Hear My Heart

Hear My Heart
Part 61


__ADS_3

Dua belas tahun kemudian, setelah kepergian Aileen. Nolan yang sudah sangat cerdas dan jenius sejak kecil digadang-gadang bisa menjadi penerus untuk dua perusahaan yang bergabung menjadi satu perusahaan yang diberi nama NX Corp justru sekarang ia menjadi salah satu biang onar disekolahannya. hingga membuat Galen dan juga Ginga bertepuk jidat.


Meskipun Aileen sudah tiada, keduanya memutuskan untuk tidak menikah. dan justru menjalin kolaborasi usaha dan menggabungkan perusahaannya. sementara itu Raven kini sudah memiliki perusahaannya sendiri dengan istrinya yang bernama Arumi yang ia kenal ketika berada di rumah sakit saat Stevy dinyatakan meninggal.


Raven pun juga dibuat pusing oleh keponakannya ketika Nolan mengajak beberapa temannya untuk menginap di rumah Raven ketika Galen dan Ginga kompak menarik fasilitas ketika berbuat onar. dan hal itu sudah dilakukan beberapa kali namun tidak membuat Nolan jera.


Meskipun dari keluarga kaya, Nolan tidak pernah memberitahu teman-teman di sekolahnya jika ia adalah anak dari pengusaha yang sangat berpengaruh, kecuali teman satu gengnya yang bernama geng Eagles. yang terdiri dari lima laki-laki yaitu Nolan, Neo, Agam, David, Arlan dan satu perempuan yaitu Anevay.


Mereka mempunyai musuh bebuyutan yaitu geng Scorpions yang beranggotakan 5 orang, yaitu. Rexy, Hugo, Marco, Vero dan oky .


Meskipun berbeda sekolah namun kedua geng tidak pernah akur karena persaingannya di dunia Skateboard.


Pagi ini seperti biasa, Nolan terlambat untuk masuk ke sekolah. tetapi kali ini sang guru tidak menghukumnya, justru langsung membiarkan Nolan untuk masuk kedalam kelasnya. dengan langkah elegan, Nolan masuk dengan wajah dinginnya.


"guys, nanti siang kita pergi ke tempat biasa. kalian harus prepare buat anak-anak Scorpions kapok udah berani nantang kita tanding" titah Nolan


"itu mah kecil Nolan. nggak yang bisa ngalahin geng Eagles" sahut David.


Saat itu guru pun memasuki kelas bersama dengan seorang siswi pindahan. "pagi anak-anak, hari ini bapak ingi memperkenalkan seorang teman baru sama kalian"


"ayo perkenalkan namamu" titah Guru kepada murid baru.


"Hai semua, kenalin nama aku Mandalika Zamora"


"ya sudah kamu duduk"


Kebetulan Mandalika duduk di sebelah murid yang terlihat baik dan tersenyum ramah terhadapnya.


"Hai Manda, kenalin gue Syahwa"


Mandalika menjabat tangan teman barunya dan tersenyum hingga membuat kedua matanya terlihat sipit.


Bell istirahat pun berdering. siang itu Manda dan Syahwa pergi ke kantin untuk makan siang. namun Syahwa tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat makanan yang ada di tangannya tumpah dan mengenai orang yang Syahwa tabrak.


"aduh maaf gue nggak sengaja" ucap Syahwa sembari berusaha membersihkan noda di sepatu seseorang yang ia tabrak.


"lo cari masalah sama gue? "


mendengar suara yang tidak asing sekaligus yang di takuti, Syahwa menatap seseorang yang ada di hadapannya. dan benar, orang yang ia tabrak adalah Anevay, pacar dari ketua geng Eagles.

__ADS_1


"gue nggak sengaja Ane" Syahwa menunduk ketakutan.


"huh, gak sengaja? sekarang lo bersihin sepatu gue"


"dia udah minta maaf, lebih baik lo maafin dia. Syahwa juga gak sengaja kok nabrak lo"


"diem lo murid baru! "


Anevay melirik tajam ke arah Manda. karena perdebatan tak kunjung selesai, anggota geng Eagles lainnya datang dan berdiri di sebelah Anevay dan menatap Mandalika dengan tajam.


"heh lo bocah baru disini? " tanya Neo


"iya gue baru disini" balas Mandalika.


"oh jadi bener lo anak baru, gimana kalo kita kasih sambutan buat anak baru ini. kayaknya dia belum tau siapa kita" tambah Agam


"kalo lo nggak mau sahabat lo ini yang katanya anak baru kenapa-napa, lebih baik lo bersihin sepatu gue. dan lo anak baru minggir" Anevay menyodorkan kaki nya di depan Syahwa dan mendorong Mandalika hingga hampir terjatuh.


