Hear My Heart

Hear My Heart
Part 28


__ADS_3

suara deru mesin mobil membelah keramaian jalanan yang di penuhi lalu lalang kendaraan. langkah kaki mungil turun dari sebuah mobil di tengah hiruk pikuk kota. tanpa merasa takut terjatuh seorang anak kecil berjalan gontai ke kanan dan kekiri menuju ke tempat ternyaman, yaitu pelukan seorang ibu.


ya, dia adalah Nolan Xavier anak yang sangat tampan yang berusia 5 tahun. di umurnya yang masih belia dia begitu di atas rata-rata. kemampuam bicara dan pola pikirnya yang sudah seperti orang dewasa begitu membuat ibunya bangga.


"jagoan, kau tidak boleh berjalan seperti itu! kau akan mengganggu orang lain sayang"


"baiklah bunda, aku tidak akan berjalan seperti itu. bunda tau apa yang bunda inginkan pasti akan langsung aku kabulkan. bukankah aku putra yang ideal kan?"


ya seperti yang ku katakan, nolan berusia 5 tahun namun pola pikir dan bicaranya seperti orang dewasa. mungkin itu terjadi karena IQ nya yang sangat tinggi. ia sangat mengerti akan ibunya.


"kau memang pintar kalo untuk menyenangkan bunda ya jagoan.." aileen lalu memeluk nolan dan mencium pipinya.


"bunda aku bosan disini, bisakah kita cepat pulang?"


"iya sebentar lagi kita pulang ya sayang.."


aileen berjalan ke dalam untuk menemui pegawainya, ia memberitahukan dia akan pulang untuk menemani anaknya. aileen memang saat ini telah memeiki beberapa butik di kotanya hingga di luar kota. sudah 3 tahun terakhir aileen memang sangat giat untuk membuat bisnis butiknya maju. dan usahanya memang tak pernah sia-sia, kini butiknya sudah terkenal di kalangan kelas atas dengan kualitas yang sangat bagus.


"baik sayang, mari kita pulang sekarang" aileen meraih tangan putranya dan kini mereka sudah menaiki mobil miliknya dengan seorang supir yang setia menunghunya.


cukup jauh jarak tempat tinggalnya dan butik yang tadi ia sambangi. karena merasa sangat letih, aileen tidak tersadar kini ia terlelap di dalam mobil dengan kepala yang bersandar di jok mobil.


"pak jalannya pelan aja ya, bunda lagi tidur. nanti kalo pak eko ngebut bunda bisa kebangun!" nolan begitu perhatian terhadap ibunya.

__ADS_1


pak eko sebagai supirnya sangat takjub dengan sikap nolan yang sangat perhatian dengan ibunya, selain itu ia juga sangat baik. meskipun kadang sifat naturalnya sebagai anak kecil muncul, seperti tiba-tiba ngambek, susah kalo di suruh makan dan sifat alami anak lainnya.


sudah 30 menit pak eko melajukan


mobil itu, dan kini sudah terpakir di halaman rumah yang cukup mewah. karena sudah sampai, mau tidak mau nolan harus membangunkan ibunya. namun nolan tidak langsung membangunkan ibunya begitu saja. ia mempunyai caranya sendiri.


pertama nolan mencium kening ibunya dan ia lanjutkan dengan pipi kiri dan kanan dan yang terakhir ia memeluk ibunya dengan erat. dan setelah itu ia membisikan sesuatu di telinganya ibunya, hai wanita kuatku kau belum ingin bangun?. itulah yang selalu nolan bisikan saat membangunkan ibunya. karna ia selalu menganggapnya wanita terkuat di dunia ini. bagaimana tidak? nolan selalu berkata ibunya wanita terkuat karena sudah berhasil membesarkan anak yang sangat tampan dan cerdas seorang diri tanpa bantuan siapapun, termasuk tanpa kehadiran seorang suami.


Dan aileen pun selalu membuka mata dengan senyum yang mengembang di wajah ayunya yang baru bangun dari lelapnya.


setalah sampai di dalam rumah, kini aileen menyiapkan malan siang untuk nolan dengan bantuan artnya. seperti tanpa merasakan lelah, aileen begitu cekatan menyiapkannya dan sesekali melirik ke arah anaknya yang masih sibuk berkutat dengan acara televisi kesukaannya.


▪▪▪▪▪


ketika aileen dan nolan memasuki restoran langganannya aileen harus kebtoilet lebih dulu dan nolan yang sedang sendiri, ia langsung berlari begitu saja dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang kini ada di hadapannya.


"hei nak, kai tidak papa?" ujar orang itu.


orang itu membantu nolan berdiri dan sesikit merapikan pakaiannya, nolan lalu mendongak melihat ke arah orang itu dengan tatapan innocentnya.


"tadi aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu. jika berkenan bisakah kau memafkanku."


'anak ini, kalau ku lihat dia masih sangat kecil. tapi ucapannya, ucapannya bahkan sangat dewasa.' batin orang tersebut.

__ADS_1


"hei nak kau tidak perlu sungkan, anak-anak memang sudah biasa kan terjatuh dan menabrak tidak sengaja. dan kau bisa bicara denganku tanpa seformal itu bukan" ujarnya dan di angguki oleh nolan.


"emm... ngomong-ngomong kau datang kesini dengan siapa jagoan?"


"dengan bundaku paman.. apa paman mau ku kenalkan dengannya?"


'baik aku akan menemui ibumu nak. aku sangat penasaran seperti apa ibumu? kenapa dia mempunyao putra yang sangat cerdas sepertimu'


"baiklah aku mau berkenalan dengan bundamu itu, tapi dimana dia sekarang?" orang itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan ibu nolan yang belum terlihat.


"bunda sesang ke toilet paman, mari duduk denganku."


selang beberapa menit seseorang datang dan duduk di sebelah nolan sembari memasukan ponselnya di dalam tasnya.


"maaf sayang bunda sesikit lama, tadi bunda terima telfon dari butik bunda"


"aileen..." suara bariton itu berhasil membuat aileen terkejut. suara yang tak asing itu membuat aileen membulaykan sempurna kedua bola matanya.


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2