
"menikahlah dengan galen aileen"
seseorang tersenyum yang berdiri di hadapannya dengan tangan yang ia masukkan ke kantong celana.
"rion...?"
mendapati adrian yang berdiri di hadapannya, seketika aileen merasa tak karuan. 'apa maksud daei perkataan rion, apa dia sudah merelakanku menikah dengan galen? itu berarti dia tidak serius dengan perasaannya terhadapku'
"dengar aileen, menikahlah dengan galen" lagi, apa yang tadi aileen dengar. kini adrian memgucapkannya kembali.
adrian lalu mendekat ke arah aileen yang masih terlihat bingung.
"kamu pasti bingung kenapa aku menyuruhmu menikah dengan galen kan aileen?" aileen pun secara spontan mengangguki ucapan adrian yang saat itu duduk di sampingnya.
"galen sudah menceritakan segalanya. dan aku mengizinkanmu menikah dengannya dengan syarat, kau akan langsung bercerai dan menikah denganku ketika ibumu sembuh."
"tapi rion, pernikahan bukan untuk di permainkan bukan?! kenapa kau me yetujui permintaan dari galen!apa kau tidak perduli dengan perasaanku?" aileen menitikkan air mata yang entah sejak kapan ingin terjatuh.
adrian lalu mendekat ke arahnya dan mengusap lembut airmata yang mulai mengalir deras di wajah aileen.
"pernikahan memang bukan permainan aileen, tapi kesehatan ibumu juga penting bukan?"
mendengar ucapan adrian, aileen tersadar bahwa dia memang harus melakukan pernikahan itu demi seorang ibu yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang meskipun dirinya hanya anak angkat.
"lalu, apa kau benar-benar rela melihatku menikah dengan kak galen?" aileen kembali memastikan.
"sebenarnya aku benar-benar tidak rela jika ini tidak menyangkut kesehatan ibumi aileen. tapi demi itu aku akan bersabar menunggumu."
"dan satu lagi aileen, kai harus merahasiakan pernikahanmu di depan karyawan kantor. karna yang mereka tau kau adalah calon istriku" ailen lalu mengangguki ucapan adrian.
▪▪▪▪▪
hari ini adalah hari ijab kobul di laksanakan. dan kini aileen telah resmi menjadi istri galen kembali, meskipun hanya di atas kertas.
"mama seneng kalian bisa nikah lagi, mama gak mau denger ada perceraian lagi. kalau sampai kalian seperti itu lagi mungkin mama sudah tidak ada di dunia ini lagi"
"mama, mama jangan bicara seperti itu. aileen janji gak akan ngecewain mama" aileen begitu tulus menyanyangi ibu angkatnya sekaligus mertuanya.
"iya ma, galen juga janji ga akan ngulangin kesalahn yang pernah galen lakukan." galen menatap dalam manik mata ibunya bergantian menatap aileen yang saat itu juga menatapnya.
setelah selesai acara ijab kabul, galen dan aileen pun masuk ke kamar mereka. saat itu aileen segera pergi membersihkan dirinya, dan setelah itu aileen pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya.
sepanjang malam tidak terjadi suatu hal yang berarti melainkan mereka terlelap karena merasa lelah karna sibuk dengan ijab kabul mereka. hingga pagi pun tiba, ailee terbangun lebih dulu dan langsung pergi ke kamar mandi.
cklek..
aileen keluar dari kamar mandi seoerti semalam, namin kali ini galen yang sudah terbangun pun terus memperhatikan laptopnya hingga aileen yang membuka suara.
__ADS_1
"kak galen, segeralah mandi. kita harus ke bawah! entah kenapa mama memintaku bersiap."
mendemgar ucapan aileen, galen segera melihat aileen yang sudah terlihat sangat cantik dengan pakaian yang ia kenakan.
"aileen, memang apa yang mama katakan..?" galen tak berkedip melihat aileen yang sangat mempesona di matanya.
"entahlah kak, kak galen cepetan mandi!"
aileen akhirnya memutuskan untuk turun terlebih dulu. setelah menunggu, galen akhirnya turun dengan kemeja santainya.
