Hear My Heart

Hear My Heart
Part 43


__ADS_3

Drrtt drrtt


ponsel Aileen berdering. Aileen mengernyitkan dahinya ketika melihat nama yang tertera di dalam ponselnya. ia segera menggeser gagang telefon berwarna hijau dan mendengarkan apa yang ingin sisa. paikan dijam yang tidak lazim untuk saling menelfon.


"halo Intan, ada apa kamu menelfonku? "


"hiks... hikss... "


bukannya berbicara, Intan justru menagis sejadinya hingga sesenggukan. hal itupun semakin membuat Aileen bingung. tidak pernah ia mendengar sahabatnya yang manja menangis seperti saat ini. biasanya Intan hanya sekedar menangis sesaat dan setelah itu berhenti namun ini sudah hampir satu jam Intan masih menangis dan hanya memanggil Aileen tanpa mengutarakan hal yang lainnya.


"Intan ada apa? coba kamu katakan, jangan menangis seperti ini? jika saja ini sudah pagi aku akan langsung kerumahmu. tapi ini masih dini hari Intan. ayo Intan katakan ada apa? "


Aileen berusaha membuat Intan berbicara, namun setiap ia hendak mengatakan sesuatu Intan kembali menangis sesenggukan. perasaannya semakin gelisah, ia melihat detik di dalam telfonnya masih berjalan, itu menandakan bahwa ia masih terhubung dengan Intan.


"Intan, aku matikan dulu ya"


klik


"ini gak bisa dibiarin, aku harus ke tempat Intan sekarang."


Aileen meraih tasnya yang ada diatas meja, dan mengenakan sweeter miliknya. disaat Aileen memutar kenop pintu kamarnya, tiba-tiba ia urungkan.


"tapi.. bukankah saat ini Intan ada di apartemen barunya bersama Adrian? lebih baik aku tidak kesana!"


drrtt drrtt


ponselnya kembali berdering, dan saat itu Lagi-lagi nama yang sama yang tertera di layar ponsel nya.


"iya halo Intan, kamu saat ini kenapa? kenapa kamu nangis? coba omongin sama aku Intan"


"Adrian Ai.. dia pergi hiks.. hiks.. "


Lagi-lagi Intan menangis sejadinya.


"kamu tunggu disitu aku akan datang"


Aileen mengakhiri panggilannya, ia segera keluar kamar dan mencari keberadaan Ginga. saat itu ia membuka kamar Ginga, namun Ginga terlihat masih terlelap. akhirnya Aileen memilih untuk langsung pergi setelah memeriksa Nolan yang juga masih tertidur.


Aileen melajukan mobilnya cukup kencang dan segera memarkirkan Mobilnya di basement apartemen.


dengan perasaan gelisah, Aileen terburu-buru untuk menemui Intan.


ting tung


tit


pintu terbuka, melihat kedatangan Aileen, Intan segera menghambur kedalam pelukannya.


"Aileen.. "


"ada apa Intan.. apa yang terjadi? kenapa Adrian bisa pergi? "


"aku gak tau kenapa dia pergi Ai, alasannya hanya pekerjaan. hiks.. hiks.. "

__ADS_1


Aileen mengusap air mata yang ada diwajah Intan. Aileen begitu menyanyangi Intan yang sudah menemaninya sejak dulu.


Aileen lalu mengajak Intan untuk duduk diranjangnya.


"tananglah Intan sekarang aku ada disini, kau bisa menceritakan semuanya"


Intan menyeka airmatanya kasar. ia menatap lekat Aileen yang ada dihadapannya.


"aku sudah melakukan yang terbaik untuk Adrian Aileen, aku bahkan memakai parfum yang sama denganmu"


"kenapa begitu? "


"kau ingat Aileen, aku sempat bertanya tentang kesukaan parfum dari Adrian. dan setelah kamu mengatakannya, aku berinisiatif untuk memakai parfum yang sama denganmu Ai, karena aku tau bau seperti itu sama dengan parfum kesukaanmu"


Aileen masih setia mendengar keluh kesah dari sahabatnya itu.


"dan aku kira malam ini aku akan menjadi istri yang sempurna malam ini. tapi Lagi-lagi Adrian meninggalkanku dengan alasan pekerjaan Ai. aku rasa Adrian memiliki wanita idaman lain Aileen..his.. hiks.. "


lagi-lagi Intan menangis sejadinya. dan saat itu ia kembali melanjutkan ceritanya dan kini Aileen menenangkannya dengan lembut hingga Intan tertidur dipelukannya.


