
Adrian tersenyum ketika memikirkan sesuatu yang tentunya akan menguntungkan baginya dan juga bagi perusahaannya.
ia lalu meraih ponsel yang ada disaku jas yang ia kenakan.
Adrian masih mengamati foto Ginga bersama dengan Aileen yang ia ambil dari akun media sosial milik Nolan.
"lebih baik aku menggunakan identitas palsu agar orang tidak mudah melacakku."ujar Adrian sembari mengetikkan sesuatu dan mengirimnya ke sebuah stasiun televisi juga media.
seorang pengusaha hebat yang terkenal diberbagai belahan dunia ternyata menyimpan istri dan juga anak dari orang lain. apakah orang sepertinya patut dihormati karena memisahkan anak kandung dari ayahnya.
"tinggal aku tambahkan dengan foto mereka juga foto disaat Aileen menjadi istri Galen. dengan begitu sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui"
entah sejak kapan Adrian berubah menjadi orang yang begitu egois. mungkin ia memang terkenal sebagai pengusaha ambisius dan tegas. namun ia tidak akan melakukan kecurangan seperti demikian hanya untuk keuntunganmn perusahaannya. karena pada dasarnya perusahaan miliknya tidak kalah dari milik Ginga. terlebih saat ini ia juga mendapat sokongan dari keluarga istrinya yang sangat kaya raya.
Cinta memang seperti itu, bisa merubah orang lemah menjadi kuat, orang baik menjadi jahat juga sebaliknya.
"tunggu saja Ginga, Galen. aku akan mendapatkan Aileen kembali karena memang Aileen sejatinya adalah takdirku sejak omma memilihnya menjadi calon istriku dulu." tatapan ambisius menggaung dimatanya dengan sebelah alis yang terangkat.
hari semakin gelap, Adrian bergegas untuk kembali ke apartemen miliknya. disana ia sudah ditunggu oleh istrinya.
ia memperhatikan Intan yang tengah terduduk dengan gawai ditangannya. saat itu Intan tidak mengetahui suaminya yang sudah pulang sehingga Adrian memilih langsung masuk ke kamarnya tanpa memberitahu istrinya.
Adrian berdiri didepan cermin besar didalam kamarnya. ia mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya dan tersisa celana boxernya. saat itu ia kemudian masuk kedalam kamar mandi dan berendam dengan air hangat.
matanya yang terpejam mulai mendapat ingatan ketika Aileen masih bekerja dengannya sekaligus menjadi tunangannya. perlahan sikap mandi Aileen memenuhi isi otak Adrian.
senyum tercetak begitu saja diwajahnya ketika Aileen memasangkan dasi di leher yang hingga berujung Aileen yang membentur dagunya karena saat itu ketika Aileen mendongak, secara bersamaan Adrian menunduk.
"dulu kau sebelum jadi istriku saha sudah sangat perhatian Aileen. mungkin saja jika kau benar-benar menjadi istriku, aku akan senang setiap pulang dari kantor sudah kau sambut seperti apa yang kau lakukan dengan Ginga saat ini."
dan bayangan ketika ia mengingat apa yang ia lihat di akun media sosial milik Nolan membuat senyum diwajahnya memudar. tangannya mengepal dan memukul udara disana.
"aku berjanji kau akan menjadi Aileen ku lagi. dan kau akan menyebutku Rion, seperti dulu Aileen."
__ADS_1
Adrian keluar dari bathup, ia meraih bathrobe yang tersedia di dalam sana. dan ketika ia keluar, ia sudah ditunggu oleh Intan yang duduk diatas ranjang.
"Adrian, kenapa kau tidak memanggilku tadi?"
"tidak apa Intan, aku lihat kau sedang Sibuk dengan gawaimu"
"itu tidak lebih penting dari mu Adrian."
dengan malu-malu, Intan mendekat ke arah Adrian. memang dari awal pernikahannya ia belum sama sekali disentuh layaknya pengantin baru oleh Adrian dengan banyak alasan.
alasan yang pertama, saat itu Intan memasuki siklus datang bulan. dan setelahnya Adrian yang harus keluar kota. hingga detik ini Intan masih benar-benar perawan.
