Hear My Heart

Hear My Heart
Part 34


__ADS_3

'baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya' Galen bangkit dari duduknya.


"sebenarnya.."


"ayah.." suara Nolan mengalihkan perhatian Ginga dari Galen. Nolan berlari ke arah Ginga dengan sebuah gambar yang ia bawa.


"hei Nolan, kenapa kau berlari?" tanya Ginga sembari menghampiri Nolan.


"lihat gambar yang aku buat ayah, ini sangat indah bukan?"


Ginga melihat yang ditunjukkan oleh Nolan, dimana disiti ada gambar orang yang di namai Ayah, Nolan dan Bunda. terukir senyum di wajah Ginga.


"hei paman, lihatlah" kini Nolan berlari ke arah Galen yang saat itu tertegun di dekati oleh Nolan.


"ini sangat bagus Nolan!"


"tentu saja paman Galen, karena aku menggambarnya dengan seperti yang bunda ajarkan.


"kalian sudah saling mengenal?" tanya Ginga heran.


"iya ayah, karena di pernikahan tante Intan aku bertemu dengan paman Galen dan paman Raven."


"oh begitu rupanya.." Ginga mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti dengan yang di ucapkan Nolan.


saat itu Nolan melanjutkan gambarnya yang ia selesaikan di ruang tamu itu bersama dengan Ginga dan juga Galen.


Di keluarga lain, kini Adrian telah sampai di rumahnya setelah ia mengemasi semua barang nya dan barang milik Intan.


sejak sampai di rumahnya, Adrian terus melamun. dan hal itupun di sadari oleh Intan yang tak luput memperhatikannya.


"Adrian.." Intan memanggil nama Adrian, namun tidak mendapat jawaban dari seseorang yang ia panggil.


"Adrian.." hinga beberapa kali Adrian maaih belum menjawab panggilan dari istrinya.

__ADS_1


"Adrian" kali ino Intan menyentuh pundak Adrian.


"iya Aileen!"


"Aileen?" sontak Intan mengerutkan dahinya dan menatap Adrian penuh tanya.


"maaf Intan, aku sangat letih. aku jadi tidak fokus" jelas Adrian.


"itu berarti kau terlalu fokus pada Aileen, sehingga kau mengira bahwa aku ini Aileen bukan?!" Intan menatap Adrian.


"bukan begitu Intan, tolong jangan mengajakku berdebat!"


"jadi menurutmu aku mengajakmu berdebat?"


"sudahlah aku harus ke kamar!" Adrian meninggalkan Intan yang masih berdiri di sebuah ruang tamu. tak terasa pipinya mulai basah terkena airmata yang mengalis dari pelupuk matanya.


memang Intan sangat perasa, sehingga dia sangat sensitif dengan apapun yang menyangkut dirinya. "dari dulu aku sangat mengagumi Aileen, sebagai wanita dia sangat hebat menurutku! dia membesarkan putranya tanpa di dampingi oleh suaminya sampai Nolan berumur satu setengah tahun dia survive sendirian. Hingga Aileen bertemu dengan Ginga yang mau menerima dirinya dan menjadi semakin sangat sukses. Aileen memang sudah cukup sukses dengan usahanya, namun karena pengaruh dari Ginga itu bisa membuat usahanya melambung tinggi."


Intan pun mulai mengusap air matanya lembut sembari menatap ke arah pintu kamar Adrian yang terlihat dari lantai bawah. "jadi aku tidak heran jika Adrian langsung mengagumi Aileen, seperti aku juga mengaguminya."


Intan pun merogoh tasnya dan me gambil sebuah benda pipih dari dalam sana. ia mulai menggeser dan mencari kontak yang bernama Perfect Ai .


tut..tut..


"iya halo Intan, aku baru saja ingin menghubungimu. ternyata kau sudah lebih dulu menelfonku, syukurlah." ujar Aileen diseberang sana.


Intan yang ingin curhat pun sengurungkan niatnya dan memilih mendengar apa yang ingin do sampaikan oleh Aileen.


"kau tau Intan, hidupku sudah baik-baik selama ini kan?"


"ya, lalu apa yang membuat kamu gundah Aileen?"


"sebelumnya aku tidak pernah ingin menceritakan ini ke siapapun, tapi kali ini kau harus tau karna kau adalah sahabatku."

__ADS_1


Intan pun melupakan masalahnya sejenak dan mulai antusias dengan apa yang di ucapkan oleh Aileen.


"Ayah Nolan datang kerumah Intan" nada suara Aileen yang mendadak sendu membuat Intan sesikit khawatir.


"lalu apa yang dia lakukan, apa Ginga tau kalau ayah Nolan kesitu?"


"sementara ini Ginga belum mengetahui bahwa rekan kerjanya adalah ayah Nolan Intan. aku tidak ingin ini akan membuat Ginga kecewa denganku Aileen meskioun hingga saat ini aku masih berusaha keras untuk mencintainya."


"memang siapa rekan kerja Ginga, Aileen?"


"Galen.."


"apa yang kau maksudkan dia itu Galendra Aksa Gumelar?"


"jadi maksudmu Galen sahabat dari Adrian adalah mantan suamimu Aileen?"


"jadi Nolan anak dari Galen?"


klik


Intan segera mematikan panggilannya ketika Adrian tiba-tiba mempertanyaan soal ayah dari Nolan.


"jawab aku Intan, apa benar Galen ayah dari Nolan?"


Intan berkeringat dingin dan sedikit takut karena Adrian kini mencengkeram lengannya.


.


.


.bersambung


.temen-temen terus tunggu updatean tiap episodenya jangan bosen-bosen! dan mampir juga di karya-karya aku yang lain juga Istri Antikku, Istri Cantikku . Fool Love dan yang terbaru yang masih anget ni readers 17,21 It's Perfect.

__ADS_1


jangan lula di like,coment,vote dan tambah jadi favorit kalian ya guys .


__ADS_2