Hear My Heart

Hear My Heart
Part 8


__ADS_3

lampu operasi masih berwarna merah itu bertanda operasi yang belum selesai. di luar ruangan galen raven dan juga adrian menunggu dengan cemas. Galen terus mondar mandir di depan ruangan.


"ini sebenarnya apa yang terjadi kak galen, kenapa aileen bisa terluka. dan kenapa bossnya aileen ada disini?" Raven memberi pertanyaan yang bertubi-tubi kepada galen.


"Tadi waktu aku mengajak aileen ke gedung yang akan aku sewa untuk pernikahan, aku memutuskan untuk membeli sesuatu di minimarket dekat gedung. aku meninggalkankan aileen di mobil." galen menjeda ucapannya dan sesekali menatap racen dan juga adrian.


"lalu.." sahut adrian.


"saat itu ada mobil dari arah yang berlawanan arah yang hampir menabrakku, tapi aileen tiba-tiba mendorongku dan akhirnya dia yang tertabrak"tambah galen.


"ini semua salah kak galen, aileen rela mengorbankan dirinya sendiri hanya karna menyelamatkan mantan suaminya yang sudah meninggalkannya demi perempuan lain."


"ini memang salahku, tapi apa bedanya dengan dirimu yang meninggalkan aileen saat hari pernikahan kalian ha" galen meradang dengan emosi yang membuncah.


"iya aku memang meninggalkannya tapi aku menyesalinya, karna aileen benar-benar perempuan baik. dia satu-satunya wanita yang memahamiku bahkan tanpa aku mengatakannya" ucap raven.


"tolong jangan berdebat, aileen sedang berjuang. kalian malah bertengkar" ucap adrian.


selang beberapa menit dokter keluar dari ruang operasi dan membolehkan pasien untuk di temui.


"aileen.. kamu harus cepat sembuh, jangan tinggalkan aku"


"apa kamu pantas mengucapkan itu kepada mantan istrimu?" ucap adrian.


"dia memang mantan istriku, tapi aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sejak dulu"


galen raven dan adrian masih setia menunggu aileen sadar, namun aileen tak kunjung sadar.


▪▪▪▪▪


Kini tiba hari pernikahan Galen. sebelum Galen dan raven ke gedung pernikahan, ia menyempatkan untuk datang menjenguk aileen yang masih terbaring koma.


saat itu galen memang tidak memberi tau orangtuanya perihal pernikahannya sehingga tidak ada keluarga yang menemani aileen di rumah sakit.


Ceklek...


Galen membuka pintu dimana aileen di rawat saat itu iahanya ingin melihat aileen sebentar, namun saat ia ingin meninggalkan aileen. galen melihat pergerakan tangan dari aileen.


"ai kamu sadar.." galen segera memanggil dokter untuk menangani aileen.


setelah galen menunggu ternyata benar aileen memang sudah tersadar dari komanya.


aileen memperhatikan sekeliling, saat itu orang yang ia lihat pertama kali adalah galen. ia terkejut ketika galen memeluknya.


"syukurlah kamu sadar aileen, aku takut kehilangan kamu ai"


aileen yang mendapat perlakuan itu perlahan membalas pelukan dsri galen.

__ADS_1


Aileen memperhatikan tuksedo yang galen kenakan, sudah dapat di lihat itu tuksedo untuk pernikahan.


"apakah kak galen akan menikah?"


Galen seketika membulatkan kedua matanya saat mendengar seseorang berbicara padanya.


Galen melepas pelukannya dan menatap arah pintu yang memang tidak ada satu orangpun selain ia dan aileen.


"aileen, apa itu tadi kamu yang-"


"iya kak, sejak aku tersadar tadi aku merasa tenggorokanku sangat ringan. dan saat dokter menanyaiku, aku berbicara begitu saja"


"ini adalah kabar bagus aileen, suaramu kembali" karena begitu senang, galen sekali lagi memeluk aileen dengan erat.


"iya kak aku bersyukur aku bisa berbicara kembali, tapi kak galen belum menjawab pertanyaanku!"


