Hear My Heart

Hear My Heart
Part 70


__ADS_3

Rexy begitu piawai melengang dengan mengayunkan badan dan kakinya di atas papan skateboard. mereka selalu berlatih skateboard setiap sepulang sekolah di hari di hari rabu dan sabtu untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan bantuan ahli profesional yang di bayar oleh Rexy.


Disaat semuanya berlatih, Mandalika hanya perlu menyiapkan minuman dan camilan untuk yang tengah menunggu.


Kesal memang yang dirasakan Mandalika karena benar-benar seperti seorang babu. duduk disudut tanpa seorang teman menambah kesan yang sangat menyedihkan. Vero memang saudara, itu hanya jika mereka berdua. tetapi jika tidak, mereka hanyalah orang asing yang mengenal di lingkungan sekolah.


"mereka jago banget? terus gue harus kayak gitu buat tanding sama Ane? astaga.. apa yang gue lakuin, kenapa gue pakek Terima tantangannya"


Mandalika merutuki dirinya sendiri karena gegabah menerima tantangan untuk bertanding bermain skateboard, yang jelas-jelas itu bukanlah bidangnya.


Melawan untuk sebuah bullying memang perlu. tetapi tidak harus meladeni sesuatu yang bukan keahliannya. dan itu menjadi penyesalan bagi Mandalika saat ini.


Hingga beberapa lama, Mandalika tersadsr jika dia sudah sangat lama duduk disudut tersebut melamunkan sesuatu yang belum terjadi. yaitu, ketika geng Eagles memperlakukannya seperti apa yang ia alami saat ini.


Usai berlatih, Rexy mendatangi Mandalika uang saat itu hendak pergi untuk segera kembali ke rumahnya.


"lo utang penjelasan sama gue! "


Seketika Mandalika mengehentikan langkah kakinya karena Rexy yang berdiri dihadapannya.


Itu bukan urusan lo, tentu seperti itu jawaban Mandalika jika tidak perduli dengan Vero. jika Mandalika sampai mengatakan hal itu, sudah dipastikan jika Vero akan di curigai. Mandalika mulai mencari alasan agar mereka terhindar dari kecurigaan Rexy.

__ADS_1


"gue minta,Vero ngajarin gue main skateboard"


"apa?"


Tentu saja hal itu justru menjadi tertawaan oleh Rexy. tak hanya Rexy yang tertawa, bahkan anggota lainnya pun menertawakan ucapan dari Mandalika.


"buat apa lo minta, Vero buat ngajarin lo hmm? "


Kepalang tanggung, akhirnya Mandalika mengatakan tentang pertandingannya dengan Anevay. Mandalika menunggu respon dari Rexy yang terdiam. sesat setelah itu, Rexy dan teman-temannya tertawa hingga terpingkal-pingkal.


Semua terlihat menatap Mandalika dengan tatapan remeh, hingga hal itu membuat Mandalika tau apa penyebab semuanya menertawakannya. memang dia akui, jika Anevay sangat baik bermain Skateboard.


_


Namun kali ini berbeda, kali ini hanyalah Anevay yang akan bertanding. dan lagi-lagi ia melawan Mandalika yang hanya ditemani oleh Syahwa.


"Siap-siap aja lo bakalan kalah Manda"


keringat mulai mengucur di balik kaos yang dikenakan oleh Mandalika. untung saja kaosnya berukuran oversize sehingga tidak terlihat jika sebenarnya dirinya berkeringat sangat banyak karena panik.


Tetapi saat itu mendadak selain geng Eagles yang melihatnya, justru kedua ayah Nolan dan lainnya datang untuk melihat.

__ADS_1


Dengan segera pertandingan dimulai. Anevay meliuk-liuk menguasai tiap sudut medan. dan bersamaan degan Mandalika juga melakukannya membuat geng Eagles juga cukup heran melihat Mandalika bisa melakukannya meskipun tidak sebaik Anevay.


Dan lagi-lagi Mandalika harus menelan pil pahit untuk kekalahan kedua kalinya. dan mau tidak mau ia harus menerima semua syarat.


"oke, lo kalah dari gue" ucap Anevay dengan nafas yang tersengal karena kelas. "sekarang lo jadi babu kita.


" mana bisa gue masih harus sama anak-anak scorpions"


"gimana kalo taruhannya ganti"Ucapan Raven mengalihkan perhatian.


Semuanya mengerutkan dahinya karena tidak paham dengan Ucapan Raven.


" paman? "


"Hai Nolan" sapa Raven.


"paman"


"taruhannya di ganti dan kau harus mengajari Nolan untuk belajar di akhir pekan"


Sontak ucapan Raven berhasil membuat semua yang ada disana tercengang. terlebih Nolan dan jaga Mandalika.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2