
brak
Ginga menggebrak mejanya ketika sekertarisnya menunjukkan artikel mengenai dirinya yang dimana artikel tersebut mengatakan bahwa Ginga menyembunyikan anak dan istri dari orang lain. namun sebisa mungkin ia menahan emosinya yang mulai meradang.
"atur jadwal untuk konferensi pers, aku tidak ingin kabar palsu ini mempengaruhi segalanya."
"baik Pak"
Ginga pun segera kembali kerumahnya untuk melihat keadaan rumah. ia takut hal ini akan diketahui oleh Nolan.
cukup lama Ginga menyusuri jalanan yang lumayan padat dengan pengendara roda dua dan roda empat. bahkan sempat terjadi kemacetan beberapa menit sehingga membuatnya lebih lama berada di jalanan.
dan setelah memakan waktu hingga satu jam lebih Ginga baru sampai dirumahnya. malam itu ia langsung melihat Nolan yang berada dikamarnya bersama dengan pengasuhnya. sementara Aileen berada di dalam dapur menyiapkan makan malam dengan bantuan asisten rumah tangga nya.
"Aileen.. aku ingin berbicara" panggil Ginga dan segera Aileen berjalan mengikuti Ginga kedalam ruang kerja Ginga.
disana Aileen masih belum mengerti kenapa Ginga ingin berbicara dengannya didalam ruang kerjanya. biasanya jika ia ingin berbicara, Ginga akan langsung mengatakannya.
"ada apa Ginga, apa ada yang terjadi? "
"apa kamu tidak melihat artikel hari ini Aileen? "
Aileen berpikir lebih dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Ginga. pasalnya seharian ia belum melihat media. jadi ia tidak tau artikel apa yang dimaksud oleh Ginga yang membuat Ginga sepertinya tidak setenang biasanya.
"aku tidak tau apapun Ginga, memang apa yang membuatmu gusar seperti saat ini? "
Ginga lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. ia menggeser beberapa kali kemudian memberikan ponsel tersebut kepada Aileen. dan ketika Aileen melihat isi ponsel yang ditunjukkan oleh Ginga, ia tidak habis pikir, kenapa ada orang seperti itu. kenapa ada yang tega memfitnah orang sebaik Ginga.
beberapa taun terakhir Ginga lah yang selalu mengurusnya dan juga Nolan. jadi Aileen tau betul bagaimana Ginga dan seperti apa calon suaminya tersebut.
"entah kenapa aku berpikir artikel ini ada kaitannya dengan kedatangan Galen dan Raven kemarin Aileen."
awalnya Aileen tidak pernah berpikir ke arah situ, namun setelah ia mendengar argumen dari Ginga dan mengingat kejadian terakhir, tidak menutup kemungkinan Galen adalah orang dibalik semua itu.
__ADS_1
"tapi kita tidak bisa langsung menuduhnya Ginga, karena kita tidak memiliki bukti"
"apa kamu mengatakan ini karena dia adalah Galen, Aileen? "
"ya, dan aku tau bagaimana kak Galen Ginga. sebenci apapun, seambisius apapun, dia tidak akan melakukan cara curang seperti ini."
"jadi kamu masih membelanya? seseorang yang pernah meragukanmu dan menyanggah apa yang dia lakukan sama kamu Aileen!"
"entahlah, aku juga tidak tau kenapa aku bisa seyakin ini dengan kak Galen. aku hanya mengikuti nuraniku saja Ginga"
"baiklah, aku sudah selesai berbicara denganmu. dan tolong jangan biarkan Nolan Mengetahui berita tentang ini."
entah kenapa suara Ginga mendadak menjadi dingin. dan hal itu terjadi semenjak Aileen mengutarakan pendapatnya tentang Galen. tetapi Aileen tidak ingin mempertanyakan hal itu ditengah suasana yang masih panas. ia tau Ginga masih belum tenang, jadi Aileen memilih untuk langsung keluar dari ruang kerja Ginga.
Ginga melihat kepergian Aileen hingga pintu tertutup. 'apa kamu mengatakan hal itu karna kamu masih memiliki perasaan terhadap Galen, Aileen?'