"ayok buruan sarapan, tadi mama udah delivery"
"tapi ma, kenapa mama delivery? aileen kan bisa masakin untuk kita semua!" ucap aileen
"eh jangan dong sayang kamu gak bolrh capek"
akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan, dan seusai sarapan. bu anggita langsung mengajak kedua anaknya untuk pergi ke suatu tempat. sekitar 30 menit perjalanan, galen mulai mencurigai kemana tempat yang akan ibunya datangi.
"loh..kita kok kesini ma?"
saat itu bu anggita mengajak galen dan aileen ke sebuah bandara. ternyata saat itu bu anggita sudah merencanakan bulan madu galen dan aileen ke luar kota.
"tapi ma, di kantor banyak banget kejaan. galen harus mengurus semuanya ma"
"halah kamu ini kayak baru kerja aja, di oantor udah ada adikmu galen. kamu tidak perli khawatir, lagi pula kalian cuma bulan madu selama seminggu kok gak lama!"
"apa, seminggu?" ucap galen dan aileen bersamaan. kini mereka saling beradu pandang. mereka tak habis pikir dengan rencana ibunya yang selalu mengjutkan mereka.
▪▪▪▪▪
Kini galen dan aileen sudah berada di hotel tempat mereka honeymoon, aileen begitu takjub dengan dekorasi kamar yang harus ia tempati bersama galen. karna memang bu anggita sudah memesan kamar paket honeymoon.
"ai kenapa kamu diam?" tanya galen.
"ini kelihatan berlebihan gak si kak, kaya mau buat suami istri aja yakan?" aileen menyengir geli.
galenpun tersenyum sehingga membuat aileen sedikit bingung. "apa kamu tidak salah dengan apa yang kamu bicarakan ailee?".
"apa yang salah kak? emang ini kesannya kaya orang mau bulan madukan..." aileen sadar akan ucapannya dan seketika menutup mulutnya.
"kamu baru inget kalo kita suami istri?" galen semakin menggoda aileen sehingga semburat merah terlihat jelas di pipinya.
aileen lalu menggelengkan kepalanya dan langsung teringat akan adrian, pasalnya aileen belum memberi tau tentang bulan madunya dengan galen.
__ADS_1
tring....
baru saja aileen mengingatnya, adrian sudah saja menghubunginya.
sebentar kak, aku harus mengangkat telfon dari rion!
'rion?' galen pun baru ingat bahwa nama itu adalah nama adrian.
"iya halo rion" aileen sedikit ragu-ragu saat mengangkat telfon dari adrian.
"turunlah, aku ada di lobi.."
"hah tapi aku tidak ke kantor rion aku-"
"aku tau itu, aku ada di hotel tempatmu akan menginap"
"darimana kau tau soal ini rion?"
"sudah turunlah dulu aileen" adrian lalu mengakhiri sambungannya. dan saat itu juga aileen mengajak galen untuk turun menemui adrian.
tap..tap..tap..
suara langkah kaki membuat adrian membalikan posisinya, dan benar saja suara itu berasal dari langkah kaki aileen dan juga galen.
"tuan adrian, darimana kau tau kami berada disini?"
"raven yang memberi tauku tuan galen, dia sudah menceritakan semuanya."
"rion, kenapa kau harus repot-repot menyusul kami. apa kau tidak percsya dengan kami?"
"aku percaya denganmu aileen, tapi aku sedikit tidak percaya dengannya" saat itu rion menatap galen begitupun dengan galen yang hampir memukul rion "tapi aku bercanda aileen, aku percaya dengan kalian. aku disini hanya untuk memesan kamar untukmu aileen, karna aku tau jika salah satu dari kalian yang memesan, orangtua kalian akan tau"
mendengar ucapan dari adrian membuat aileen tersenyum lega, karna pasalnya ia tidak harus sekamar dengan galen.
"aku ke resepsionis dulu ya aileen"
aileen pun mengangguki ucapan adrian, setelah cukup lama adrian pun kembali menghampiri aileen.
"maaf aileen disini tidak ada kamar kosong, sepertinya kalian harus berbagi kamar."
"apa?" aileen dan galen pun saling menatap dengan ekspresi yang sulit di mengerti.
.
.bersambung
.
__ADS_1