
Aileen begitu mengkhawatirkan keadaan ibunya yang kini harus di rawat karena penyakitnya yang kambuh, memang sudah lama bu anggita mempunyai riwayat darah tinggi sehingga ia mudah sekali dalam keadaan seperti sekarang ini.
Saat itu raven dan galen menemani ayahnya yang duduk di depan ruangan ibunya yang kini sedang di tangani oleh dokter.
cukup lama mereka menunggu hingga dokterpun keluar. "keluarga pasien?"
"iya saya dok, bagaimana keadaan istri saya dok?" ucap pak ardhan.
"oh istri anda sudah bisa di jenguk pak, tapi tolong jaga perasaanya. sebisa mungkin biat pasien merasa nyaman." setelah selesai dengan ucapannya, dokterpun segera pergi dari hadapan pak ardhan.
ketika aileen ingin memasuki ruang rawat tiba-tiba oak ardhan menahan lengan aileen.
"tunggu di luar, mama akan semakin syok bila melihatmu aileen. hal ini juga berlaku pada kalian" seru pak ardhan, dan kemudian menemui istrinya.
melihat aileen yang terlihat sesih raven pun berusaha menenangkan aileen dengan merengkuh pundak aileen. galen yang melihat hal itupun segera menghampiri aileen dan juga raven.
"lebih baik kita pulang sekarang, besok kita kembali kesini. semoga suasana hati mama sudah membaik"
aileen dan raven pun menuruti ucapan galen untuk pulang. karena tubuhnya yang lelah akhirnya aileen tertidur di dalam mobil, saat itu raven menaruh kepala aileen di pundaknya dan sesekali ia mengusap puncuk kepala aileen.
entah kenapa hal itu membuat galen merasa tidak suka jika raven menyentuh aileen, dan hal itupun berhasil membuat galen sedikit kesal.
"jangan macam-macam raven" ucap galen sembari mengemudikan mobilnya. meskipun begitu, galen masih sempat memperhatikan sikal raven yang sangat mengkhawatirkan aileen.
"ini sudah sering ku lakukan sejak dulu kak! apa kak galen lupa? sebelum aileen menjadi istri dan mantan istrimu, dia lebih dulu menjadi adik kesayanganku" sahut raven menatap tajam ke arah galen.
"dan satu lagi, aku tidak pernah kurang ajar sepertimu yang memanfaatkan keadaan untuk mendekati mantan istrimu yaitu aileen. yang jelas-jelas sudah kau ceraikan."
mendengar ucapan raven membuat galen menyunggingkan senyumnya, hal itu pun membuat raven heran. " kenapa, kenapa kau malah tersenyum seperti itu kak galen?"
"aku tau raven, kau bilang seperti itu karna kau cemburu denganku bukan? kau cemburu ketika aku bisa mendapatkan aileen dari pada dirimu"
seketika raven megepalkan tangannya. namun sevelum ia melepas pukulannya, raven sudah mengatakan hal yang sebenarnya. "kau pikir aku akan melakukan itu kepada aileen?"
"tentu saja, aileen itu cantik dan yang jelas dia itu baik. bisa aja kan kak galen tergoda!"
'aku memang hampir tidak bisa mengendalikan diriku raven!'
"mana mungkin aku akan menyukai aileen raven. kalaupun aku melakukan hal itu, itu pasti saat aku tidak sadar." galen kembali gokus dengan mobil yang ia kemudikan. sedangkan raven, menghembuskan nafas lega karena tidak terjadi sesuatu antara galen dan aileen.
__ADS_1
#
Pagi itu aileen bersiap untuk berangjat ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya. begitupun dengan raven dan galen yang sengaja tidak pergi ke kantor untuk menjenguk ibu mereka yang tengaj di rawat.
"ai ayo kita berangjat sekarang, papa pasti udah laper dan capek nungguin mama semalaman."
"iya sebentar kak raven aku akan menyiapkan pakaian untuk papa"
ketika aileen berjalan ke kamar orang tuanya, saat itu ia berpapasan dengan galen yang hendak turun. saat itu galen menghentikan aileen.
"aileen apa kau sedang tidak enak badan?" tanya galen.
"enggak kak, aku baik-baik aja!"