"maaf Intan aku sangat lelah, jadi aku ingin istirahat"
"baiklah Adrian, aku akan memijatmu" anggukan Intan sebenarnya sanagt berat. karena sebagai seorang istri ia tentu ingin dimanjakan oleh suaminya. namun Adrian hanya menciumnya ketika hendak berangkat ke kantor, itupun hanya mencium keningnya. dan ia belum pernah melakukan hal lebih kepada Intan.
Adrian berbaring mengenakan piyama tidurnya. sementara Intan, ia memilih untuk keluar dan menghubungi Aileen.
"iya halo Intan, ada apa? " ucap Aileen diseberang sana
"Intan, aku adalah sahabatmu bukan? jadi kau tidak perlu malu denganku!"
"apa kau tau apa kesukaan Adrian? dulu dia dekat bukan denganmu. karna dia adalah teman dari ayah Nolan"
Aileen terdiam dan tidak langsung menjawab, itu bisa dipastikan karena ponsel Intan yang tidak mengeluarkan suara.
"untuk apa kau menanyakan soal itu Intan? "
"apa kau tau Ai, Adrian belum menyentuhku sama sekali. aku tau dia lelah karena bekerja, makanya aku yang akan berusaha dan salah satunya aku harus tau apa kesukaannya. ya misalnya parfum? jujur saja sejak aku menjalin hubungan dengannya yang aku tau dia adalah pria yang sangat sibuk, jadi kami jarang untuk Quality time. sehingga aku tidak terluka banyak tau tentang kesukaannya"
"baiklah, ini hanya dugaanku saja ya Intan.aku tidak banyak tau tentang kesukaan Adrian mu itu.
okey, sepertinya Adrian itu menyukai parfum yang segar tapi sweet dan tidak terlalu strong. itu setauku parfum yang dia suka. dan dia juga tidak terlalu suka dengan cahaya yang berlebihan ketika tidur"
__ADS_1
sontak jawaban Aileen membuat Intan tersenyum ia sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan untuk menyenangkan Adrian.
"tapi Ai, sedetil itu kau bilang kau tidak terlalu tau? kau ini benar-benar ya.. " ucap Intan sembari terkekeh.
"ya sudah ya Intan, itu Nolan mencariku. dan untuk musim semoga berhasil. ditunggu garis duanya bestie"
klik
Intan menggeleng dengan senyum yang tersungging diwajahnya. "ah iya, lebih baik aku lihat parfum di online shop kesukaanku"
sementara itu Intan tidak tau jika suaminya diam-diam mengawasinya dari atas sana. ia menarik sudut bibirnya dan kembali ke kamar. ia membuka ponselnya dan melihat foto Aileen yang masih tersimpan didalam sana dengan sangat rapi.
"aku tau kalau kau masih mengingatnya Aileen. dan aku yakin kau juga masih menyimpan rasa itu. karna dulu kita berpisah karena kau marah. dan aku yakin kau juga sulit untuk melupakanmu. karna buktinya kau masih saja mengingat parfum kesukaanku! "
_
"kak Galen.. kak Galen" Raven berteriak memanggil kakaknya yang masih berada didalam kamarnya.
"ada apa Raven, aku masih sangat pening memikirkan bagaimana Aileen akan memafkanku. dan bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan anakku."
"sekarang kau tidak perlu khawatir kak Galen, lihatlah"
Galen mengerutkan dahinya ketika membaca sebuah artikel mengenai Ginga dan juga Aileen.
"siapa yang melakukan ini? Ginga pasti akan sangat marah besar dengan ini! "
"tapi bukanlah ini bagus untukmu kak Galen. dengan begitu kau bisa lebih mudah mendapatkan Aileen kembli"
celetukan Raven membuat pandangan Galen semakin tajam.
"tapi aku tidak suka ada yang menggunakan cara murahan seperti ini Raven. meskipun Ginga sainganku, tapi ia sudah berjasa karna dia yang merawat Aileen dan juga anakku disaat aku ayahnya sendiri meragukan keberadaannya." Galen telihat tidak suka dengan artikel yang ia baca.
.
__ADS_1
. bersambung