Hear My Heart

Hear My Heart
Part 57


__ADS_3

Kini Raven telah mengajak Aileen dan juga Ginga menuju rumah Stevy untuk menjemput Nolan yang di culik oleh Stevy dan juga Adrian.


Raven menghentikan mobilnya cukup jauh dari rumah Stevy agar Stevy dan Adrian tidak mengetahui kehadiran Raven bersama dengan Aileen dan Ginga.


Ketika turun dari mobil Aileen hendak berlari untuk menyusul Nolan, namun Raven segera menariknya.


"tunggu dulu Ai, nanti kita ketahuan"


"tapi Nolan didalam kak Raven, aku khawatir Stevy akan berbuat yang tidak-tidak kepada Nolan"


"tenang Ai, didalam ada kak Galen. dan kak Galen adalah ayahnya, jadi dia tidak akan membiarkan Nolan kenapa-napa!"


Aileen mulai tenang dan kini mereka berjalan mengendap-endap untuk masuk kedalam rumah Stevy.


"lepaskan Nolan"


mendengar suara Ginga, Stevy dan Adrian segera memegangi Nolan dengan erat.


"kenapa mereka bisa tau sebelum aku menghubungi Ginga?"


"tentu saja, karena Nolan mempunyai banyak orang yang menyayanginya. jadi tidak siapapun bisa memperlakukan semena-mena seperti apa yang kalian lakukan seperti tadi!"


sahut Galen yang keluar dari balik dinding.

__ADS_1


"ini gawat, kita harus memikirkan hal lain Stevy" bisik Adrian.


dengan segera Stevy meraih sebuah pist*l dari dalam saku jas yang ia kenakan. dan hal itu pun membuat Adrian ikut terkejut.


"apa yang kamu lakuin Stevy, buang senjata itu. aku tidak ingin Nolan terluka! " ucap Adrian sembari melepas masker yang ia kenakan.


"tolong lepaskan anakku, aku tidak mempunyai salah terhadapmu. jadi jangan lukai anakku"


"aku memang tidak mempunyai masalah denganmu Aileen, tapi suamimu sudah menabuh genderang orang dengan kematian adikku!" pekiknya sembari mempererat tangannya yang ada di leher Nolan hingga Nolan merasa susah bernafas, dan perlahan Stevy yang saat ini membawa Nolan berjalan mundur dan menjauh dari Adrian. Stevy merasa jika saat ini ia sudah tidak bisa mengandalkan Adrian karena memiliki rasa sayang terhadap Nolan.


"jangan macam-macam Stevy! lepaskan Nolan! " kini Ginga pun angkat bicara.


melihat hal itu Aileen semakin tidak tega dengan keadaan Nolan. "apa yang kau lakukan Stevy, kau menyakiti Nolan"


"aku akan membuat Ginga merasakan apa yang aku rasakan. aku tau dia bukanlah anak kandungmu, tapi aku tau kau dangat menyayanginya kan Ginga? dan aku akan membuatmu kehilangan orang yang kamu sayangi dengan cara yang tragis" ujarnya dan mengeratkan tangannya dengan pist*l berada di kepala Nolan.


"mundur, atau kalian akan melihatnya tiada! " ancamnya.


"bun*h aku saja Stevy, tapi biarkan anakku hidup" kini Ailen berlutut dan memohon kepada Stevy.


"Aileen bangunlah, jangan memohon kepada orang sepertinya"


"kau tidak tau rasanya mengandung Ginga, dan aku membesarkannya tanpa siapapun bersamaku hingga aku bertemu denganmu Ginga."

__ADS_1


"aku tau itu Aileen. tapi aku tidak rela melihatmu seperti ini! "


"Stevy, jangan berbuat diluar batas" ucap Adrian.


"diamlah Adrian, ini semua rencanamu jadi kau tidak perlu berpura-pura baik sekarang!" sahut Galen yang menarik kerah Adrian dan siap memuk*lnya


"mungkin aku merencanakan penculikan ini, tapi aku tidak akan menyakiti Nolan. karena aku juga menyayanginya Galen! "


"kalian semua diam, kalian hanya perlu menghitung waktu bisa melihat anak ini. tapi beberapa saat lagi dia akan aku singkirkan"


"Stevy" bentak Aileen yang berlari ke arah Stevy dan hendak merebut pist*l yang ada di tangan Stevy.


dan saat itu terjadi pergumulan antara Stevy dan Aileen. sementara Nolan berlari memeluk Ginga.


Dor


"bunda"


"Aileen"


"Aileen"


"Aileen"

__ADS_1


"Aileen"


. bersambung


__ADS_2