Hear My Heart

Hear My Heart
Part 23


__ADS_3

tok..tok..


aileen beranjak membuka pintu kamarnya. dan benar dugaannya, itu adalah ibunya yang sudah mengukir senyuman di balik pintu. mengetahui itu ibunya, galen segera berdiri di samping aileen.


"sayang, mama papa dan raven sudah menunggu kalian untuk makan malam. ayo sayang.." ajak bu anggita


"tidak ma, aileen tadi sudah makan di kantor. dan aileen sedikit tidak enak badan, biar kak galen yang ikut makan malam" ucap aileen.


'sejak kapan aileen sakit? apa aileen sengaja menghindar'batin galen.


"emm galen ingin menemani istri galen ma, tolong nanti mama antarkan makanan untuk galen ya" sahut galen


"emm baiklah sayang, jaga anak mama ya. nanti mama akan mengantar makanan untukmu. dan kamu sayang, cepat membaik ya sayang.." bu anggita mengusap lembut wajah aileen dan berlalu pergi.


aileen terus memperhatikan kepergian ibunya. dan setelah tidak terlihat ia segera menutup kembali pintu kamarnya.


aileen kembali ke tempat tidur tanpa berbicara apapun dengan galen, begitupun dengan galen yang tetap sibuk dengan ponsel dan laptopnya.


drrrtttt... drrttttt...


ponsel galen tiba-tiba berdering, dan nama ersya lah yang tertera di layar ponsel miliknya. awalnya galen tidak ingin mengangkat telfon dari mantan kekasihnya itu, namun terbesit sesuatu di pikirannya untuk membuat aileen tidak suka.


"iya halo ersya, ada apa?" galen sengaja mengencangkan volume ponselnya supaya aileen mendengar pembicaraannya dengan ersya.


"sayang, aku mau kita balikan okey! aku janji aku gak akan kaya waktu itu sayang!"


"emm aku harus memikirkan tentang itu ersya, aku tau kamu wanita yang paling aku cinta selama ini. tapi aku harus mempertimbangkannya" galen berbicara dengan ersya di ponselnya, namun matanya terus melirik ke arah aileen. berharap aileen akan penasaran, namun aileen tidak sedikitpun meliriknya. bahkan aileen hanya terfokus dengan ponselnya sendiri.


hal itupun akhirnya membuat galen geram dan memutus panggilan telfonnya dengan ersya.


Galen akhirnya memutuskan untuk tidur, dan saat itulah ia mulai membuat aileen semakin kesal dengan tingkahnya. sikap galen saat ini bukan dirinya sama sekali yang terkenal dingin, dewasa dan tidak ingin tau urusan siapapun. namun kali ini galen begitu membuat aileen kesal dengan terus menerus bergerak ke kanan dan kekiri.


tanpa mengatakan apapun aileen bangkit dari tempat tidurnya dan memilih duduk di atas sofa dan kembali memainkan ponsel yang ia bawa.

__ADS_1


namun ketika aileen asyik dengan ponselnya, galen mendadak merebut ponselnya.


"kembalikan ponselku " ucap dingin aileen.


bukannya mengembalikan ponsel itu, galen malah membuka ponsel aileen dan segera menghapus pesan yang baru masuk dari adrian.


"aku sudah melenyapkannya, bahkan yang baru datang" ucap galen


aileen hanya mengernyitkan dahinya mendengar ucapan galen yang tak ia pahami sedikitpun.


"kau bingung dengan ucapanku aileen? biar aku perjelas, aku sudah menghapus semua pesan dari kekasihmu bahkan yang baru saja masuk" tambah galen dengan senyum yang menyungging di wajahnya.


"kak galen, kau benar-benar keterlaluan" aileen berusaha merebut ponselnya dari tangan galen, namun usahanya itu tidak membuahkan hasil sedikitpun.


"ambil saja kalau kau bisa"


"kak galen tau isi pesan itu adalah membahas untuk meeting besok, dan kak galen, kak galen sudah mengacaukannya!" aileen terlihat begitu kesal dengan tingkah galen yang seperti anak kecil


"dan apa kau tau aileen? aku melakukan ini karna aku tidak suka kau diamkan seperti tadi, dan memilih membalas pesan dari kekasihmu yang tidak seberapa itu!"


ucapan aileen bagai sebuah tamparan baginya, galen sadar apa yang ia ucapakan ternyata menyakiti hati aileen. namun semua itu tidak membuat galen menyerahkan ponsel aileen, dan aileen kembali ingin meraih ponselnya.


saat aileen berhasil meraih ponselnya, dan karena tidak memperhatikan tempat kaki aileen terlili selimut dan terjatuh, dan seketika galenpun ikut terjatuh tepat di atasnya tanpa jarak sedikitpun. bahkan saat itu wajah galen menempel di leher jenjang aileen dan membuat mereka berdua saling terdiam dengan posisi yang sama.


ceklek...


"apa yang kalian lakukan?" raven seketika melebarkan kedua matanya dan tak berkedip sedikitpun.


dan seketika galen dan aileen segera bangkit. "ini tidak seperti yang kak raven pikirkan" ucap aileen dengan nafas yang memburu, dan hal itu semakin membuat raven curiga.


"aku tau kau tidak akan melakukan itu aileen. tapi.." raven lalu menatap tajam galen "kak galen, aku sudah memperingatkanmu bukan! jangan berani menyentuh aileen, atau kau akan berurusan denganku!" raven begitu di kuasai oleh amarahnya, dan saat itu ia segara meraih galen dan memukulnya tepat di wajahnya.


"kak raven please hentikan ini, kak galen dan aku tidak melakukan apa pun!"

__ADS_1


saat itu galen mengusap sudut bibirnya yang berdarah tanpa membalas pukulan dari adiknya.


"aku ingin bertanya denganmu aileen, apa yang terjadi saat mama memberi kalian obat?"


"darimana kak raven tau soal itu?" aileen bertanya penuh selidik


"jadi benar soal itu, tapi kenapa kamu tidak memberi tauku aileen. sebenarnya apa yang terjadi?!" raven terus mencecar aileen dengan pertanyaan-pertanyaannya yang membuat aileen tertekan.


"kalaupun kami melakukan sesuatu apa yang akam kau lakukan raven" sahut galen.


"apa maksud ucapanmu kak galen" bentak raven.


"tidak ada yang terjadi kak raven kami-"


"kami melakukannya" potong galen dan membuat aileen dan raven membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna.


"kak galen apa yang kau katakan" aileen memekik dan seketika membuat galen menatap lekat ke arahnya.


"brengs*k"


bugh..bugh...


raven menghujani pukulan di wajah tampan galen dan galenpun tidak membalasnya sama sekali, dan hal itu membuat raven semakin meradang.


"kalian tidak bisa melakukan itu, kalian sudah resmi bercerai" raven mengucapkannya dengan penuh emosi.


brug...


sontak ketiga pasang mata itu tertuju pada sosok yang tergeletak di depan pintu kamar mereka.


"mama..." ucap aileen raven dan galen bersamaan.


.

__ADS_1


.bersambung


.


__ADS_2