Hear My Heart

Hear My Heart
Part 54


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Aileen langsung melihat Nolan yang tengah tertidur. Aileen mencium lembut puncak kepala Nolan.


"sayang, bunda akan berjuang seperti saat awal kita merintis usaha ya sayang. walaupun banyak yang ingin mengurangi Bunda, tapi bunda yakin, Tuhan tidak tidur dan akan selalu membantu kita sayang"


Setelah selesai dengan ucapannya, Aileen keluar dari kamar Nolan. belum sempat Aileen melangkahkan kakinya, Ginga lebih dulu mencekal pergelangan tangan Aileen dan menariknya kedalam kamar Aileen yang tak. jauh dari kamar Nolan.


"ada apa Ginga? "


"aku berhutang penjelasan dengan apa yang kamu lihat waktu itu! "


"memang apa yang aku lihat Ginga? "


"Galen sudah memberitahuku Aileen. dan saat Galen mengatakan tentang itu, aku sangat merasa bersalah karena aku tidak menceritakan tentang itu padamu Ai"


Aileen berjalan dan duduk di atas king size miliknya. "jadi, apa yang ingin kamu jelaskan Ginga? "


"saat itu aku mempunyai calon istri yang bernama Rebecca, kami tidak pernah bertengkar. namun karena aku terlalu sibuk, saat itu calon istriku bermain dengan seorang pria dibelakangku."


Ginga mengalihkan pandangannya menatap keluar jendela. "dan saat itu dia hamil dengan pria itu. Dan ketika tepat di hati H Rebecca memilih mengakhiri hidupnya karena tidak ingin pria yang menghamilinya memgatakan hubungan mereka kepadaku, dan Rebecca takut mengecewakanku Aileen."


"dan Stevy selalu menyalahkanku karena ia menganggap Rebecca melakukan itu karena aku terlalu sibuk, sehingga Becca mencari perhatian dari pria lain"


Ginga beralih menatap Aileen yang ada dibelakangnya. Ginga meraih tangan Aileen dan menatapnya lekat.


"dan kita sudah mengubah tanggal pernikahan kita yang harusnya kita laksanakan hari ini menjadi besok Aileen. dan aku harap kamu mau menikah denganku! "


'ternyata apa yang aku pikirkan salah besar. aku bisa merasakan kejujuranmu itu Ginga'


Tanpa mengatakan apapun, Aileen lalu memeluk Ginga dengan erat. "maaf Ginga, maaf karena aku salah paham"


"aku tau kamu adalah wanita yang sangat baik Aileen, aku sangat beruntung mendapatkan perempuan sebaik dirimu" ucap Ginga dan mencium puncak kepala Aileen dengan lembut.


Malam berjalan cukup singkat hingga tiba saatnya Aileen dan Ginga akan melaksanakan sebuah pernikahan di sebuah gedung. Ginga sengaja mengadakan acara pernikahan dengan privat. hanya orang-orang terdekat dan juga saudara yang Ginga undang ke acaranya saat itu.


ketika Kedua mempelai sudah siap untuk menikah, Nolan sengaja membacakan sebuah puisi untuk Aileen.


𝗣𝘂𝗶𝘀𝗶 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗕𝘂𝗻𝗱𝗮


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙀𝙣𝙜𝙠𝙖𝙪 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩𝙠𝙪,

__ADS_1


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙀𝙣𝙜𝙠𝙖𝙪 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝𝙠𝙪,


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙠𝙪,


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣𝙠𝙪,


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣𝙠𝙪,


𝘽𝙪𝙣𝙙𝙖


𝙆𝙖𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙋𝙖𝙝𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣𝙠𝙪 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙅𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙠𝙪.


mendengar puisi dari Nolan, perasaan Aileen begitu terenyuh. Hingga air mata hari menetes dari pelupuk matanya yang indah. terlebih saat ini wajahnya yang sudah di poles oleh penata rias membuat Aileen semakin terlihat anggun dan menawan.


'sshh, kenapa rencanaku dan Stevy gagal? ' Adrian berdecak kesal, dan hal itu disadsri oleh Intan.


Sang MC kini mengumumkan kepada tamu undangan untuk diam sejenak sekedar mendengarkan disaat kedua mempelai ijab kabul.


"saya Te-"


"berhenti, pernikahan ini tidak bisa di lanjutkan."


sontak semuanya mencari sumber suara. Aileen yang mendengar itu bangkit dari duduknya juga Ginga yang ikut bangkit.


