Hear My Heart

Hear My Heart
Part 72


__ADS_3

Peluh terlihat jelas di dahi Mandalika yang baru saja selesai dengan masakannya. namun ia heran, kenapa belum ada satu orang pun yang datang. Mandalika keluar dan melihat basecamp dan area sekitarnya sangat sepi. saat itulah Mandalika memutuskan kembali masuk dan menunggu anak-anak Scorpions.


Karena cukup lama menunggu dan merasa bosan, Mandalika akhirnya memilih untuk memainkan gawai yang ia ambil dari saku bajunya.


Saat itu ketika mendengar suara anak Scorpions datang, Mandalika bangkit. namun anehnya mereka tidak masuk dan makan. mereka justru asik bermain skateboard di luar.


"gue udah masak, sekarang gue mau balik" ucap Mandalika dan membuat mereka serempak menoleh ke arahnya.


"udah dari tadikan?" Mandalika mengangguk ucapan Hugo "ya udah panasin lagi" imbuhnya.


Kesal sebenarnya jika diperlakukan seperti itu, tetapi Mandalika tidak ingin bedebat dan segera memanaskannya kembali.


usai selesai dengan urusan manas memanasi makanan, Mandalika kembali keluar dan menyuruh Scorpions untuk makan. Mandalika takut makanannya akan dingin dan ia kembali disuruh untuk memasak lagi. tidak mungkin kan jika masakan yang bahkan. belum pernah disentuh harus di panaskan dia kali atau justru ia harus memasak lagi?


"kita udah kenyang, tadi waktu kita baru sampek kita abis makan dari kafe depan"


Tanpa menghiraukan raut kekesalan diwajah Mandalika, Hugo mengatakan jika mereka semua sudah makan.


"terus buat apa kalian nyuruh gue masak? bahkan barusan setelah kalian udah kenyang, kalian nyuruh gue manasin masakannya lagi?"


"diem babu, itu emang tugas lo disini. jadi lo nggak usah banyak protes!" sahut Marco yang berdiri di sebelah Hugo dan batin menenteng skateboard miliknya.


Ketika rahang mandalika yang mengeras dengan tangan mengepal dan juga alis yang saling menaut, membuat anak Scorpions justru tertawa melihatnya kecuali Vero yang hanya berekspresi datar. Sementara Rexy sebagai ketua geng pun ikut mengulas senyum miring di wajahnya.


Dengan langkah besar Mandalika berjalan ke arah anak-anak Scorpions. tetapi ketika sudah dekat, Mandalika berbelok dan menghampiri beberapa anak-anak kecil yang terlihat lusuh.

__ADS_1


Semua anggota Scorpions perlahan menghentikan tawanya dan melihat apa yang dilakukan oleh Mandalika, dimana semua anak-anak yang ia bawa ia suruh memakan masakan yang sudah ia masak. bahkan mereka juga membawa sisa lauk yang tadi Mandalika masak kan untuk Scorpions.


"dah semuanya"


"dadah kakak cantik dan baik hati"


Anak-anak itu pergi dengan senyum yang mengembang dan tentunya dengan perut yang kenyang.


Beberapa anggota ada yang tersenyum, namun Hugo da Marco justru menggeratkan giginya dan datang mendekati Mandalika.


"berani-beraninya lo nyuruh mereka makan di basecamp Scorpions. lo pikir ini tempat penampungan untuk anak-anak seperti mereka?" ucap Marco yang terlihat kesal.


"lo bener-bener harus di kasih pelajaran" sambung Hugo


Ya, Mandalika memang sempat kesal. namun saat itu ia melihat beberapa anak jalanan yang berjalan dan meminta kepada pedagang makanan. dan akhirnya sebuah kekesalannya itu justru terobati dengan hadirnya anak-anak tersebut.


Siapa sangka kejahilan anak-anak Scorpions justru mendatangkan rezeki untuk orang lain. dan hal itu di syukuri oleh Mandalika.


"Kalian sering-sering aja nyuruh gue masak, terus kalian makan diluar"


Semuanya justru terdiam mendengar ucapan dari Mandalika. "kalian nggak tau kan niat buruk kalian mau ngerjain gue malah jadi rezeki orang? orang-orang yang nggak seberuntung kalian. mereka harus meminta kepada orang asing yang memiliki uang untuk mengisi perut mereka. sedangkan kalian, kalian justru mau jadiin makanan buat ngerjain gue. yang nantinya pasti makanan yang udah gue masak bakal dibuang. dan untungnya Tuhan mempunyai rencana yang bagus, dimana niat buruk justru menjadi sebuah keberuntungan!”


"lo berani ngejawab" bentak Hugo


"eh kalian apaan si, udahlah. mending kita lanjut latihan" sahut Oky yang menengahi adu cekcok antara Mandalika dengan Hugo dan Marco.

__ADS_1


"nggak bisa, Ky. gue sama Marco mau ngasih Mandalika hadiah karena dia udah dermawan banget sama anak-anak jalanan tadi" balas Hugo.


Tiba-tiba Rexy mengulurkan tangannya dan menghadapkan telapak tangannya ke atas didepan Mandalika.


Semua terheran melihat Rexy. entah apa yang dilakukan oleh Rexy yang menengadahkan sebelah telapak tangannya.


"bayar" ucap Rexy datar.


Apa? bayar! yang benar saja Rexy menyuruh Mandalika untuk membayar.


"ya, lo harus bayar. lo udah bikin stok makanan geng gue habis dilahab mereka, jadi lo harus bayar semuanya."


"dasar congkak" gumam Mandalika namun masih terdengar ditelinga, Sehingga membuat Rexy mendengarnya.


"jadi lo berani sama gue? "


Ucap Rexy dan sebenarnya membuat bulu kudu Mandalika meremang ketika Rexy semakin mendekati Mandalika. bahkan kini jarak mereka hanya tersisa kurang dari satu jengkal tangan orang dewasa.


.


.Bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2