'kenapa kamu seyakin ini dengannya. padahal dia orang terakhir yang terlibat denganku kemarin'
kini perasaan Ginga menjadi gusar. bukan karena artikel tersebut melainkan karena ada kekhawatiran tersendiri. ia takut Aileen akan kembali dengan Galen dan membawa Nolan ikut bersamanya hidup dengan Galen.
"aku harap dengan ini aku bisa merebutmu kembali Aileen. karena kau adalah milikku"
tok tok
"masuk"
Intan membawa minuman untuk Adrian. ia masih ingin berusaha menjadi istri terbaik untuk suaminya yang sebenarnya berusaha menghindarinya.
Adrian menghirup aroma parfum yang dikenakan oleh Intan. 'aroma ini, ini mengingatkanku denganmu Aileen'
Intan duduk dipangkuan Adrian dan memberi minuman itu. Adrian sempat terlena dengan apa yang dilakukan oleh Intan. perlahan ia menyesap minuman itu dan kini beralih menghirup aroma parfum dari Intan hingga membuatnya memeluk Intan dengan lembut.
perlahan bibirnya menyusuri leher jenjang Intan. dan hal itu berhasil membuat Intan mulai terangs*ng. perlahan jari jemarinya meremas rambut Adrian yang mulai bergerilya dan menjamah tubuhnya.
__ADS_1
ia mulai ******* bibir sensual yang Intan miliki.
hingga akhirnya mereka berdua melanjutkan aktifitas mereka di dalam kamar mereka. satu persatu pakaian mereka tanggalkan dan berserakan diseluruh ruangan.
hingga akhirnya ketika juniornya ingin melakukan hal lebih, mendadak ia melihat wajah Intan. padahal sejak awal ia menyentuh Intan, hanya wajah Aileen lah yang ada dimatanya.
ia lalu berguling disamping Intan yang sudah pasrah. ia lalu bangkit dan menatap Adrian yang berbaring disampingnya. ia merasa bingung kenapa Adrian tidak melanjutkan apa yang harus Adrian lakukan terhadapnya.
"ada apa Adrian? "
"maaf Intan, aku harus mengerjakan sesuatu. aku tidak melakukannya saat ini" Adrian segera bangkit dan memunguti pakaiannya. setelah ia selesai mengenakan kembali pakaiannya, Adrian justru pergi keluar rumah. dan hal itu membuat Intan bersedih.
"aku pikir malam ini aku akan menjadi istri yang sempurna untuk kamu Adrian. tapi ternyata tidak. lagi-lagi pekerjaan yang menjadi alasanmu untuk pergi"
Airmata mengalir dipipi Intan yang sempat berseri. dan kini hanya ada aliran air mata yang menganak sungai diwajahnya. ia menangis sesenggukan karena merasa kekecewaan berulang kali.
"apa benar kamu tidak jadi menyentuhku karena lelah ataupun alasan pekerjaan Adrian?" Intan menyeka kasar airmatanya.
"entah kenapa aku merasa bahwa kamu memiliki perempuan lain sehingga kamu tidak mau menyentuhku! dan kalaupun itu benar, kenapa kamu menikahiku Adrian.. hiks.. hiks.. " Lagi-lagi Intan menangis sejadinya.
dan Adrian kini justru pergi ketempat biasa yang ia datangi dulu ketika ia masih bersama dengan Aileen. bayangan Aileen yang tersenyum lebar menggaung di pelupuk matanya.
bahkan saat itu Aileen sempat membuatnya teramat bahagia dimana pertama kalinya Aileen mau pergi berkencan dengannya dan menghabiskan waktu seharian bersama Adrian.
dan kenangan itu justru membuat Adrian semakin ingin menghancurkan Ginga agar Aileen bisa kembali bersama dengannya.
"oma, aku janji keinginan oma akan terkabul. aku akan menjadikan Aileen cucu menantumu. dan kami akan memberi cicut seperti impianmu oma."
dan saat itu ia tiba-tiba tertawa ketika melihat artikel tentang Ginga semakin trending. dan banyak kolega kerja Ginga yang mempertanyakan hal itu.
"aku yakin jika terus begini kau akan hancur dan Aileen akan menjadi milikku. sedangkan Nolan, Nolan akan ikut dengan ayahnya. karena Galen pasti tidak akan membiarkan anaknya menjadi anakku. dengan begitu akau dan Aileen akan membuat lembaran yang baru dengan Aileen"
.
__ADS_1
. bersambung