Syahwa yang semakin takut menarik tangan Mandalika dengan gemetar. "udah Manda, lo jangan ngelawan mereka. lebih baik kita turutin mereka" lirih Syahwa.


Karena melihat Syahwa yang tak kunjung membersihkan sepatunya dan hanya berbincang dengan Mandalika, Anevay naik pitam dan berteriak.


Akhirnya Syahwa berjongkok dan bersiap untuk membersihkan sepatu Anevay, namun Mandalika menghentikan Syahwa.


"tunggu Syahwa, biar gue ambil tisu"


Mandalika melewati anak-anak Eagle untuk mengambil tisu yang berada di atas meja dibelakang geng Eagles. tanpa sadar rambut Mandalika tertiup angin hingga mengenai wajah David.


'wangi banget rambutnya' batin David yang terus memperhatikan Mandalika tanpa berkedip.


Dan saat itu bukannya Mandalika memberikan tisu kepada Syahwa, ia justru memberikannya kepada Anevay yang sudah melipat kedua tangannya di depan dadanya. dan seketika kedua bola mata Anevay membulat karena Mandalika memberinya tisu.


dengan kasar Anevay meraih tisu dari tangan Manadalika dan melemparnya ke sembarang arah.


"jilat sepatu gue! sekali lagi gue bilang lo bersihin sepatu gue dengan lo jilat"


"ini udah keterlaluan, Syahwa! lebih baik lo bangun dan kita pergi" Mandalika membantu Shahwa bangkit dan hendak mengajaknya pergi, namun Anevay menarik lengan Mandalika.


"gue nggak nyuruh temen lo buat jilat sepatu gue, tapi elo yang harus jilat sepatu gue karna lo yang cari masalah sama gue! "

__ADS_1


Ketika mendengar ucapan Anevay semua anggota geng Eagles terkekeh menyaksikan raut wajah Mandalika yang terlihat marah.


"Nolan, kasih tau dia kalo dia nggak mau. lo bisa bikin dia sengsara disini kan Nolan?"


Nolan berjalan dan berdiri di hadapan Mandalika. "siapaun yang cari masalah sama anggota geng Eagles, itu artinya dia cari masalah sama gue!" Nolan pun angkat bicara sehingga membuat Anevay sekaligus pacarnya menjadi sangat senang.


"liat kan kemarahan pacar gue?" Anevay menyombongkan tentang Nolan sembari menggandeng lengan Nolan.


"pantes aja lo buta sama kesalahan Anevay, ternyata dia pacar lo? gue bilangin sama lo, elo itu ketua geng lo jadi jangan bersikap kayak gini, nggak ada keliatan kalo lo itu pemimpin. dan satu lagi, cinta boleh bego jangan! "


Ucapan Mandalika kali ini membuat Nolan yang awalnya santai kini terpancing dan naik pitam.


"denger lo cewek sirkuit, kalo lo nggak tau gue mending lo jangan banyak bac*t, ngerti!"


"huh, cewek sirkuit? maksud lo apaan Nolan?"timpal Agam yang belum memahami perkataan dari Nolan.


"kalian liat aja namanya"


Sontak ketika semuanya memahami perkataan dari Nolan, semua orang disitu menertawakan Mandalika.


"emang kenapa? gue malah bangga karna nama gue samaan kaya sirkuit dari negera kita."


"ya emang si bangga negara kita punya sirkuit, tapi gue kasihan karna nama lnya di bikin buat nama cewek yang gak guna kayak lo. dan pastinya orang tua lo malu punya anak kayak lo, apalagi nyokap lo. pasti udah gantung diri karena punya anak kayak lo" kini Neo semakin mengejek Mandalika.


"udah jangan diterusin Neo" kini Arlan Angkat bicara.


Disaat semuanya tertawa dengan ucapan Neo, Mandalika justru terlihat tertekan dan menjambak rambutnya sendiri. ia semakin tidak terkendali ketika ia terduduk di lantai dan semakin menyakiti dirinya sendiri seperti orang yang gangguan mental.


"Manda, lo kenapa? " Syahwa mencoba membantu Mandalika bangkit, namun Mandalika semakin memberontak.


"eh guys, kayaknya dia stres deh. mending kita cabut aja" ucao Anevay dan vergegas pergi bersama anggota geng lainnya.


"tolongin gue, bantu gue nenangin Manda"


Syahwa semakin panik ketika Mandalika semakin histeris.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2