Hear My Heart

Hear My Heart
Part 39


__ADS_3

sinar mentari menyeruak memasuki melalui celah jendela kamar Aileen. namun pagi itu Aileen belum kunjung membuka mata. Ginga lah yang lebih dulu membuka mata. Ginga sempat terkejut dengan keberadaannya didalam kamar Aileen, terlebih saat itu Aileen masih ada didalam pelukannya.


Ginga melihat wajah Aileen dari dekat hingga membuatnya mengukir senyuman. "kau memang bisa membuat orang gila Aileen." Ginga mengecup kening Aileen sekilas.


saat itu Aileen mulai kembali kedalam kesadarannya. ia pun sama hal nya dengan Ginga. ia begitu terkejut ketika bangun ia justru berada didalam pelukan Ginga.


"bunda.. wake up bunda.. " itulah yang terdengar dibalik pintu.


"aduh, itu Nolan Ginga. "


Aileen dan Ginga bingung bagaimana caranya agar Nolan tidak mengetahui kali Ginga ada didalam kamar Aileen.


"kamar mandi, lebih baik kamu kekamar mandi Ginga! "


Ginga mengangguk dan segera berlari ke dalam kamar mandi. dan dengan segera Aileen membukakan pintu untuk Nolan yang sudah bersedekah didepan kamarnya.


"kenapa sangat lama bunda?" ucap Nolan dengan bibir yang mengerucut. ia langsung masuk dan duduk di sofa didalam kamar ibunya. namun pandangannya berhenti di sebuah jas yang tergeletak diatas ranjang.


Nolan lalu berjalan dan memungut Jas tersebut, ia memandanginya dan bergantian menatap sang ibunda yang harap-harap cemas.


"bunda, ini jas ayah kan? " tanyanya dengan wajah polosnya.


"emm ya, itu milik ayahmu."


"apa ayah semalam ada disini? "


"iya semalam ayahmu memang disini ingin berbicara penting sayang. tapi ayahmu lupa membawa jasnya"


Nolan mengangguk ucapan ibunya."oh ya bunda, Nolan ingin ke kamar kecil."


seketika wajah Aileen menjadi pucat, keringat dingin mulai keluar dari dahinya. dan hL itupun disadari oleh Nolan.

__ADS_1


"ada apa bunda, apa bunda sakit? "


"emm tidak sayang, bunda cuma pengen pup. tapi kamar mandi bunda tersumbat sayang. jadi ayo kita ke kamarmu Nolan. sekalian bunda ingin meminjam kamar mandi mu"


Nolan terlihat berpikir dan melihat ke arah kamar mandi, namun ia juga tidak tega melihat ibunya menahan ingin buang air, jadi ia memutuskan untuk menuruti ibunya.


'syukurlah' Ginga bernafas lega dan tanpa sengaja menyentuh kran air hingga kran airnya menyala.


"bunda.. bukankah itu dari dalam kamar mandi? apa bunda lupa tidak mematikan kran air? " tanya penuh selidik


"ah iya sepertinya bunda lupa sewaktu bunda kekamar mandi untuk buang air kecil tadi"


"loh, tadi bunda bilang kamar mandinya tersumbat? "


"iya tersumbat setelah bunda buang air kecil sayang"


"yasudah, biar Nolan matikan Kran airnya" Nolan pergi begitu saja kekamar mandi hingga tersisa satu langkah Nolan bisa melihat keadaan didalam sana.


"apakah sangat sakit bunda? "dengan segera Aileen mengangguki pertanyaan Nolan. dengan rasa cemas Nolan langsung merapat ibunya menuju kamarnya.


"ada apa ini aden?"


"ini Sus bunda sakit perut mau pup, kamar mandi bunda mampet Sus"


"biar suster yang bantu ya den"


"baik Sus, kalau begitu Nolan mau cari obat buat bunda" Nolan segera berlari untuk mengambilkan obat untuk ibunya.


dan akhirnya Aileen segera pergi kedalam kamar Nolan dengan ditemani oleh pengasuh Nolan.


sementara itu, Ginga yang sudah merasa aman pun segera keluar dari kamar Aileen dan,

__ADS_1


brug


"aduh.. "


seorang anak kecil terjatuh karena menabrak tubuh kekar Ginga yang sedang emenenteng jas miliknya.


"ayah.. "


"No-Nolan.. "


"ternyata ayah ada didalam? apa ayah yang ada dikamar mandi bunda? "


"emm.. I-i-iya Nolan, tadi ayah ingin membenarkan toilet bunda yang tersumbat"


"tapi kapan ayah kedalamnya? kenapa Nolan tidak melihatnya? "


"tadi ayah kedalam saat kamu.. "


ting tung


"sebentar Nolan, ada tamu. ayah harus membuka pintunya" Nolan oun mengangguki ucapan Ginga.


Ginga merapikan pakaiannya dan segera membukakan pintu.


ceklek


"kau? "


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2