"sebenarnya apa yang kamu lakukan Adrian? kenapa kamu menyakiti perempuan sebaik dan sepolos Intan? "


Aileen begitu kasihan melihat Intan yang sudah sembab dimatanya. make up yang sudah berantakan begitupun keadaan kamarnya.


"astaga, aku belum mengirim pesan kepada Ginga. aku harus segera memberitahu Ginga kalau aku ada disini. tapi Intan baru saja tidur, kalau sampai aku membaringkannya sekarang dia akan terbangun! jadi lebih baik nanti saja aku memberi tahu Ginga."


sementara itu Galen yang mengetahui artikel tentang Ginga segera pergi menuju apartemen Adrian.


selang beberapa saat Adrian sampai di apartemen Adrian. ia segera memencet bel unit apartemen Adrian.


ting tung


"siapa ya? "


Aileen segera membaringkan Intan, ia segera membuka pintu tanpa melihatnya di monitor siapa yang datang. Aileen hanya mengira kalau yang datang adalah Adrian.


tit


"tuan Galen? "


Aileen hendak menutup kembali pintu apartemen, namun Galen lebih dulu mencekal tangannya dan mencegah pintu tertutup. Galen menarik Aileen hingga keluar dari kamar.


"Aileen, kenapa kamu ada disini? "


"itu bukan urusanmu tuan Galen! "


"apa kamu kesini untuk menemui Adrian? apa kamu lupa kalau Adrian sudah memiliki istri Ai? "


ucapan Galen berhasil membuat Aileen meradang. "jangan kamu pikir semua orang seperti anda tuan Galen" sarkas Aileen.


"tidak seperti itu Aileen, aku hanya tidak ingin orang lain membicarakanmu karena datang sepagi ini dirumah sahabatmu yang sudah berkeluarga, terlebih suaminya adalah mantan calon suamimu Aileen"


"lebih baik kau tidak mengomentari hidup orang lain tuan Galen, karena aku disini hanya untuk sahabatku, bukan untuk suami sahabatku. Dan berbicara tentang aku yang datang kerumah sahabatku yang sudah menikah, apa kau tidak melihat dirimu sendiri tuan Galen? Kau juga datang bukan? " Sarkas Aileen sembari menatap sinis Galen.

__ADS_1


Aileen kembali ingin menutup pintu apartemen, namun Galen lagi-lagi menarik Aileen hingga terjatuh dipelukannya.


_


"dimana Aileen? kenapa sepagi ini dia tidak ada dirumah?"


Ginga menyusuri rumah besarnya dan tidak menemukan Aileen. dan saat itu ia baru menghidupkan ponsel miliknya. sontak kedua bola matanya melebar melihat foto yang baru masuk melalui aplikasi chat miliknya.


"Aileen? Galen? mereka sengaja bertemu di apartemen? "


Ginga meradang dan segera menuju dimana Aileen berada. ia langsung bisa tau dimana Aileen berada karena melacak melalui aplikasi tracking.


disepanjang jalan Ginga memukul-mukul kemudi mobilnya.


"sebenarnya apa yang kamu pikirkan Aileen? tadi kau membelanya? dan sekerang, sekarang kau justru menemuinya di sebuah apartement? "


Ginga menambah kecepatan laju kendaraannya, hingga memakan waktu tiga puluh menit ia baru sampai di apartement tersebut.


saat itu ia langsung menuju ke lantai dimana Aileen berada.


tap tap tap


langkah besarnya membuat suara yang cukup keras hingga membuat Aileen dan Galen menoleh kesumber suara.


bug


Ginga langsung melempar puk*lan kepada Galen hingga Galen terjatuh dan mengeluarkan darah disudut bibirnya.


"Ginga hentikan"


karena merasa tidak Terima kini Galen berganti mem*kul Ginga. hingga terjadilah jual beli pukulan.


Aileen yang melihat hal itu merasa harus melerainya.


bug


bug


Aileen jatuh pingsan karena terkena pukulan dari Galen dan Ginga. Adrian yang baru datang pun segera berlari.


"kalian ini gila? kalian bertengkar dan membuat Aileen pingsan?"


Adrian hendak mengangkat tubuh Aileen namun lagi-lagi hal itu menjadi rebutan hingga membuat Intan yang tertidur pun bangun.


"astaga Aileen.. apa yang kalian lakukan dengan Aileen? cepat bantu aku bawa Aileen kedalam"


Galen segera mengangkat tubuh Aileen dan membaringkannya keatas tempat tidur. kini Aileen semakin pucat.


"bagaimana ini? Aileen semakin pucat dan tidak sadarkan diri"


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2