen hingga Aileen menjadi tidak seimbang dan menabrak dada bidang Adrian. Aileen pun segera menarik dirinya namun Adrian justru mengeratkan pegangannya di pinggang Aileen.
"apa yang kamu lakukan tuan Adrian!" Aileen menekan suaranya.
"itu yang ingin aku tanyakan Aileen! apa yang kamu lakukan sehingga kamu hamil dengan Galen saat kamu menjadi tunanganku!" sontak Aileen mendongak dan menatap Adrian. begitu juga Adrian yang menghunuskan tatapan tajam kepada Aileen.
"kamu mengkhianatiku Aileen!" Adrian menarik dan membuat Aileen semakin dalam masuk kedalam kekangannya.
"jangan salahkan aku jika rekanmu yang mengkhianatimu!" tukas Aileen.
seketika Adrian menautkan kedua alisnya dan kembali menelisik wajah Aileen yang tidak ada raut kebohongan sama sekali.
"aku tidak mengerti apa maksud ucapanmu Aileen!"
setelah dirasa kekangan Adrian melemah, Aileen segera mendorongnya dan menjauh dari tubuh kekar Adrian.
"apa kau tau tuan Adrian, akupun dikhianati oleh temanmu itu. dia melakukannya secara paksa saat dia mabuk!" Aileen berjalan mengitari Adrian. "dan apalagi yang membuat aku frustasi tuan Adrian" Aileen menjeda ucapannya kembali dan menatap mata Adrian yang tak lekang terus menatapnya.
"setelah Galen melakukan itu, itu cukup membuatku terluka karna saat itu aku merasa bersalah padamu. namun apa yang lebih menyakitkan, justru aku harus menerima kenyataan calon suamiku dan kakak yang sangat aku hormati menjadikanku sebagai kesepakatan untuk mendapatkan sesuatu agar menguntungkan baginya.!"
Adrian hanya mematung setelah mendengar semua ucapan Aileen. semua yang sudah lama menjadi rahasia, kini perlahan terungkap dan itu menjadi kekhawatiran bagi Aileen.
"aku minta maaf soal itu Aileen,tapi kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari Galen?"
"aku tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang egois seperti kalian! dan sekarang hidupku sudah bahagia dengan Nolan dan juga Ginga. lebih baik sekarang kamu pergi dari sini tuan Adrian."
dengan rasa bersalah dan marah, Adrian pun meninggalkan butik Aileen. ia melajukan mobilnya cukup kencang.
brak
Adrian memukul pengemudinya karena kesal "awas kamu Galen, aku akan buat perhitungan denganmu!"
.
.bersambung
.
__ADS_1