"Galen? " ucap Ginga


Saat itu Galen berjalan mendekat ke arah mempelai bersama dengan Raven yang juga berjalan bersama dengan Galen dengan membawa beberapa lembar kertas yang ada didalam map.


"kenapa kalian datang dan mengacaukan pernikahanku dengan Aileen? "


"maaf sebelumnya tuan Ginga, aku dan kak Galen tidak ingin mengacaukan pernikahanmu. tapi satu yang harus kamu tau, Aileen masih dah menjadi istri kakakku karena dia belum bercerai dengan kakakku ketika dia pergi. dan surat ini menjelaskan bahwa Aileen dan kak Galen masih dah suami istri dimata Negara! "


semua tamu undangan terhenyak mendengar pernyataan dari Raven. saat itu Adrian ikut bangkit juga dengan Intan disebelahnya.

__ADS_1


"lebih baik kalian semua pergi karena pernikahan ini tidak akan terjadi" sambung Raven.


"Tuan Galen, anda tidak bisa melakukan ini denganku. sejak kapan pernikahan kita dah dimata negara? waktu itu kau mebgatakan padaku jika kita hanya menikah diri! " ujar Aileen.


"itu hanya supaya kau setuju Aileen, tapi sebenarnya aku berniat menikahimu secara dah dimata negara dan juga agama." jelas Galen.


Hati Aileen mencelos, perasaannya tidak karuan mengetahui kenyataan itu. kakinya yang merasa lemas membuat dirinya terperosot dan duduk di lantai. dengan segera Gingaemvantu Aileen untuk duduk


"tenanglah Aileen, aku akn memeriksanya"


Ginga lalu meraih map yang dibawa oleh Raven, ia berharap menemukan sebuah kepalsuan di dalam nya. namun sayangnya itu hanyalah harapannya, pada dasarnya Aileen memangasih tercatat sebagai istri dah dari Galen.


'untung saja Galen menggagalkan pernikahan mereka. meskipun kini Aileen masih berstastus istri Galen, tapi setidaknya Aileen tidak akan pernah bersatu dengan Galen karena dia sangat membencinya karena kesepakatan itu' diam-diam Adrian mengulas senyum tipis yang Lagi-lagi tertangkap oleh pandangan Intan.


Disaat semuanya tengah berdebat, ada seseorang yang merasa bingung dan memilih untuk pergi, yaitu Nolan. selang beberapa saat Suster yang mengasuhnya menyadari bahwa kini Nolan tidak berada bersamanya. awalnya sangat suster tidka memberikan tahukan Keluarganya, ia justru berusaha mencari Nolan di sekitar tempat itu.


namun sudah cukup lama suster tidak menemukan Nolan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengatakannya keoda Aileen.


"maaf non, den Nolan tidak ada non"


"apa maksud suster, jika dia tidak ada disini, dia ada dimana? ini bukan rumahnya, dan Nolan tidak ada bersama denganmu ataupun kami, lalu diamana sekarang?"


Aileen begitu cemas karena Nolan tidak ada bersama nya.


"apa maksudmu Aileen, dimana Nolan? " tanya Galen


"kau masih bertanya tuan Galen? Nolan pergi itu semua gara-gara anda. kalau sampai terjadi apa-apa dengan Nolan, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang, itu janjiku!"


"Ginga, bantu aku mencari Nolan" mata Aileen yang berkaca-kaca membuat Intan juga merasakan kesedihan Aileen, namun jika ia mengingat masalahnya dengan Aileen, kini Intan Kembali acuh dengan hilangnya Nolan.


"gawat, ada anak yang berusia sekitar lima tahun tertabrak oleh mobil di depan" ucap seorang security.


"Nolan" jerit Aileen yang berlari untuk melihat korban tabrakan. hingga tanpa sadar heels yang ia kenakan patah dan membuat ia terjatuh.


"auh.. kaki ku" Aileen meringis kesakitan memegangi kakinya yang terkilir.


Ginga dengan cepat mengangkat tubuh Aileen"antar aku kesana Ginga. aku ingin melihat siapa yang tertabrak.


tidak hanya Aileen yang tidak memperdulikan keadaannya, Galen saat ini pun berlari mencari Nolan. dan saat itu kakinya yang sempat terasa sakit dipaksa untuk berlari.


"Nolan.. "

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2