"lalu kenapa kau terlihat tidak bersemangat? atau kau memikirkan tentang masalah perceraian kita yang membuat mama sakit?"
sebelum menjawab pertanyaan galen, aileen menarik nafas dalam "untuk masalah itu aku sudah memutuskan akan berkata jujur dan kak galen juga harus berkata jujur dengan mama sama papa!" setelah selesai dengan ucapannya, aileen memutuskan untuk ke kamar orang tuanya, namun sekali lagi galen menahannya.
"tidak bisa aileen, kalau kita jujur mama akan semakin parah" aileen hanya mengibaskan tangan galen.
setelah sampai di rumah sakit aileen langsung menemui ibunya yang saat ini sedang terbaring.
"ma, aileen mau jujur sama mama. aileen memang sudah bercerai dengan kak galen tapi-"
"mama tau aileen, galen sudah mengatakan segalanya" ucap bu anggita membelai rambut aileen.
"mama gak marah?"
bu anggita hanya menggeleng dan tersenyum, sedangkan aileen merasa bingun dengan sikap ibunya dan ayahnya saat ini. hal itu membuatnya mencari keberadaan galen dan raven, tapi belum sempat ia keluar, raven dan galen sudah masuk kedalam.
"mama dan papa memang sempat marah aileen, tapi setelah galen menelgon semalam membuat kami tenang karena kalian berniat rujuk" ucap pak ardhan.
"apa, rujuk?" raven begitu terkejut mendengar ucapan galen yang dari awal tidak memberi taunya.
mengetahui adiknya yang terkejut, galen memberi isyarat untuk diam.
galen beejalan mendekat ke arah aileen dan saat itu meraih oinggang aileen.
"kami akan menikah lagi setelah mama membaik, iyakan ai?" saat itu hati aileen berkedut mendengar ucapan galen.
__ADS_1
"ingat aileen dokter menyarankan kita untuk membuat mama senyaman mungkin, jadi kita harus lakukan itu!" lirih galen dan terkesan seperti ingin mencium aileen, sehingga membuat bu anggita dan pak ardhan berdeham.
"mesraannya nunggu ijab kabul dulu sayang.." selorohan bu anggita membuat raven sesak dan segera meninggalkan ruang rawatnya.
"emm.. ma pa aileen dan kak galen keluar sebentar ya"ucap aileen sembari menarik galen.
"dasar anak muda sekarang.." ucap pak ardha dan tak lupa dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Aileen pun mengajak galen sesikit menjauh dari ruang rawar bu anggita. "kak galen tidak bisa memutuskan semuanya sendiri. ingat kak, aku calon istri adrian. mana mungkin kita menikah."
"apa kamu lebih memilih adrian di banding dengan mama!" sahut galen, dan mendadak aileen terdiam.
saat ini aileen dalam dilema, ia vingung dengan keputusan apa yang harus ia ambil. di sisi lain adrian begitu baik, dan kini calon suaminya. tapi ia juga sangat menyayangi ibu yang sudah merawatnya sejak lama.
"kita harus menikah aileen, setelah mama kembali ke luar negeri dengan papa. aku akan mengembalikanmu untuk adrian"
aileen tersentak dengan ucaoan galen yang menurutnya sangat tidak bertanggung jawab.
"apa kak galen pikir aku itu mainan! yang dengan mudahnya kakak nikahi, dan setelah keperluan kak galen selesai lalu kak galen langsung menceraikanku?" ucapan aileen mencelos membuat galen sadar ucapannya yang menyinggung harga diri aileen.
aileen pun meninggalkan galen dan pergi ke taman rumah sakit dengan air mata yang mengalir di pipinya. saat itu ia menyeka air matanya dan kembali mengingat ucapan galen.
"aku harus bagaimana tuhan, aku tidak bisa melukai tuan adrian begitu saja." saat ia menangis tiba-tiba seseorang memberinya sebuah sapu tangan.
"menikahlah dengan galen aileen"
suara yang tak asing baginya membuat aileen terperajat saat ia tau orang itu benar-benar adrian.
.
.bersambung
.buat readers yang setia sama karya aku, jangan lupa mampir di karya yerbaru akau ya yang berjudul Fool Love.. kalian pasti bakalan suka.
.terus ikuti dan like ya temen-temen. .
virtual hug buat kalian 🤗🤗
.
__ADS_1