"pertanyaan yang mana aileen?"


"apa kak galen akan menikah hari ini" lalu galen langsung teringat bahwa lima belas menit lagi dia harus menikahi ersya"


-


Galen terlihat sangat cemas karena harus mengejar waktu, namun sayang sekali semesta berkata lain. hari ini hujan lebat dan angin kencang berhembus membuat beberapa pohon tumbang di tengah jalan.


"kak bagaimana ini, kita tidak bisa maju karen ada pohulon yang roboh" ucap aileen.


"kak tenang, mereka pasti akan menunggu kedatanganmu" aileen berusaha menenangkan galen.


"tapi ai waktunya hampir tiba.."


"emm apa kak galen membawa ponsel"


galen menggelengkan kepalanya dan hal itu membuat aileen berpikir keras sehingga membuat kepalanya sedikit sakit.


aileen memegangi kepalanya dan membuat galen tersadar bahwa aileen baru saja terbangun dari komanya.


"aileen apa kepalamu sakit? lebih baik kamu jangan terlalu memikirkan pernikahanku okey"


"emm.. apa kak ada mantel hujan di mobil kak" Galen mengangguki ucapan aileen.


"itu bagus kak hujannya sepertinya tidak terlalu deras, kak galen bisa gunakan itu untuk pergi kesana" dengan senyum tipisnya aileen masih memegangi kepalanya yang sesikit nyeri.


"apa kami yakin akan baik-baik saja jika kamu tetap sendiri?" aileen mengangguk dan akhirnya galen memutuskan untuk pergi.


Galen sudah berlari cukup jauh, namun di kepalanya masih terua mengingat aileen yang memegangi kepalanya.


Aileen hanya memperhatikan keprgian galen dan berusaha meredakan sakit kepalanya dengab merebahkan badannya.

__ADS_1


tok tok..


seseorang mengetuk pintu mobil aileen, aileen terkejut melihat dua pria asing yang ada di samping mobilnya.


"buka pintunya atau ku pecahkan kacanya" ucap pria asing


Aileen bersikeras untuk tidak membukanya, namun orang utu berusaha memecah pintu mobil dan akhirnya aileen keluar.


"siapa kalian, kenapa kalian ingin memecahkan kaca mobilnya?"


"udah diam lo mana serahkan barang-barang lo"


"gak ada.." aileen memberontak namun pria itu menamparnya..


"tolong... tolong..." teriak aileen berharap ada seseorang yang mebolongnya di tengah guyuran hujan.


"berteriaklah semaumu tapi tidak ada yang akan menolongmu." ketika satu pria memegangi aileen yang satunya lagi mencari benda berharga di mobilnya.


"tidak ada yang bisa kita bawa " ucap salah satu pria.


"kalau begitu kita bersenang-senang saja dengan gadis cantik ini"


saat dua pria itu menarik aileen ke suatu tempat seseorang datang dan memukul pria itu.


"tuan adrian"


mendengar aileen berbicara membuat adrian terkejut, dan saat ia lengah pria itu tiba-tiba memukulnya dan membuat adrian terjatuh.


pria-pria itu tidak mau kehilagan kesempatan dan membawa aileen. saat itu adrian berusaha bangkit untuk mengejar aileen. namun seseorang menariknya.


" Dimana aileen, tadi dia ada di mobil" tanya galen.


" bukannya kamu harus menikah hari ini?"


"itu gak penting, sekarang dimana aileen?"


"Aileen di bawa dua pria kesana" dengan cepat galen langsung berlari mencari aileen.


Galen dan Adrian segera mencari keberadaan aileen, namun belum mereka temukan. Galen semakin resah ketika tau aileen di bawa oleh dua pria asing.


di sudut lain kedua pria itu memutuskan untuk membawa aileen kesebuah rumah kosong. karena aileen yang terus berontak kedua oria itu memukul aileen hingga pingsan.


" gue mau keluar,lo jaga dia jangan sampai kabur. setelah dia sadar kita harus minta nomor telvon keluarganya untuk minta tebusan"


.


bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2