
Perasaan Ginga yang tak karuan segera memeriksa siapa yang tertabrak. dan sesampainya di tempat tabrakn, ia melihat sesosok mungil bersimbah darah.
"fuh, dia bukan Nolan" ujarnya.
sementara itu ia langsung kembali menghampiri Aileen yang sudah lemas.
"lalu kalau itu bukan Nolan, dimana Nolan Ginga? "
"aku belum tau Aileen, tapi akau akn mencarinya. aku juga sudah mengerahkan anak buahku untuk mencarinya."
Ginga lalu mengantar Aileen ke kamarnya. dan saat itu ketika ia melewati Gaken dengan Raven, ia menghentikan langkahnya.
"Dengar Galen, akibtidak akan meleoaskanmu jika terjadi sesuatu dengan anakku, Nolan! " kali ini tidak ada sikap keramahan sama sekali diwajah Ginga. ia terlihat sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh Galen dan jga Raven.
Sementara itu di tempat lain Nolan merasa kesusahan karena tangannya yang terikat.
"aku benar-benar tidak menyangka kau akan melakukan ini Stevy"
"huh, apapun akan aku lakukan untuk menghancurkan kebahagian Ginga, Adrian."
"kau benar-benar banyak kejutan kawan"
"lepas, lepaskan ikatanku" Nolan berontak hingga membuat tangannya terluka karena gesekan dari tali yang mengikatnya.
__ADS_1
Adrian yang memperhatikan dari layar monitor merasa tidak tega melihat keadaan Nolan, hingga ia handak melepas tali Nolan. dan dengan segera Stevy melepas tangannya dari pergelangan tangan Adrian.
"kamu mau kemana Adrian? "
"tentu saja aku makan melepas iktan itu Stevy, aku tidak tega melihatnya terluka!"
"iya tapi kau jangan gila Adrian. jika kamu melepasnya langsung, anak itu akan tau kalau kamu terlibat. kau bilang dia sangat cerdas bukan? kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh si cerdas mungil itu.
" astaga hampir saja aku lupa Stevy" Adrian menepuk dahinya.
"lalu apa yang akan kau lakukan kepada Nolan? "
"tidak ada, aku hanya menculiknya agar Ginga dan Aileen merasa kehilangan seseorang. ya meskipun itu hanya sementara. tetapi aku sekarang memiliki rencana untuk anak itu."
"ya ya baiklah.. aku tidak akan melukainya. tapi aku akan memberinya sedikit pelajaran"
Ditengah Stevy dan Adrian merasa senang dengan rencananya, kini Galen dan juga Raven merasa sangat bersalah karena Nolan hilang karena mendengar pernyatannya dan menggagalkan pernikahan Aileen dengan Ginga.
"kau tau Raven, seharusnya akubtidak mengikuti apa yang kamu katakan. dan setelah aku mengikuti saranmu, inilah yang terjadi Nolan hilang bahkan tidak tau dimana dia sekarang."
Kali ini Raven merasa benar dengan ucapan Galen. bahwa usulannya kali ini memang membuat Nolan menjadi korbannya. ia juga sangat merasa bersalah dengan apa yang menimpa Nolan saat ini.
"Kita tidak bisa diam seperti ini Raven, kita harus segera mencari Nolan."
__ADS_1
"baiklah, bagaikan jika kita datangi bebrapa tempat yang biasa Nolan unggah kak"
Dengan segera Galen dan juga Raven oergi kebeberapa tempat yang biasa dikunjungi oleh Nolan, namun mereka tidak menukan keberadaan Nolan di tempat tersebut. hingga akhirnya Galen mengingat sesuatu.
"bukankah Nolan membawa ponselnya. labih baik kita lacak dimana dia saat ini"
dengan segera Raven membuka ponselnya, saat itu ia mulai melacak dimana keberadaan keponakannya. dan ia tengah menemukannya.
"letaknya tidak jauh dari sini kak, lebih baik kita kesana sekarang"
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Galen dan Raven berhenti dimana titik lokasi Nolan berada.
"bukannya ini rumah Stevy kak Galen? "
"kau benar Raven. bagaimana bisa Nolan berada disini? "
"tunggu, Raven jangan keluar. kau lihat mobil yang ada di luar rumah itu? itu mobil milik Adrian."
"sekarang aku mulai bisa menebak alurnya kak. sepertinya ini memang sudah direncanakan"
"jadi selama ini Adrian yang berusaha membuat hubunganku dengan Aileen semakin memburuk"
.
__ADS_1
. bersambung